Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 52 : Bagian Awal Dari Rencana


__ADS_3

Bernard membawa putri pertamanya juga bernama Lilia, dia terlihat seperti Latisha hanya saja lima tahun lebih tua darinya.


"Sebelumnya aku ucapkan terima kasih karena telah menyembuhkan adikku."


"Itu bukan masalah mari ikuti aku."


Aku membimbing mereka ke ruang tamu saat Arline datang untuk memberikan mereka teh. Bernard menatapku dengan tatapan kepastian.


"Setelah memikirkan banyak hal kami menerima tawaran yang ada berikan pada kami."


"Kurasa kalian sudah yakin."


"Reputasi raja sudah terpuruk, jika memang menggulingkan pemerintahannya adalah hal yang bagus kami bangsawan Duke akan turut membantu, kami akan sebisa mungkin membantu tuan Melvin menjadi seorang raja."


Arline yang duduk di sebelahku segera menyikut perutku.


"Suamiku pasti tidak mengatakan semuanya."


Aku sengaja agar mereka memilih tanpa memikirkan kekuasaan yang akan diberikan pada mereka.


"Maaf?" ucap Bernard ragu, yang masih tenang memperhatikan hanya istrinya bersama putri pertamanya.


"Sejak awal bukan aku yang akan menjadi raja tapi tuan Bernard sendiri, aku hanya akan berada di garis depan untuk bertarung."


Istri Bernard bernama Marina tertawa kecil.


"Ya ampun, apa tuan Melvin benar-benar ingin melakukan itu?"


"Tak apa, berada di desa kucing juga sudah cukup aku tidak menginginkan hal seperti gelar ataupun kekuasaan tinggi."

__ADS_1


"Jika Anda berfikir demikian maka aku hanya bisa menurutinya."


Dari sekarang seluruh keluarga bangsawan Duke akan tinggal di sini sementara waktu.


Aku melirik ke arah jendela dimana yang bisa kulihat hanyalah seekor burung yang sedang memberikan makan pada anaknya.


***


Di ruangan kerja sang raja, Rodan menggebrak meja dengan emosi. Dia baru diberitahukan bahwa bangsawan Duke telah berkhianat dan bekerja sama dengan Melvin.


"Sial, ini menjadi buruk," katanya demikian.


Bernard memiliki nama baik di kerajaan sebagai pemimpin yang adil serta menyayangi rakyat kerajaan ini, jika dia membelok maka opini terhadap Rodan jelas akan jatuh melesat seperti bagaimana dia naik di masa lalu.


Pada akhirnya apapun yang dikatakan Rodan untuk membela dirinya tidak akan berguna lagi.


Tak lama kemudian sebuah ketukan terdengar, seorang pria dengan armor emas telah muncul menghadap sang raja.


"Bagaimana jenderal Douglas?"


"Para pahlawan masih tetap tidak ingin ikut bertarung, mereka tidak ingin melibatkan diri dalam pertarungan merepotkan."


"Mereka pahlawan tak berguna, biarlah... aku saja sendiri yang akan turun tangan menyerang Desa Kucing, minta siapkan seluruh pasukan kerajaan untuk menyerang."


"Itu terlalu berlebihan."


"Dibandingkan menunggu mereka menyerang, kita lebih baik menyerang duluan... setelah ini akan kubunuh seluruh pahlawan juga, kita tidak membutuhkan orang-orang seperti mereka berada di kerajaan ini."


"Saya mengerti."

__ADS_1


***


Setelah menyelesaikan berkas-berkas kantorku, aku mengumpulkan seluruh pemimpin ninja di satu tempat, mereka adalah, Lisa, Vira, Lusy, Talia dan juga Nemesis.


Lisa mengangkat tangannya.


"Apa kita akan disuruh menyerang ibukota? Aku sudah siap melakukannya."


"Ara, Ara, jika itu permintaan tuan aku selalu bersedia kapanpun," tambah Vira yang mana dada besarnya digrepe oleh Talia setelahnya.


"Bisakah kau berhenti menggunakan nada menggoda seperti itu, dasar sapi perah."


"Iyah."


Atas pemandangan itu aku hanya menghela nafas panjang. Karena seluruh klan penjaga desa bernama Kunoichi semua anggotanya wanita jadi adegan seperti sering terjadi kurasa.


Aku melanjutkan.


"Kita tidak perlu repot-repot pergi ke ibukota, aku yakin mereka akan secata sukarela menyerang kita kemari, saat dia mengetahui aku menghilangkan menara surga dia langsung bertindak cepat, tidak aneh jika orang itu akan langsung menyerang kita setelah tahu seluruh petualang yang dikirimnya dikalahkan."


"Benarkah, aku pikir biasanya pihak pemberontak yang mati-matian menyerang pihak kerajaan."


"Hentikan Lisa, aku merasa bahwa yang kita lakukan adalah tindakan kejahatan," ucap Lusy.


"Eh, bukannya sudah jelas kita ini penjahat."


Aku tidak bisa menyangkalnya, tapi jika itu bisa merubah dunia menjadi lebih baik tak perlu repot-repot memikirkan jalan seperti apa yang kami pilih.


Entah itu jalan kegelapan atau cahaya hasillah yang akan menentukannya.

__ADS_1


__ADS_2