Sweet Temptation

Sweet Temptation
Semua karna Aliya


__ADS_3

"Aliya...!" Panggil Revandra yang tak kuasa melihat pemandangan didepannya,


"Ya Ayah,"


"Pakai ini untuk menutupi tubuhmu, sambil memberikan kemejanya yang ada di jok mobil.


"nanti kau kedinginan." sambung lelaki dewasa itu. Aliya menurut saja perintah Ayahnya.


Revandra mengedong putrinya masuk ke dalam rumah, Aliya tertidur saat di perjalanan. Revandra membaringkan tubuh Aliya di kamarnaya karna kamarnya paling dekat dengan tangga, sedangkan kamar Aliya masih beberapa langkah lagi, Aliya yang memakai kemeja berwarna putih milik Revandra tampa bawahan, bertambah semakin sexy,


Revandra lagi-lagi bangkit karna memandangi tubuh Aliya, tiba-tiba Aliya bergerak menganti posisinya sehingga baju kemeja yang hanya mampu menutupi paha mulus Aliya tersingkap keatas.


Dag dig dug...!


Suara jantung Revandra berdetak kencang saat kemeja yang digunakan Aliya tersingkap ke atas hingga gundukan halus berwarna hitam nampak jelas di mata lelaki dewasa itu, bagai mana tidak, dalaman yang dikenakan Aliya sangat transparan. lebih berdetak lagi jantung Revandra saat gadis itu terbangun dan memeluk Revandra,


"Ayah... kenapa tidak tidur di dekat Aliya.?"


"Ayah mau mandi dulu, baru tidur,"


Lelaki dewasa itu melepaskan pelukan Aliya dan mesuk ke kamar mandi meninggalkan Aliya yang masih setengah sadar, Revandra yang berdiri di bawah guyuran air shower mengingat kembali semua keindahan yang ada di tubuh putrinya.


"**** !, lama -lama aku bisa gila"


Krek....


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, betapa terkejutnya Revandra melihat putrinya sudah masuk di kamar mandi dan menutup kembali pintu kamar mandi itu. Aliya dengan polosnya mendekati Revandra yang saat ini naluri lelakinya sedang menegang.


"Ayah, Aliya mau mandi" Tanpa melihat sesuatu yang menegang di bawah sana, ia hanya terfokus pada wajah ayahnya yang tampan. karna tak mau kejantanannya terlihat oleh Aliya, lelaki dewasa itu membalik kan badan membelakangi Aliya,


"Ok, tapi setelah Ayah mandi yah."


Clep...


Revandra menelan ludahnya yang terasa hambar ketika tiba-tiba sesuatu yang terasa kenyal menempel di belakangnya. Aliya memeluk tubuh kekar ayahnya, dan menempelkan pipinya di belakang tubuh kekar itu.


"Ayah.."


"Emm.." jawab lelaki dewasa itu yang saat ini sedang berusaha menahan hasratnya agar tak terlihat oleh putrinya.


"Ayah sayang sama Aliya.?"


"Sayang."


"Ayah tidak akan meninggalkan Aliya.?"


"Tidak."

__ADS_1


"Ayah, Aliya tidak mau punya ibu baru, Aliya tidak ingin kehilangan ayah,


Mendengar penuturan putrinya Revandra berbalik memeluk putrinya itu dangan mengusap lembut rambut yang terutai panjang dan basah itu.


Lelaki dewasa itu membenamkan wajah putrinya ke dada bidangnya.


"Siapa bilang ayah mau mencari ibu untuk Aliya."


"Lalu kenapa wanita yang tadi itu berada di bawah tubuh ayah,? dia bahkan tidak mengenakan pakaian."


"Aliya, sebagai seorang lelaki normal, ayah sangat membutuhkan pelayanan dari seorang wanita."


"Aliya juga seorang wanita, Aliya bahkan lebih cantik dari wanita-wanita yang selalu dekat dengan ayah, kenapa ayah tidak meminta Aliya yang melayani ayah.?"


Revandra menepuk jidanya, betapa polos dan lugu putrinya ini, itu memang salahnya yang membatasi pergaulan anaknya, kalau sedah begini kan dia juga yang kerepotan menjelaskan pertanya-pertanyaan putrinya itu.


Dengan suara berat Revandara mencoba menjelaskan sedikit pada purtinya.


"Sayang, apa yang ayah butuhkan tidak bisa ayah dapatkan dari kamu, contohnya saat ini, ayah sedang berhasrat, gadis itu melihat kebagian bawah, meneliti benda yang menjulur panjang dengan size yang tak biasa, pantas saja sejak tadi ada sesuatu yang menusuk pahanya, rupanya benda milik ayahnya yang melakukan itu.


"Ayah..."


"Em.."


"Aliya bisa membantu ayah." seolah-olah gadis itu mengerti, tapi nyatanya tidak.


"Agghhhrrr..."


Desah Revan saat cairan putih yang kental sudah dilepaskan oleh kejantanannya. dan segera mencuci tangan gadis itu, baru kemudian memeluk tubuh Aliya yang hanya diam melompong, karna baru pertama ia melihat sesuatu yang seperti itu.


"Aliya,,, maaf kan Ayah."


****


Seperti biasanya Revandra mengantar putrinya ke kampus, tak lupa juga kebiasaan mereka yang saling berkecup pipi sebelum Aliya turun dari mobil. setelah Revandra berlalu, Aren menghampiri Aliya yang bengong sembari memikirkan apa yang ia lakukan di kamar mandi bersama ayahnya.


"Al... kamu bengong apa sih.?"


"Ren, aku mau cerita sesuatu ke kamu, tapi ini sangat rahasia."


"Ok, mari kita cari tempat untuk bicara."


Di bawah pohon yang rindang, dua remaja sedang duduk.


"sekarang kamu bisa cerita Al."


"Semalam aku membantu ayahku mengeluarkan cairan putihnya." Aren terkejut dengan apa yang dikatakan Aliya barusan, ia kemudian menggali lebih dalam lagi,

__ADS_1


"What."


"Ya Ren, aku tidak tahan melihat ayah ku selalu bersama dengan wanita yang berbeda. jadi aku meminta ayah menjauhi wanita-wanita itu, tapi ayah bilang kalau ayah membutuhkan wanita-wanita itu untuk melampiaskan hasratnya, aku tidak terima dan ayahku memelukku, saat itu terasa ada yang menusuk-nusuk pahaku, dan aku melihat ke bawah, dan ternyata benda itu terhubung dengan tubuh ayah, dan ayah menjelaskan kalau itu adalah hasratnya yang membutuhkan bantuan dari wanita, tanpa pikir panjang aku menawarkan diri untuk membantu ayah, aku memegang benda yang panjang dan berukuran sebesar lengan tangan umur anak tiga tahunan, lalu ayah menuntun tanganku hingga sesuatu yang berwarna putih seperti susu keluar dari ujung benda itu. lalu..."


"Lalu.?" tanya Aren yang sangat penasaran


"Lalu ayah berteriak agrhh, seperti itu kira-kira tiakan ayah."


Aren yang sejak tadi mendengarkan penjelasan Aliya mengaga dan mengeleng-gelengkan kepala. betapa polosnya sahabatnya ini, dia bakan melakukan itu dengan ayahnya, walaupun sebenarnya Aren tau kalau Revandra bukan ayah kandung Aliya, tapi Revandra adalah lelaki yang membesarkan Aliya.


"Al,,, kamu tau apa yang kamu lakukan itu."


"Tau, Aku membantu ayah agar tidak mencari wanita lagi."


"Aliya, kalau hanya dengan begitu kamu belum tentu bisa menghalagi om Revan untuk mencari wanita lain."


"apa maksud kamu Ren.?"


"Aliya, kalau hanya sesuatu yang seperti kamu lakukan semalam kepada om Revan itu tidak cukup, lelaki seperti om Revan itu butuh yang lebih, contohnya, sebagai penghangat tempat tidurnya.


Aliya yang polos itu masih tidak mengerti apa yang di maksud sahabatnya itu.


"Maksud kamu apa Ren."


"Laki-laki dewasa itu perlu seorang wanita untuk menyalurkan nafsunya, jika tidak disalurkan maka akan menimbulkan sakit kepala."


"Jadi apa yang harus aku lakukan Ren ? aku sunguh tak mau kehilangan Ayahku."


"kalau begitu, kamu goda saja ayah mu itu, buat dia jatuh cinta sama kamu, toh kalian juga bukan anak dan ayah kandung, jadi sah-sah saja jika suatu saat kamu menikahi om Revan itu."


"bagaimana caraku menggoda ayahku.?"


"bertingkahlah seperti biasanya, dan dari apa yang kamu jelaskan barusan tadi sepertinya om Revan tidak menolak kamu untuk membantunya meredam hasratnya, dia bahkan menuntunmu sampai selesai kan."


"Aliya... Aren..."


Panggil seorang pemuda yang seumuran dengan mereka, pemuda itu mendekati Aliya,


"Aliya... kami ingin berlibur ke puncak, minggu depan, apa kamu mau ikut.?"


"Mervel, aku meminta izin dulu sama ayah ku yah."


"ok... kabari aku jika ayahmu mengizinkan mu..."


BERSAMBUNG


******

__ADS_1


__ADS_2