Sweet Temptation

Sweet Temptation
Merahasiakan dari Aliya


__ADS_3

"Apa direktur tidak pulang.?" Tanya seorang satpam yang sedang berkeliling untuk memastikan keamanan perusahaan,


Saat berkeliling satpam tersebut melihat lampu ruangan direktur masih menyala, akhiranya ia segera membuka pintu dan mendapati atasannya masih ada di dalam sedang bersama wanita.


"Ya, sebentar lagi, apakah kau bisa menunggu sebentar lagi.? saya akan beres-beres baru pulang."


"Baik pak."


Reyno kemudian beranjak dari atas Selly yang masih terkulai, tenaganya benar-benar terkuras usai melayani Reyno. Setelah pria dewasa itu merapikan berkas di meja kerjanya, ia kemudian meraih jasnya lalu membalutkan ke tubuh Selly. Karna Selly tak mampu berjalan sendiri, Reyno mengendongnya dan meninggalkan ruangan itu untuk pulang. Satpam yang menunggu juga segera mengunci ruangan itu.


Sesampainya di rumah, Selly sudah tertidur di perjalanan, pria dewasa itu kembali menggedong Selly. Lantaran tak mau menganggu Aliya yang ia pikir sudah tertidur di kamarnya, Reyno membawa Selly ke kamarnya saja. Pria dewasa itu membaringan tubuh Selly yang memang sangat menggoda.


"Nona Selly, saya tidak tau apa yang sedang kamu rencanakan dengan ini semua."


Baru saja pria dewasa itu hendak berdiri, tangannya di tarik oleh Selly yang sudah terbangun, wanita itu lalu duduk di samping Reyno dan mendekatkan diri pada Reyno.


"Tuan Reyno, aku mencintaimu."


Pengakuan Selly membuat Reyno terkejut, ia berfikir Selly menggodanya karna ada maksud yang lain, ternyata wanita itu mencintainya. Selly kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Reyno lalu menyandarkan kepalanya di bahu kanan pria dewasa itu.


"Tuan Reyno, apa kamu mendengarku.?"


"Ya, aku dengar itu."


"Lalu apa jawabanmu.?


Reyno segera mengangkat dagu Selly dan mendekatkan wajahnya hendak berkata sesuatu, tapi wanita itu segera menangkap bibir Reyno lalu ********** dengan lembut, untuk sesaat Reyno terbuai, tapi segera sadar dan melanjutkan perkataannya yang tidak sempat ia katakan, lantaran Selly keburu menciumnya.


"Selly dengarkan saya baik-baik."


"Baik tuan Reyno katakanlah."


"Selly aku sudah tua, sedang kau masih muda, kau bisa mencintai seseorang yang lebih pantas untukmu."


"Umur tidak menjadi masalah, dan itu hanya sepuluh tahun saja."


"Tapi Nona Selly,"


"Kecuali memang anda tidak menyukai saya sama sekali, apapun bisa menjadi alasan anda untuk menolakku,"


Wajah Selly berbuah jadi muram, ia berfikir bahwa Reyno tidak menyukainya sama sekali, tapi jika Reyno tidak menyukaiku, lalu kenapa ia mau melakukannya denganku.? Tanaya Selly dalam hati. Tampa sadar Reyno sudah mencengkram kedua bahunya dengan lembut.


"Selly, aku menyulaimu, tapi kau tau sendiri, aku masih punya istri, tidak mungkin bagiku untuk berkencan denganmu di saat statusku masih seperti ini."

__ADS_1


"saya akan menunggu tuan Reyno."


"Baiklah, jika itu memang maumu. Tapi apa saya boleh mengusulkan sesuatu.?"


"Katakan saja," Ucap Selly yang wajahnya mulai merona.


"Saya harap untuk sekarang tolong jangan beritahu Aliya tentang ini sebelum semua perkara di antara aku dan istriku berakhir, apa kau mengerti wanita cantik.?"


Selly menganggukan kepala menandakan bahwa ia sudah mengerti, Ia tersenyum lebar. Usahanya tidak sia-sia untuk menggoda Reyno. Puas berbicara pada Selly, pria dewasa itu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedang Selly memilih tidur lantran masih kelelahan terlebih lagi tak ada tenaga untuk berjalan ke kamar mandi di tambah lagi di bagian intinya sangat kesakitan. Bagaimana tidak milik Reyno selain berukuran size yang di atas rata-rata, itu juga adalah pengalaman pertamanya di tambah lagi dengan waktu bermain yang hampir sejam.


***


Pagi-pagi sekali sebelum ada orang yang terbangun, Selly mengendap-endap menaiki anak tangga dan melewati kamar Revandra, tapi lebih baik baginya untuk memeriksa apakah Aliya ada di kamar itu, jika ada, maka tidak perlu mencari alasan di mana dia tidur semalam. Selly melngkah mundur dan memegang ganggang pintu untuk membukanya, tapi itu sia-sia, karna pintu terkunci.


"Huh, Dasar Revandra si bajingan mesum." Maki Selly


Selly menghela nafas lega, ia tidak perlu repot-repot memberi penjelasan. Ia kemudian melangkah dan segera masuk ke kamar, Tak lama Aliya sudah menyusul masuk ke kamarnya.


"Aunty baru bangun."


"Ah, iya sayang.!"


"Oh...! bagaimana semalam.? apa Aunty bertemu papa.?"


"Tidak,!"


"aa.. Aku hanya mau cari angin saja."


Selly lalu berdiri hendak masuk ke kamar mandi dan melewati Aliya yang masih berdiri di samping ranjang. Aliya melihat ada noda darah di gaun yang Selly kenakan.


"Aunty, apa Aunty sedang datang bulan.?"


"Tidak.! memangnya kenapa.?"


"Terus noda dara di baju Aunty darah apa.?"


Seketika Selly menjadi kikuk, aduh.! apa yang harus aku jawab, aku lupa sama noda darah ini, mati aku, seseorang tolong aku.! ucap Selly dalam hati.


"Aunty."


"Ya.. ini... ini...ak."


Belum sempat Selly melanjutkan, pintu kamar terbuka dan Reyno masuk seraya melayangkan satu kecupan selamat pagi pada Aliya. Membuat Selly terselamatkan.

__ADS_1


"Selamat pagi putriku."


"Pagi papa.!"


"Apa rencanamu hari ini.?"


"Tidak ada, hanya kuliah saja seperti biasanya."


"Ya sudah.! kamu siap-siap nanti papa antar."


Karna semalam Revandra kelelahan bergelut dengan Aliya sampai hampir pagi, Revandra belum bangun, dan Aliya mengerti itu, jadi ia menurut saja titah papanya untuk mengantarnya ke kampus. Sebelum keluar dari kamar Aliya Reyno melempar senyum pada Selly, membuat wanita itu berdebar dan merona tampa sepengetahuan Aliya.


Tak mau Aliya kembali bertanya, Selly buru-buru masuk ke kamar mandi,


"Aun...ty.!, Eh sudah masuk kamar mandi ya. Tapi kok ada noda darah sih di baju Aunty. ah mungkin saja Aunty sedang bisulan,"


Beberapa saat Selly sudah menyegarkan diri, dan mendapati Aliya sedang bengong dan di tangannya memegang sesuatu. Ia lalu mendekati gadis itu dan bertanya.


"Gadis kecil kau kenapa, dan apa itu yang kau pegang.?"


"Oh ini salep Bisul, buat Aunty, Aliya merasa noda darah itu karna bisul Aunty pecah."


Kenapa gadis ini tidak tau ya.? seharusnya dia juga sudah melihat pada dirinya sendiri. Tanya Selly dalam hati bingung.


"Sudah ya Al, kamu mandi dan berangkat ke kampus. Simpan salep itu nanti Aunty gunakan." Gadis itu hanya menurut saja.


Setelah Aliya berangkat ke kampus, Selly menemui Revandra yang sedang bersantai di ruang tamu, lelaki itu tidak ke perusahaan lantaran tak ada yang perlu ia kerjakan.


"Revan, waktu pertama kali kamu melakukannya dengan gadis kecil itu, apa dia tidak melihat ada darah yang kelur dari intinya.?"


"Tidak, saya langsung membersihkannya tampa sepengetahuannya, saya tidak ingin dia trauma jika melihat noda darah."


"Pantas saja." Ucap Selly kemudian meninggalkan Revandra.


Tengah malam, keadaan rumah sudah sepi. Masing-masing telah kembali ke kamar untuk tidur. Hingga sakin larut, Aliya merasa kehausan, ia terbangun dan tidak mendapati Selly di dekatnya.


"Kemana Aunty Selly.?"


Gadis itu kemudian bergegas keluar dari kamar menuruni anak tangga untuk ke dapur mencari sesuatu yang bisa menyegarkan kerongkongannya, tapi langkahnya terhenti, ketika samar-samar ia mendengar suara wanita dari dalam kamar papanya, Sebentar kemudin Aliya mendekati kamar itu.


"Benar suara wanita itu berasal dari kamr papa."


Dengan rasa penasaran, Aliya memegang ganggang pintu lalu membuka pintu kamar papanya

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2