Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 28 : Uang Hadiah


__ADS_3

Para iblis hanya bisa mengerutkan kening mereka saat menyadari fakta bahwa merekalah yang terpojok, mereka berfikir bahwa ras kucing adalah ras yang mudah diatasi, namun fakta sesungguhnya telah melenyapkan segala pemikiran tersebut.


Beberapa gadis dengan pakaian mencolok melompat di antara bangunan rumah, yang menjadi persamaan mereka bahwa mereka semua berasal dari ras kucing, meski para iblis bisa terbang mereka mampu melompat dan menjatuhkan di udara tanpa ragu mereka juga menusuk jantung mereka.


"Apa-apaan ini?"


"Ara, apa kau terkejut... kami ini dikenal sebagai Kunoichi, hmm kau baru melihatnya kan."


Seorang ninja wanita dengan dada besar berkata demikian, dia memiliki rambut ungu bergelombang dengan pakaian seperti gaun yang menampilkan paha dan dadanya yang terbuka, ia memiliki mata sayu dengan tahi lalat di bawah bibirnya.


Walau terkesan cantik dan manja, dia seorang pembunuh yang baru-baru ini dilantik oleh Lisa, sebelumnya dia bekerja di kota dan saat Lisa menawarinya pekerjaan dia menerimanya.


"Sialan," sosok iblis mengutuk sosok di depannya namun ninja degan dada besar itu menendang tangannya hingga pedang jatuh tanpa daya, dengan sedikit gerakan cepat dia mempersempit jarak tentu ia tidak hanya asal bergerak dimana pisau bernama kunai itu telah menembus musuhnya.


"Tidak menyenangkan."


"Yare-yare, Vira... paling tidak biarkan aku membunuh lebih banyak darimu."


Suara itu berasal dari ninja wanita berambut hitam dengan ekor kuda, dia mengenakan pakaian yang sama hanya saja karena tidak ada tonjolan, itu jelas membuatnya terlihat ramping dari manapun kau melihatnya.


"Aku jelas tidak mau memberikan kesempatan itu Lucy, aku harus terlihat banyak berkontribusi juga agar bisa dipromosikan."


"Ugh, kupikir kau hanya tertarik dengan uang saja tapi sekarang mengincar jabatan juga."

__ADS_1


"Aku berubah pikiran... dengan keberadaan tuan kita, aku yakin desa ras kucing akan semakin besar dan saat itu terjadi aku ingin jadi orang penting."


"Yah, semua orang kurasa memiliki pemikiran sama, Talia dan Nemesis juga."


Orang yang dimaksud sedang sibuk membunuh iblis lain di tempat berbeda, Talia adalah gadis dengan rambut pirang kepang bergaya twintail, keahliannya menggunakan pedang pendek sedangkan Nemesis menggunakan rantai sebagai senjata, untuk penampilan dia lebih terlihat lebih pendiam dengan rambut coklat sepinggul dan masker menutupi setengah wajahnya.


"Nemesis bagaimana dengan di sana?"


"Aku sudah selesai."


Hampir seluruh iblis yang dilawannya telah digantung dengan rantainya. Semua kejadian ini lebih mirip seperti dengan seekor tikus yang masuk ke sarang ular berbisa.


Sementara semua disibukkan untuk pembersihan mayat iblis, seorang pria yang tampak telah senang dengan pencapaiannya tampak duduk dengan santai selagi mengipasi dirinya dengan keagungan.


Dia menaikan kakinya selagi menyilangkan tangannya dengan wajah sombong.


Pria itu pria yang cukup buruk dan suka mengumpulkan uang di jalanan, jika dia menemukan barang berharga di sana dia tidak akan ragu untuk mengklaim kepemilikannya.


Siapa yang menemukannya adalah pemiliknya, menjadi motonya.


Namun suatu hari ketika dompetnya hilang dan ditemukan orang lain perkataannya beda lagi.


Siapa pria itu?

__ADS_1


Pria busuk penuh kegelapan melebihi iblis itu sendiri.


Jawabannya adalah aku.


Aku berada di kantorku selagi memamerkan uang 80 juta pada kedua pekerjaanku yang setia.


"Arline jika kau memijatku aku akan memberikan sedikit uang untukmu, bagaimana dengan kakiku sementara Vista bahuku.


"Ugh, jangan pikir uang bisa membuat kami bergerak."


Tak lama Noa muncul.


"Kudengar kau punya banyak uang Melvin, aku datang untuk memintanya sedikit."


"Aku akan memberikan satu koin jadi itu cukup."


"Satu koin tidak cukup berikan aku satu juta."


"Itu terlalu banyak."


"Ayolah."


Noa memeluk kakiku.

__ADS_1


"Bukannya kau penasaran dengan tubuh Arline, aku pernah beberapa kali mandi dengannya aku tidak keberatan untuk memberitahukanmu semua bagiannya."


"Tolong katakan padaku," aku menjawab secepat kilat hingga Arline maupun Vista hanya menghela nafas panjang.


__ADS_2