Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 24 : Latihan Yang Lain


__ADS_3

Sore hari menjelang matahari terbenam aku telah disibukkan untuk menguji kemampuan mereka semua, seperti yang kukatakan sebelumnya mereka telah menemukan satu orang yang mereka rekrut sebagai tank, yaitu seorang wanita tinggi dengan armor yang menempel di seluruh tubuhnya, ia mengenakan helm berhiaskan sepasang sayap dengan perisai besar di tangan kirinya serta pisau di tangan lainnya.


Ia masih dari ras kucing.


Walau tubuhnya cukup besar itu masih bisa disebut normal dikalangan wanita.


Sejauh ini aku tidak tahu wajah aslinya tapi jika tidak salah Noa memangilnya dengan nama Selbi.


Selbi hampir memenuhi perannya sebagai tank, dia berdiri di barisan paling depan untuk menahan seranganku dari ranting.


"Kerja bagus Selbi, paling tidak buat Melvin yang bodoh itu menggunakan pedang di punggungnya, terakhir kali pantatku terasa sakit karena dia menamparnya."


"Kau masih dendam rupanya."


Sayangnya sejauh ini tidak ada orang yang bisa memaksaku untuk menarik pedangku ini.


Latisha muncul dari samping untuk mengambil alih serangan, bersama Selbi mereka melakukan kombinasi satu dua. Sejauh ini aku belum melihat pergerakan Alice apa dia akan memanahku dari jauh. Tepat saat aku memikirkannya dia muncul dari belakangku secara tiba-tiba.


Aku tidak sempat menahannya karena fokus kepada dua orang yang sedang kulawan meski begitu aku menggunakan skill untuk membuatku melompat ke belakang dengan secepat mungkin.


Skill ini biasa digunakan oleh job Assassin yang disebut [Back Dash].


"Kau terkejut Melvin, aku memang tidak bisa menggunakan pedang tapi jika itu pisau aku masih berada dalam jangkauanku, dan sekarang aku sudah mengganti jobku sebagai Hunter," Alice menjelaskannya dengan bangga.

__ADS_1


"Kalian benar-benar telah berkembang, untuk Selbi kamu bisa langsung berbaur dengan yang lainnya, itu bagus."


"Terima kasih, tapi aku belum puas sebelum menghajar tuan Melvin."


"Sepertinya para wanita menaruh kebencian padaku, aku yakin bahwa aku hanya mengintip Arline saat dia mandi."


"Kami tidak ingin mendengarnya, simpan untuk dirimu," balas Noa menggunakan skill untuk mengembalikan stamina semua orang.


Alice dan Latisha menyeringai senang.


"Kalian benar-benar bersemangat."


Kami bertarung cukup lama namun pada akhirnya tetap saja aku menang.


"Ugh..."


Untuk latihan harian aku berikan pada Vista dan setiap seminggu sekali aku melatihnya seperti ini, cukup menguras tenaga namun dengan kemampuan sekarang mereka bisa menghadapi kabold dengan mudah.


Selbi melepas helmnya dan dibaliknya adalah wajah cantik dengan rambut coklat panjang, aku pikir dia akan terlihat sangar seperti preman tapi lebih dari itu dia cantik dan menawan dengan caranya sendiri.


"Terima kasih untuk latihannya."


"Sama-sama, jika kalian mempertahankan kecepatan ini, aku yakin kalian bisa secepatnya naik ke menara surga."

__ADS_1


Itu adalah cita-cita Alice namun semua orang juga mulai menyimpan impian itu juga.


Noa duduk selagi terengah-engah.


"Bajuku benar-benar penuh keringat."


"Tunggu sebentar, bukannya kau dari tadi hanya berdiri di belakang."


"Tetap saja kesulitannya sama."


Jelas itu tidak mungkin.


Pada latihan sebelumnya aku memang bisa menyerangnya dan terkadang mendaratkan pukulan di pantatnya, karena keberadaan Selbi aku kesulitan untuk melakukannya sekarang.


Noa memang harus bersyukur karena memiliki Selbi di partynya, serangan Latisha juga semakin baik ia juga sudah bisa melakukan sedikit sihir secara fleksibel ditambah dengan bantuan dari Alice mereka memiliki kekuatan dalam serangan jarak jauh, menengah ataupun dekat.


Aku pikir aku telah menciptakan party yang cukup kuat.


Aku berkata ke arah semuanya.


"Sekarang mari bersihkan diri, biar aku menggosok punggung kalian."


Mereka jelas menolak dan mengikatku dengan tali sebelum menggantungku di pohon. Mereka benar-benar kejam.

__ADS_1


__ADS_2