Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 29 : Alasan


__ADS_3

Aku cukup terkejut saat seorang memelukku, bukan berarti aku tidak suka dipeluk hanya saja jika dia wanita aku tidak keberatan, sayangnya yang memelukku adalah pria.


Dan juga.


"Siapa kau?"


"Apa Aniki lupa tentangku aku bangsawan Eren?"


Aku diam memikirkannya lalu segera memeluk Arline.


"Kau ingin mencuri calon istriku?"


"Tolong hentikan memelukku seenaknya saja."


"Aku tidak mungkin melakukannya, Aniki telah banyak membantu keluargaku mana mungkin aku melakukan hal tak terpuji, mulai sekarang aku akan hidup dengan jujur dan hanya menikahi gadis yang kucintai karena itulah aku ingin memperkenalkannya pada Aniki."


Dia menunjukkan calon istrinya yang baru merupakan wanita tinggi dengan gaun biru dan rambut coklat.


"Namaku Ariana, saya tunangan bangsawan Viscount Eren."


Aku sedikit sulit menerimanya, apa yang sebenarnya terjadi hingga Eren membuang tabiat.


Arline berbisik padaku.


"Mungkin ini soal pertukaran wilayah bangsawan Duke dan sepertinya jabatan Eren telah dipromosikan."

__ADS_1


"Benar Aniki, berkat Aniki keluargaku kini memiliki posisi baik di kerajaan, aku benar-benar merasa malu telah berbuat tidak sopan pada Aniki dan nona Arline, mulai sekarang aku akan mengabdikan diri pada Aniki."


"Bisakah kau tidak menyebutku seperti itu."


Aku tidak berniat membantunya, semuanya murni hanya kebetulan tapi jika dia berfikir begitu maka aku tidak keberatan.


Dia juga memiliki calon istri cantik jadi aku yakin dia tidak akan berani menyentuh Arline. Tapi ada sesuatu yang ingin kutanyakan tentang raja jadi kami berdua membicarakan hal itu di ruangan tertutup.


"Aniki penasaran soal itu, raja kita hobi menikahi banyak wanita."


"Maksudmu 30."


"Itu hanya jumlah yang diketahui tapi aku yakin raja punya hubungan di beberapa rumah bordil lainnya atau sejujurnya mungkin seperempat dari kerajaan ini diisi oleh keturunannya."


"Seharusnya begitu tapi kudengar nona Arline sedikit berbeda, bagaimana mengatakannya hampir seluruh kerajaan ini mendukungnya dan para bangsawan luar ataupun dalam menginginkannya."


"Apa karena cantik?"


"Kurasa kurang tepat mengatakannya seperti itu, semua orang mengatakan bahwa beliau seperti Dewi Elf Rein yang pernah membawa kedamaian di benua ini, semacam reinkarnasinya. Tidak ada orang yang bisa menumbuhkan tanaman sangat cepat selain Dewi Elf Rein itu sendiri."


"Jika kau mengatakannya itu memang kemampuan yang langka."


Bagi orang asing sepertiku, Dewi Elf merupakan sesuatu yang tidak kuketahui tapi dengan berbicara dengan bangsawan Eren, aku akhirnya bisa menentukan seberapa tinggi nilai Arline.


Dia benar-benar tak ternilai.

__ADS_1


Pertama dia didukung oleh banyak rakyat.


Kedua ia memiliki kemampuan untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman, jika sekarang semua orang dihadapkan dengan krisis kelaparan karena serangan pasukan raja iblis maka Arline adalah suatu jalan yang terbaik untuk menanganinya.


Dia jelas diperebutkan banyak orang.


Menjelang sore hari saat cahaya oranye menembus jendela, aku memanggil Arline ke ruanganku.


"Ada apa?"


"Bukan sesuatu yang khusus tapi bolehkah kau menunjukkan telingamu."


"Apa ini bentuk pelecehan?"


"Tentu saja tidak."


Arline menyibak rambutnya dan menampilkan telinga runcing, tak seperti di dalam game telinganya seukuran manusia jadi itu bisa tertutup dengan rambut.


"Kurasa kau lebih cantik jika menunjukan telingamu seperti itu."


"Terima kasih, tapi aku tidak akan terjebak rayuanmu."


"Begitu."


Kami berdua memandang ke arah jendela di mana di sana terlihat sebuah menara yang menjulang tinggi menembus langit yang disebut sebagai menara surga.

__ADS_1


__ADS_2