
Bos tersebut membawa pedang besar berkarat dengan rantai melilit tangannya, dia menatap kami seolah menilai dan aku segera berteriak.
"Lindungi Noa."
Tepat saat aku mengatakannya Hobgoblin tersebut segera berlari ke arahnya, dia mengabaikan Latisha dan Marie di garis depan, menyapu setiap orang dengan mudahnya sebelum berhadapan satu lawan satu dengan Noa.
"Tunggu, tunggu, kenapa aku diincar?"
Dia sendiri yang membuatnya malah bertanya kepada kami, aku melompat di atas Noa untuk menahan tebasan pedang Hobglobin hingga kami saling menatap di jarak yang bisa merasakan hembusan satu sama lain.
Aku mendarat tepat di depan Noa sementara Hobglobin juga menjauh.
"Ada yang aneh," gumam Noa yang segera kubalas.
"Bukannya sudah wajar bukan, setiap monster pasti akan berkembang saat banyak melalui pertarungan."
"Tapi selain kita belum ada yang sampai lantai ini."
"Dengan kata lain semua monster ini berbagi pengalaman."
__ADS_1
"Ah jadi begitu."
Sepertinya ini diluar kehendak dewi, mau bagaimana lagi aku akan mengambil alih pertarungan.
Saat aku berfikir demikian Tyson telah melompat untuk memberikan pukulan Over Kill. Orang ini seperti terlihat berfikir dengan otot.
Over Kill dihindari oleh Hobglobin dan sebagai balasan dia ditebas oleh pedang besar, kalau bukan karena Sasha yang merapalkan sihir pertahanan barusan tubuhnya sudah terbelah dua.
Latisha yang gemetaran menggigit ujung bibirnya untuk melangkah maju, dia menerima tabrakan pedang berulang kali namun ia pantulkan dengan mudah.
"Latisha mundur," teriak Alice namun terlambat kedua pisaunya hancur berkeping-keping. Tubuh bisa dilatih tapi tidak dengan senjata, semakin sering digunakan maka semakin mudah untuk rusak.
Marie segera maju lalu menggunakan Switch untuk memaksa musuh menyerangnya, ini adalah skill khusus yang dimiliki Warrior untuk mengubah targetnya.
Hobglobin terhuyung-huyung ke belakang kemudian di bombardir lewat sihir Sasha dan Wind Arrow milik Alice, ledakan terjadi di sana.
Tyson yang marah muncul dengan cepat dia kembali menggunakan pukulannya dan jelas cukup efektif membuat Hobglobin kesakitan.
Noa merapalkan Blessing dan percepatan pada Marie dan Alice.
__ADS_1
"Majulah kalian berdua."
Keduanya mengangguk sebagai balasan lalu mengakhiri dengan tebasan kuat, aku mengulurkan tangan untuk membantu Selbi yang terbaring di tanah.
"Kau tak apa?"
"Ah iya, tapi tubuhku benar-benar sakit... dan aku ragu bisa menggunakan armor dan perisainya."
Aku bisa melihatnya penyok di mana-mana.
Jika aku menemukan bahan mentah di sini aku bisa membuatnya dengan skill, Latisha juga memerlukan belati baru.
"Apa sebaiknya kita kembali Melvin?" tanya Marie dan aku jelas menggelengkan kepala sebagai balasan.
"Kalian tunggu saja dilantai 17, aku akan mencari bahan bagus di menara ini."
Bersama peri yang duduk di bahuku aku diberitahu bahwa di lantai 20 adalah area tambang, aku tidak perlu kesulitan naik ke setiap langit seolah tak ada yang bisa menghentikanku.
Aku sempat merasa bahwa kemampuanku benar-benar curang tapi memangnya aku peduli, dunia ini tercipta untuk orang kuat siapa yang berada di titik puncak mereka bisa meraih apapun.
__ADS_1
Aku baru membunuh Bos laba-laba, Bos Kadal, Bos Ular dan di lokasi pertambangan lawanku adalah Bos Orc yang menggunakan kapak sebagai senjata kuatnya, itu dibuat dari bahan mithril sesuai yang ada di pertambangan ini.
Mithril ini berwarna biru yang membuatnya indah untuk dilihat.