
Sudut pandang Alice.
Bagaimana? Bagaimana cara aku bisa mengalahkannya? Apa benar ini bos ke lantai dua? Bagiku ini tidak masuk akal.
Aku terus memikirkan hal itu dalam pikiranku dan sesekali melihat pergerakan rekanku termasuk keberadaan Melvin yang mengawasi dari kejauhan.
"Alice?" suara Latisha menyadarkanku dari lamunan, tepat saat sebuah tinju melayang padaku, aku sudah kehilangan momentum untuk menghindar meski begitu sosok Selbi berdiri di depanku menahannya dengan perisai di kedua tangannya.
"Kau tak apa Alice?"
"Aku baik-baik saja, maaf."
"Tak masalah kami mengandalkanmu."
"Aku mengerti, bukan waktunya untuk memikirkan apapun, yang kami harus lakukan hanya menjatuhkan bos golem ini."
Selbi menggunakan skill High Wall, meski di bombardir dengan banyak pukulan dia bertahan layaknya tebing tak tergoyahkan, di saat yang sama aku mengarahkan panahku lalu menggunakan skill Wind Arrow untuk menghujani golem tersebut, seluruh tubuhnya dihujani seranganku dan Marie berteriak pada semua orang.
"Semuanya bantu Alice."
"Baik."
Dan lebih banyak serangan sihir yang menghujaninya, Sasha bahkan menggunakan sihir petirnya, dengan serangan tanpa henti golem mundur dan meninggalkan Selbi yang terduduk lemas.
Dia telah banyak menahan serangan, armornya penyok bahkan perisainya juga sedikit cekung ke dalam.
Latisha menggunakan sihir api untuk ditembakkan ke arah golem, dia memang pernah disuruh oleh Melvin untuk sedikit belajar sihir namun sepertinya masih belum sempurna.
__ADS_1
Akan tetapi, semuanya jelas tengah berjuang, untuk Tyson dia sedang duduk mempersiapkan serangan terbaiknya, Skill Over Kill memiliki Cool down selama 10 menit, serangannya kuat sayangnya itu bukan sesuatu yang bisa digunakan berulang kali namun kini aku harus membuat serangannya seefektif mungkin.
Tepat saat aku mengalihkan pandanganku ke arah golem, aku terus melihat seluruh pergerakannya, dibanding tubuh yang lainnya dia mati-matian melindungi dadanya. Mungkinkah?
Aku berkata ke arah Noa.
"Noa, tolong sembuhkan Selbi dan berikan buff untuk kekuatannya."
"Ini sihirku yang terakhir kali, aku tidak akan bisa menyembuhkan yang lainnya."
"Tak masalah, berikan semuanya pada Selbi."
"Baiklah."
Sudah kuduga semakin lama kami bertarung maka semakin banyak kerugian yang kami terima, sementara semua orang secara frontal terus menyerang golem Noa sudah mengkonfirmasi bahwa dia sudah selesai.
"Latisha tolong berdiri di depan Selbi dan Selbi lepaskan perisaimu."
"Selbi akan melemparkanmu ke arah golem."
"Eh, itu terdengar bahaya tapi akan kulakukan sebaik mungkin."
Sesuai yang diharapkan dari Latisha walau dia bangsawan di tidak ingin kalah untuk berada di garis depan.
Aku melirik ke arah Tyson dan ia menganggukkan kepalanya untuk siap menyerang.
"Bagus, serang dadanya aku yakin di sanalah kelemahannya."
__ADS_1
"Dimengerti."
Bersama teriakan Tyson semua menghentikan serangannya saat dia melompat tepat di hadapan golem, job Monk memiliki penguatan fisik jadi dialah yang paling bisa diandalkan dalam serangan jarak dekat.
"Over Kill."
Skill diaktifkan dan dengan kekuatan luar biasa, deretan pukulan cepat menghantam tubuh golem tanpa henti.
"Masih belum," Tyson terus melakukannya sebelum akhirnya ditepis oleh tangan golem hingga terlempar jatuh menembus tanah.
Berkatnya kami bisa melihat sebuah bola kristal di tempat di mana dia menyerangnya.
Itu pasti yang dinamakan inti core yang disebut juga sebagai jantung golem.
"Selbi lakukan."
"Baik."
"Tunggu, tunggu, aku belum mempersiapkan hatiku."
"Tidak ada waktu. Majulah!"
"Aaah."
Latisha dilempar dengan kecepatan tinggi, dia menarik dua pisau belati ke depan tubuhnya dan bersiap menggunakan skill Blade Dance.
Golem menggunakan tangannya untuk menghalangi pergerakan Latisha, di saat yang sama Sasha menggunakan skill tanaman yang dipusatkan untuk menjatuhkan tangannya dengan lilitan.
__ADS_1
"Sekarang," teriaknya.
Tubuh Latisha berputar dan dengan gerakan cepat inti core berhasil dihancurkan.