Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 59 : Rencana Para Pahlawan


__ADS_3

Setelah berkeliling kami semua berkumpul di dalam gang sepi untuk saling berbagi informasi, Noa hanya mengatakan soal makanan yang dia temui uang menurutnya rasanya enak, tidak ada informasi yang berguna darinya. Sesuai yang kami duga sebelumnya jadi dari awal kami tidak mengharapkan apapun.


Kami mencocokan informasi dan sepertinya ada sebuah pertemuan yang akan diadakan tiga hari lagi, pemilik kota ini bernama Takumi dan empat lagi adalah Zhang Yue dari cina, Junhyung dari Korea, Oliveira dari Prancis dan terakhir Virginia dari As. Dua pria, tiga wanita dan semuanya bernasib sama sepertiku, kecuali nasib mereka sudah baik saat berada di dunia sana.


"Aku penasaran pertemuan apa yang mereka ingin bahas?" tanya Alice.


"Mungkin saja bahwa mereka sudah mau bergerak melawan raja iblis."


Aku membantah perkataan Latisha dengan gelengan kepala.


"Kalau mereka berniat seperti itu sudah sejak lama, mungkin mereka melakukan bisnis untuk menghasilkan uang bersama."


"Bisa juga."


"Apapun itu kita tetap akan menjalankan rencananya hanya saja kita akan menunggunya nanti, selama itu kalian bisa bersenang-senang."


"Itulah yang aku tunggu sejak lama."


"Jangan mengatakan hal itu dengan wajah serius," kataku pada Noa dan kami berpencar kembali dan hanya menjadikan penginapan sebagai titik temu kami.

__ADS_1


Aku menengok ke kiri ke kanan memastikan tidak ada siapapun yang mengikuti, aku seorang pria jadi ini wajar untuk berkunjung ke kafe yang di dalamnya berisi banyak pelayan cosplayer, ada yang mengenakan pakaian seperti dalam sebuah game, anime bahkan pelajar SMA.


Kurasa ini yang dinamakan surga dunia, aku diantar duduk oleh seorang gadis cantik di mejaku, saat aku tanpa sengaja bertatapan muka dengan pengunjung lain kami berdua secara serempak mengangguk mengiyakan selagi mengacungkan jempol.


Kurasa dia rekan seperjuangan.


Satu pelayan datang untuk memenuhi pesananku dan menata banyak makanan manis di meja.


Semuanya sangat enak, untuk omelette rice, pelayan itu membuat mantra yang cukup aku kenal baik.


"Jadi enak, Kyun Kyun."


"Silahkan Goshujin-sama."


"Terima kasih."


Sebentar lagi uangku akan terbang lebih banyak, Noa merangkulku dari belakang.


"Jadi ini tempat favoritmu, pantas saja tiba-tiba kau menyuruh kami untuk berpencar dan pergi kemanapun kami suka."

__ADS_1


"Aku ingin tahu bagaimana reaksi Arline jika dia tahu?" tambah Alice.


"Pesanlah yang kalian suka, aku yang mentraktir."


"Kau cepat mengerti Melvin, pesan ini, ini dan ini."


"Aku juga."


Ini lebih baik daripada Arline tahu jika aku pergi ke tempat seperti ini, aku yakin dia akan berpenampilan seperti pelayan dan akan selalu bilang, Goshujin-sama apa mau mandi, makan atau aku?"


"Itu cukup menyenangkan tapi jika Arline melakukannya setiap hari itu akan merepotkan."


Sesudah dari kafe kami mencoba arena game center, mereka menggunakan koin perunggu untuk game Dingdong, sementara koin perak dan emas untuk game konsol dan lainnya sebagai biaya sewa.


Walau terkesan mahal aku cukup senang bisa melihat hal yang berasal dari duniaku sebelumnya.


"Uwaah, ini hebat ada zombie keluar dari kotak ini, dan kita hanya harus menembakan senjata ini untuk mengalahkannya," teriak Latisha dan semua orang juga turut memperhatikan untuk secara bergiliran mencobanya.


Ini merusak dunia fantasi yang selama ini kubangun dalam pikiranku.

__ADS_1


__ADS_2