Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 17 : Memulai Pembangunan Desa Ras Kucing


__ADS_3

"Apa ini memang pantas disebut latihan, kita hanya dipekerjakan sebagai buruh tani untuk membuat ladang, aku sekarang tidak yakin bisa naik ke menara surga."


"Yah, aku juga tidak tahu.. yang jelas saat ladang ini selesai kita bisa makan enak, lihat Latisha juga tidak keberatan."


"Menyuruh seorang bangsawan melakukan ini benar-benar pantas dihukum mati."


Orang yang mereka maksud dan seorang yang tidak malu memperkerjakan wanita untuk pekerjaan berat itu adalah aku.


"Kalian berdua jangan cuma mengobrol, cepat bekerja."


"Dia benar-benar pria buruk."


Mau bagaimana lagi jumlah wanita di tempat ini lebih banyak dibandingkan pria padahal aku memerlukan banyak orang di sini.


Untuk wanita membuat ladang dan untuk para pria kuminta untuk membuat saluran irigasi. Aku tidak menyuruh mereka terburu-buru karena itu mereka bisa melakukannya dengan santai.


Mengamankan bahan makanan selalu menjadi prioritas untuk menjalani hidup lebih baik dan santai.


Dengan kelebihan makanan kita bisa menjualnya juga ke kota Isbel untuk mendapatkan uang. Jalan belum dibuat jadi itu masihlah rencana jangka panjang.


Arline dan Vista muncul setelah aku meminta mereka untuk bersiap-siap.


"Memangnya apa yang akan kita lakukan?" tanya Vista yang mendapatkan anggukan kecil Arline.


"Kita akan mencari benih yang bisa kita tanam di sini, jadi hari ini kita akan menyusuri hutan dan mendaki beberapa gunung."


"Kedengarannya merepotkan, apa kita tidak bisa membelinya di kota saja?" ucap Vista.

__ADS_1


"Maunya begitu tapi hanya kota Isbel saja yang dekat dari sini terlebih kota itu hanya kota kecil jadi jika membeli benih harganya pasti cukup mahal."


"Jadi begitu."


"Tak masalah, mungkin kita bisa menemukan beberapa tanaman langka untuk meningkatan pendapatan desa."


Arline menambahkan.


"Aku harap kita bisa menemukan buah-buahan yang enak."


"Arline mulai tertarik."


"Sudah jelas kan, buah-buahan sangat manis dan enak."


Aku lupa bahwa Arline memang menyukai makanan manis.


Ia terjerumus dan aku membantunya berdiri.


"Seharusnya aku tidak mengenakan gaun, jadi mudah kotor."


"Aku beruntung karena masih mengenakan seragam guild."


"Tidak, rokmu tersangkut ranting."


"Kyaa."


Selalu menyenangkan jika berpergian dengan wanita cantik.

__ADS_1


Plak.


"Kenapa kau menamparku."


"Hanya ingin saja."


Semakin banyak hal memalukan terjadi pada Arline maka wajahku makin lebam. Sungguh ini tidak sepadan.


Aku berhenti di sebuah pohon yang tidak asing bagiku, bahkan saat aku menggunakan skill penilai, aku bisa yakin tentang itu.


"Itu tidak memiliki buah, apa benar-benar bisa kita makan?" tanya Vista dan Arline juga merasakan kebingungan sama.


"Ini jenis umbi-umbian, jadi buahnya ada di dalam tanah."


Ketika aku menariknya mereka bisa melihatnya.


"Itu?"


"Cukup banyak."


"Namanya singkong, ini bisa dijadikan makanan pokok. Kita belum bisa menanam gandum ataupun padi karena itulah makanan ini sangat berharga untuk kita, cara menanamnya kita hanya harus memotongnya beberapa buah kemudian meruncingkan bagian bawahnya kemudian menancapkannya ke tanah beberapa sentimeter... kenapa kalian menatapku begitu?"


"Tidak, aku pikir Melvin hanya pandai mengayunkan pedang karena jobmu seorang Sword master," balas Arline.


"Itu hanya pengetahuan umum di negara asalku, untuk sekarang tolong cari tanaman seperti ini di sekitar sini dan mari bawa ke desa."


"Baik," x2

__ADS_1


Awal yang bagus untuk memulainya, kini rasanya hidup santaiku telah ada di depan mata.


__ADS_2