
Malam hari itu aku mengawasi kediaman pahlawan dari atas genteng saat beberapa kereta telah memasuki tempat tersebut.
Aku hanya pergi bersama Latisha yang memiliki job Thief, baginya ini bukan sesuatu yang sulit untuk menyelinap masuk dan dia pilihan terbaik untuk membantuku.
Para pahlawan telah datang kemari jadi kami harus berhati-hati, seluruh kereta telah meninggalkan kediamannya dan ini adalah kesempatan kami untuk bergerak.
Aku menembakan tali dan kemudian meluncur ke balkon, dengan lihai Latisha membuka jendela hingga kami masuk ke dalam.
Latisha menggunakan skill Walk Silent dan aku menirunya dengan mudah, barang-barang itu dibawa ke sebuah ruangan yang berada di bawah tanah dan itu cukup memakan waktu untuk kami turun ke bawah.
Sebelumya aku hanya melihat kotak kayu yang diangkut ke dalam tanpa tahu isinya namun sekarang aku akan memastikannya sendiri.
Aku membuka satu kotak dan di dalamnya hanya terisi oleh barang-barang antik. Latisha juga menkonfirmasi apa yang dilihat olehnya juga.
"Apa ada sesuatu, Melvin?"
"Kotak yang berwarna perak tidak ada di sini, aku yakin melihatnya."
"Kotak seperti itu."
Latisha diam memikirkannya dan dia mencoba menyusuri dinding hingga dia menekan sesuatu hingga lantai terbelah dan dari sana peti yang kucari muncul.
"Itu dia."
__ADS_1
"Kerja bagus."
Karena besar, aku dan Latisha menggesernya dan menemukan seorang gadis di dalamnya.
"Apa ini? Apa pahlawan melakukan bisnis jual beli manusia."
"Dia bukan manusia lebih tepatnya demi human rubah."
Aku membetulkan perkataan Latisha dan ia melanjutkan
"Dia masih hidup, sebuah sihir membuatnya seperti itu... agar bisa bernafas mereka juga melubangi pinggir kotaknya."
"Kita akan membawanya dan akan kutulis bahwa kita berasal dari pasukan raja iblis."
Aku melakukan seperti apa yang aku katakan sebelumnya, menggendong gadis itu di punggungku lalu melarikan diri dari pintu depan.
Di penginapan aku membaringkan gadis tersebut dan melihat bahwa dia masih baik-baik saja, baru keesokan paginya dia duduk selagi menatap kami semua dengan bingung.
"Siapa kalian?"
"Itulah yang aku ingin tanyakan padamu, kau dibawa oleh pahlawan dan kami mengambilmu dari sana."
"Eh, benarkah... yang kutahu saat aku mengambil air seseorang menangkapku dan akhirnya aku berada di sini."
__ADS_1
Pahlawan melakukan penculikan itu sungguh mengejutkan.
Lin yang berada di saku bajuku akhirnya keluar. Aku bingung kenapa dia bisa berada di sana sangat lama namun ekpresinya jelas terkejut saat melihat gadis yang kubawa.
"Kamu, bukannya kamu ras rubah bulan?"
Jika diperhatikan ada tanda bulan yang dimaksud di bahu lengan kirinya, kebetulan gadis ini memakai gaun putih yang tidak menutupinya.
"Ras peri, aku belum pernah melihatnya lagi sampai sekarang."
"Harusnya aku yang mengatakan itu, kamu adalah ras rubah bulan seharusnya tidak ada siapapun yang bisa menemukanmu di kota manusia."
Aku bertanya pada Lin.
"Apa kau tahu sesuatu Lin?"
"Iya tuan, dia adalah ras rubah bulan, tanda di tangannya tidak dibuat begitu saja melainkan tanda dari lahir, mereka dikatakan tinggal di desa tersembunyi dan bertugas untuk menjaga harta karun dari peninggalan kerajaan yang telah hancur."
"Maksudnya jika kita meminta menunjukan jalan kita bisa tahu harta itu berada," ucap Alice yang mendapatkan anggukan Lin dengan percaya diri.
"Itu benar, namaku Carol tapi aku tidak bisa menunjukkan jalan pada siapapun dan juga aku tidak boleh ada di wilayah manusia... aku harus pulang, seharusnya aku tidak keluar hingga ditangkap manusia."
Itu menjawab pertanyaan kenapa pahlawan berkumpul.
__ADS_1
Mereka menginginkan harta itu.