Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 68 : Seorang Elf


__ADS_3

"Lin bukannya kau lebih gemukan sekarang."


"Mustahil? Padahal aku hanya ngemil sepuluh kali satu hari."


"Yah bukannya mungkin itu penyebabnya."


"Aku harus berolahraga."


Lin yang duduk di bahuku mulai mencoba sit up dengan perut buncitnya.


"Aku harus diet.. capek ah, istirahat sebentar."


Semoga beruntung untuk dietnya.


Hari ini aku dan Vista akan mengunjungi ras Kabold, menurut Claudia mereka ras yang cocok untuk membantu pekerjaan Vista, jika Dwarf ahli membuat sesuatu mereka ahli dalam mendirikan bangunan.


Beberapa elf kadang meminta jasa mereka untuk mendirikan rumah pohon. Lokasinya cukup jauh dan aku bisa melihat Vista kehabisan nafas karena terus mendaki gunung.


Dari desa ras kucing mereka berada dua gunung ke selatan.


"Lelah sekali."


Dia kuat dalam bertarung namun lemah dalam mendaki.


"Bisakah kita beristirahat sebentar?"


"Aku tidak masalah."


"Apa kita harus berjalan kaki lagi saat pulang."


"Jika kembali kita bisa menggunakan teleportasi jadi tak perlu khawatir."


Asal tempat itu sudah aku kunjungi berpindah tempat bukanlah sesuatu yang sulit.


"Itu melegakan."


Sementara Vista menyandarkan dirinya di pohon, aku mengalihkan pandanganku untuk mengawasi sekitar, sepertinya tidak ada monster di sini jadi perjalanan kami cukup aman.


"Kyaaa."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Seseorang berteriak, aku akan mengeceknya."


"Aku akan tunggu di sini."


Aku melompat dari pohon satu ke pohon lainnya dan menemukan seorang wanita elf sedang dililit seekor ular besar. Dia mengenakan pakaian dari daun, bertelinga runcing serta berambut pirang.


Ini pertama kalinya aku melihatnya jadi itu sangat nostalgia.


"Tolong selamatkan aku."


"Aku suka melihat elf yang dilecehkan oleh ular."


"Berhenti bercanda."


Aku memotong leher ular yang hendak memakannya dan dia berhasil diselamatkan.


"Kau lama sekali, aku bisa mati barusan."


"Tapi kau tidak mati kan."


"Hal barusan tidak disengaja."


"Jadi apa yang sedang kau lakukan di hutan Nona?"


"Nara, itu namaku. Aku sedang berburu namun malah aku yang diburu."


"Kondisi seperti itu memang sering terjadi, kau harus mulai terbiasa. Kalau begitu sampai nanti."


"Tunggu sebentar? Siapa kau dan keperluan apa kau kemari?"


"Namaku Melvin dan aku sedang pergi ke pemukiman Kabold."


"Kabold, kalau mau aku bisa mengantarmu untuk menemui mereka.. jika masuk ke dalam kalian mungkin tidak akan bisa masuk ke hutan sesat."


"Hutan sesat?"


"Um.... hutan itu hanya bisa dilewati oleh elf."

__ADS_1


Aku memikirkannya sesaat sebelum membalas.


"Bukannya pemukiman Kabold tidak melewati hutan seperti itu?" paling tidak Claudia tidak menyatakan hal itu.


"Aku dengar para Kabold ditipu seseorang, mereka bekerja untuk membangun rumah namun tidak dibayar karena itu mereka menyembunyikan diri di dalam hutan sesat, kebetulan aku sendiri yang membantu mereka juga."


"Kalau begitu tolong bantuannya."


"Serahkan padaku."


Nara buru-buru berjalan di sebelahku mengikutiku kembali ke tempat di mana aku meninggalkan Vista dan terlihat dia baru saja membunuh seekor beruang besar.


"Kau kembali, aku baru saja diserang beruang ini."


"Apa? Aku sudah sejak lama mengincarnya kau mengalahkannya dengan tangan kosong."


"Siapa gadis elf yang mengenakan bra dan rok pendek ini."


"Namanya Nara, dialah orang yang berteriak tadi."


"Jadi begitu."


"Sepertinya dia sedang berburu disekitar sini."


"Kami ras elf memiliki tradisi pendewasaan yang mana ujiannya yaitu berburu sendirian dan nantinya akan diakui sebagai elf dewasa dan bisa bergabung dengan elf lainnya."


Ini pertama kalinya aku mendengarnya.


"Melvin bisa kita olah daging beruang ini?"


"Tentu, mari buat rebusan."


"Makanan, aku juga ingin makan."


"Bagaimana dengan dietmu?"


"Aku akan diet saat nanti pulang ke desa, sekarang makan sampai puas."


Jalan dietnya akan berliku.

__ADS_1


__ADS_2