Sweet Temptation

Sweet Temptation
Mempermalukan Emma


__ADS_3

"Aliya, Axcel..." panggil Danile yang baru saja tiba,


"Hai kak Danile..." Danile membalasnya dengan senyum hangat pada sepupunya itu.


"Sepertinya ada yang mau kalian bicarakan, kalau begitu, aku kembali ke tempat ayah Revan yah."


Axcel dan Danile mengangguk serentak, karna memang ada yang ingin mereka bicarakn tentang kerja samanya. Baru kemudian Aliya menuju di mana ia tadi meninggalkan Revandra. Tapi setelah sampai, Aliya tidak melihat sosok yang ia cari, Matanya menyapu seluruh sudut yang ada, dan meneliti di setiap perkumpulan para pebisnis, berharap ia dapat menemukan Revandra di salah satu perkumpulan itu.


Beberapa menit Aliya mencari, tapi tak juga ia temui Revandra, pada akhirnya ia bertanya pada salah satu pebisnis yang sedikit ia kenal.


"Pak, apa anda melihat ayah saya.?"


"Tidak nona Aliya, tadi kami memang sempat menyapa tapi setelah itu, saya tidak melihatnya lagi."


"Oh terimah kasih pak."


Merasa lelah mencari, Aliya bergegas meninggalkan ruangan itu dan berjaln menuju kamar kecil, Tampa sengaja Aliya mendengar seorang wanita yang sedang menerima panggilan.


"Bagaimana Emma.? apa kau sudah membawa Revan ke kamar hotel.?, Sorry, aku hanya menambahkan obat tidur saja,"


Mendengar itu Aliya segera saja mengunci wanita itu di kamar mandi, Lalu berjalan menuju kamar-kamar terdekat, dan berpapasan dengan sekertaris Alin.


"Sekertaris Alin, apa kamu melihat ayah.?"


"Oh tadi Presedir Revan pingsan dan sudah di bawah sama nona Emma ke kamar."


"Kamar no berapa.?"


"109"


"Antarkan aku kesana."


"Baik nona Aliya."


Sekertaris Alin menuntun Aliya sampai ke depan pintu kamar. Sedang di dalam kamar Emma sudah melepas pakaiannya dan hanya mengenakan handuk saja, lalu duduk di pembaringan menatap Revandra yng sudah tidak sadarkan diri akibat ovat tidur yang teman Emma campurkan di minuman yang di bawa pelayan ubtuk Revandra, tentu saja Emma juga sudah membayar pelayan itu untuk tutup mulut.


"Revan, setelah malam ini kau akn menjadi milikku selamanya."


Tiba-tiba ponsel Revandra berdering, Emma kemudian meraih ponsel itu, dan melihatat nama Gadis kecilku sedang memanggil,


"Hallo, ada apa gadia kecil.?"


"Tante Emma, di mana ayah.?"


"Oh... bisakah kau tidak menganggu kesenangan kami.? tenang saja, setelah aku menjadi istri Revandra, kau akan ku singkirkan dari sisinya." kata Emma mengancam, lalu mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


Kembali emma ke tempat pembaringan hendak mengecup bibir Revandra, tapi lagi-lagi tindakannya terhenti karna suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa.?" jawab Emma di balik pintu tampa membuka.


"Saya pelayan yang di perintahkan oleh teman anda untuk mengantarkan cemilan malam."


Karna Emma memang menyuruh temannya untuk membawa sebotol wine dan cemilan, maka Emma segera membuka pintu.


"Bawa masuk"


Preng...!


Seketika Aliya meyambar baki yang isinya bukan cemilan, melainkan beberapa campuran makanan sisa yang sudah basi. Aliya memang sudah menukar isi baki itu setelah tadi pelayan membawa wine dan cemilan, Lalu Aliya memerintahkan pelayan itu untuk menukarnya, karna takut pada Aliya yang memperkenalkan diri sebagai anak Revandra, maka pelayan itu menurut saja.


Isi baki itu di tukar lalu di tutup dengan rapat. Tubuh Emma seketika di penuhi dengan sisa-sisa makanan basi yang sangat busuk, terlebih lagi ia hanya mengenakan handuk.


"Kurang ajar sekali kau gadis sialan" Ucap Emma keras, membuat beberapa orang yang ada di sekitar kemar berkumpul dan menyaksikan kemarahan Emma, mereka berbisik sambil menutup hidung, membut Emma semakin marah Ia lalu keluar dari kamar hendak menampar Aliya,


Namun semua tak sesuai harapannya, Aliya justru menghindar sambil menarik handuk yang di kenakan Emma, Lalu mendorongnya hingga jatuh ke lantai. Saat ini Emma sudah t*lanjang, terlebih lagi banyak yang merekam momen itu, tak terkecuali CCTV.


"Dasar gadis busuk sialan."


"Yang busuk itu kamu tante Emma, bukan aku, orang-orang juga bisa lihat siapa yang busuk." jawab Aliya dengan nada mengejek."


"Kau...!"


Emma hanya bisa menahan malu, Ia meraih handuk yang ia kenakan tadi. Sementara itu orang-orang saling berbisik.


"Kasihan sekali wanita ini."


"Cantik-cantik kok gatel"


"Demi mendapatkan yang ia mau, rela membius orang."


"Diamm....!" Teriak Emma, lalu berlari dari tempat itu, mencari kamar mandi terdekat untuk membersihkan diri, dan memerintahkn seseorang untuk membawakannya pakaian.


***


Karna tak kunjung bangun Aliya membawa Revandra pulang dengan bantuan beberapa orang, tapi sebelum itu, Aliya beramitan dengan pemilik pesta dengan alasan tidak enak badan Karna memang sebagian pakaian-pakaian Aliya di rancang oleh merek AAED, itulah Aliya mengenal pemilik merek itu.


Di rumah Aliya menyuruh Dr.Lisa memeriksa Revandra yang tadi sudah Aliya hubungi sebelum sampai di rumah.


"Dr. Lisa tolong periksakan dia."


"Baik nona Aliya."

__ADS_1


"Jangan khawatir nona Aliya, Presedir Revan tidak apa-apa, beliau hanya tertidur setelah di beri obat tidur." Ucap Dr.Lisa setelh memeriksa Revandra.


"Kapan dia akan bangun.?"


"Setelah efek obat itu habis. jika nona Aliya mau, saya bisa menguras isi perutnya, untuk mengeluarkan sisa-sisa efek yang ada."


"Tidak perlu, biarkan saja, tunggu sampai dia bangun."


Dr.Lisa kemudian pamit meninggalkan rumah itu. Aliya lalu duduk di samping Revandra menatap dalam wajah lelaki dewasa itu.


"Revan.! kuharap kamu segera sadar, maafkan Aliya, jika beberapa hari ini Aliya menolakmu." Ucapnya lalu melayangkan kecupannya di kening Revandra. Lalu berbaring di samping lelaki dewasa itu dan perlahan terlelap.


Hingga malam larut, Revandra sadar, dan mendapati Aliya sedang tidur di sampingnya. Ia kemudian menyingkirkan helai-helain rambut yang berada di wajah gadis itu. menatapnya lekat.


"Aliya sayang.! kau semakin cantik," lalu mengecup lembut kening gadis itu. Membuat Aliya terbangun.


"Kamu sudah bangun.?"


"Ya.!, bukanya kita ada di hotel xxx untuk menghadiri pesta.?"


"Sesuatu terjadi, tante Emma memberimu obat tidur dan ingin menjadi pengantinmu, Aliya tidak suka itu, karna posisi itu adalah milikku. Aku mempermalukannya dan mungkin saja besok akan muncul sebuah berita di media."


"apa kau khawair.?"


"Tidak, aku justru senang, beberapa hari lalu Aliya sudah memperingatinya, tapi tante Emma tidak mengindahkan peringatan itu."


Tersirat senyum bahagia di bibir Revandra mendengar omelan Aliya pada Emma. Ternyata gadia kecilku masih menginginkan posisi menjadi istriku. Kata Revandra dalam hati. Lelaki dewasa itu merubah posisi menindih Aliya.


"Apa kau mencintaiku Aliya"


"Sangat mencintaimu." ucap Aliya tampa keraguan.


Revandra kemudian m*ncium bibir gadis itu dengan lembut, Dan Aliya menikmati ciuman itu.


"Jadi, malam ini boleh." tanya Revandra, tapi belum juga Aliya menjawab, Revandra kembali ******* bibir Aliya sedang tangannya mulai nakal.


"Tapi..." Sergah Aliya saat Revandra melepaskan l*matannya dan turun ke leher jenjang Aliya, ia bahkan meninggalkan bekas di sana.


"Tapi..." ucap Aliaya yang sudah terengah-engah


Revandra beranggapan Aliya akan menolaknya jika ia bertanya pada gadis itu, jadi ia segera meraba ke bawa sana tepat pada milik Aliya.


"Apa ini Aliya.?" Tanya Revandra saat mendapati ada sesuatu di bawah sana.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2