Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 46 : Makanan Di Pinggir Danau


__ADS_3

Dari awal dia memang sudah kehilangan wibawanya.


Marie muncul dengan wajah mengantuk.


"Pagi yang cerah."


"Maaf membuatmu kecewa tapi ini sudah siang," ucap Noa.


"Eh, ah... uwaah aku benar-benar ketiduran, aku melewatkan makan pagi dan siang."


Semua orang sudah lelah karena menaklukkan lantai sebelumnya jadi tidak masalah untuk beristirahat lebih lama dari biasanya.


"Apa boleh buat aku akan buatkanmu kare."


"Apa tak masalah?"


"Tak apa, semua orang bisa memakannya nanti untuk makan malam."


"Aku senang."


Sementara Marie tampak bahagia, Noa berputar-putar mengelilingiku.


"Yey kare, kare. kare."


Ah, lupakan saja aku lelah selalu berkomentar tentang kepribadiannya.


Aku mengisi piring mereka dengan nasi yang dibumbui kare di atasnya.


"Hati-hati ini cukup pedas."


"Terima kasih, tapi ngomong-ngomong ini adalah menara surga tapi tidak ada monster yang menyerang."


"Itu karena aku menggunakan sebuah pelindung untuk melindungi kemah kita, pelindung ini hanya bekerja pada monster jadi jika kau ingin mulai mengalahkan mereka, itu tidak masalah."

__ADS_1


Marie memicingkan matanya ke arahku.


"Kenapa kamu baru melakukannya harusnya sudah sejak awal bukan?"


"Jika kulakukan di awal kalian akan terlalu santai."


"Kurasa begitu."


Keheningan terasa diantara kami bertiga sebelum dia melanjutkan.


"Sejak kejadian di kota Isbel, Melvin sangatlah bisa diandalkan. Jika kamu bergabung dengan kesatria aku yakin Melvin akan memiliki kekuasaan yang tinggi."


Aku sedikit tertawa menanggapinya dan Noa memotong.


"Lupakan Marie, Melvin bukan orang seperti itu... dia hanya ingin menjalani kehidupan yang santai."


"Benarkah?"


"Apa ada sesuatu Marie?"


"Aku bergabung kesatria agar bisa mendapatkan hal semacam itu, apa menurutmu aku orang yang menyedihkan."


"Tentu tidak, semua orang memiliki impian apapun tujuanmu kau tetap saja telah banyak menyelamatkan nyawa orang, malah rasanya aneh jika kau malah keluar dan jadi petualang."


"Aku hanya berfikir orang sepertiku tidak pantas menjadi kesatria.. singkatnya aku tidak bisa diandalkan."


Jika mengingat kejadian saat iblis menyerang ke kota Isbel, dia memang tidak terlalu membantu tapi apapun itu kurasa dia sudah berjuang. Namun aku menjamin bahwa sekarang berbeda... ia cukup bisa diandalkan bahkan sesekali membantu Alice dalam memimpin jadi dia tidak perlu merendah.


"Melvin aku tambah lagi."


"Apa perutmu baik-baik saja, itu sudah seperti balon loh."


"Jangan khawatir satu piring lagi aku akan berhenti."

__ADS_1


Aku memberikannya dan Noa langsung tertidur dengan perut buncit, aku menusuknya dengan jariku.


Toing, toing.


"Nanti juga menyusut kurasa."


"Kalau begitu Melvin aku akan bergabung dengan yang lainnya, tidak akan aku biarkan mereka membereskan lantai ini tanpaku."


"Aah."


Dia sangat bersemangat.


"Ngomong-ngomong Lin dimana?"


Aku melirik ke arah bunga sedikit jauh dariku dan Lin sepertinya sedang tertidur di sana. Dia juga banyak tidur belakangan ini.


Lantai 60 berhasil ditembus, lantai 61, lantai 70, lantai 80, dan terakhir lantai 99.


Di depan pintu yang menuju lantai 100 semua orang tampak menelan ludah karena ketegangan. Alice mengepalkan tangannya selagi menatap ke arah kami semua yang telah membulatkan tekad.


"Kita akan menghadapi Last Bos, aku harap kalian semua sudah siap."


"Aku sudah siap semenjak datang kemari," ucap Tyson.


"Aku juga, kita semua ada di level 300-an, lantai terakhir bukan apa-apa," tambah Selbi.


Mereka semua tampak bersinar.


"Apapun itu, aku akan mengalahkannya"


Semua orang mengangguk mengiyakan atas pernyataan Sasha. Ini sudah setahun semenjak kami masuk ke dalam menara ini, dari lantai 70 memang memakan waktu cukup lama jadi mari selesaikan.


Di lantai 100 kami akan langsung menghadapi bos dan itu mempersingkat waktu kami. Pintu dibuka dan kami secara beriringan masuk ke dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2