Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 63 : Serangan Pasukan Raja Iblis


__ADS_3

Aku menambahkan.


"Jangan khawatir, aku tidak akan membunuh kalian... bahkan sampah seperti kalian pantas mendapatkan kesempatan ke-2."


Aku melenyapkan kembali lingkaran sihir tersebut dan beralih menggunakan pedang di tanganku.


"Jika kau memiliki kekuatan seperti itu, harusnya kau sendiri bisa melakukannya," teriak Takumi.


"Aku punya alasan tersendiri, anggap saja ini termasuk hukuman dari dewi Noa untuk kalian."


Bersamaan teriakan putus asa, mereka menerjang ke arahku, tanpa perlu kesulitan aku menghajar mereka hingga babak belur dan kelimanya hanya duduk berseiza di depanku.


"Kami menyerah."


"Haha akhirnya kalian sadar diri, dengar... mulai sekarang kalian akan bertindak sebagai pahlawan, aku ingin kalian mengalahkan pasukan raja iblis dan melindungi setiap kota yang hendak diserang mereka."


Ketiga wanita di depanku tampak mengerang kesakitan dan saling berbisik.


"Orang ini tidak ragu memukul wanita."


"Dia menakutkan."


Ketika aku mengabaikan perkataan itu, tiba-tiba saja ledakan menggema dari arah kota, ada asap yang mengepul dari sana.


Lin yang sudah sembuh juga tampak terkejut.

__ADS_1


"Apa Noa meledakan kotanya?"


Semua orang serempak melirik ke arah Lin saat nama tersebut disebutkan.


"Apa maksudmu dengan nama Noa."


"Ugh."


"Tak perlu khawatir Lin, aku tidak berniat menyembunyikan dari mereka... karena akibat kalian, Dewi Noa dihukum turun ke dunia ini, karena itulah aku melakukan ini semua agar kalian tidak menyusahkannya lagi, dia cukup menderita karenanya."


Tentu saja kata 'Menderita' hanya dibuat-buat olehku, dia sangat menikmati hidupnya di sini, tidur nyenyak, makan-makanan enak serta melakukan segala hal yang disukainya, dia terlihat seperti seorang yang berlibur tentunya. Tapi aku pikir aku tidak akan mengatakannya jika ingin mereka menyesal.


Mereka semua menundukkan kepala, dan aku segera berlari ke arah kota secara tergesa-gesa.


Aku yakin sudah melarang Noa untuk meledakan kota, dengan kata lain hanya satu jawabannya, kota sedang diserang pasukan raja iblis.


Aku menebas beberapa iblis di luar kota sebelum berlari semakin masuk, Noa sedang menyembuhkan banyak orang terluka, sementara yang lainnya membentuk lingkaran untuk melindunginya.


"Kalian semua baik-baik saja."


"Syukurlah Melvin sudah kembali," ucap Latisha.


"Di mana Carol?" aku segera menanyakan hal demikian.


"Mereka membawanya."

__ADS_1


Sebelumnya diculik pahlawan sekarang dia malah diculik iblis, apa wanita itu hidupnya memang untuk diculik? Yah itu bisa kami pikirkan nanti mari habisi semua iblis di sini.


Lewat tebasan Latisha dan panah Alice, banyak iblis yang dihabisi. Untuk Selbi dia menangkis setiap serangan sihir yang tertuju pada Noa.


Dia baru saja menyelamatkan wanita yang memeluk anaknya dalam dekapannya.


"Cepat lari."


"Terima kasih banyak."


Kami dikepung oleh iblis dari atas dan bawah, Alice menembakan panahnya ke atas, selanjutnya panah yang lain berjatuhan menimpa semuanya.


"Skill baru?" tanyaku.


"Aku meminta para pedagang yang ke ibukota untuk membelikan satu skill untukku."


"Begitu."


Harusnya kami memang pergi ke sana. Karena sibuk aku melupakannya.


Dari ledakan asap, pemimpin dari pasukan ini muncul.


"Kukira pahlawan yang telah mengganggu rencanaku ternyata hanya cecunguk dari guild petualang."


"Siapa yang kau panggil cecunguk dasar iblis rendahan, mari habisi dia."

__ADS_1


Seperti biasa Noa paling bersemangat soal membunuh iblis.


"Jika kalian bisa... majulah, aku Gravindor akan membunuh kalian semua," katanya selagi mengarahkan tombak di tangannya, ngomong-ngomong bagian tubuh bawahnya adalah tubuh kuda.


__ADS_2