Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 23 : Setengah Peri


__ADS_3

Hanya dua hari bangsawan Duke menginap di desa kucing, setelah mereka pergi aku kembali mengawasi ladang yang sudah diperluas dua kali lipat sekarang, bersama Arline aku membantu semua orang memanen tomat.


Tomat yang kami hasilkan sangatlah bagus dengan warna terang serta ukuran yang cukup besar, aku terlalu menikmati diriku melihat Arline hingga melewatkan itu.


"Kamu tahu menatap seorang gadis seperti itu akan terancam hukuman penjara."


"Itu terlalu berlebihan karena aku hanya sedang menikmati kecantikanmu."


"Aku tidak tahu harus senang atau tidak dengan gombalanmu itu."


Aku tertawa ragu sebelum akhirnya kembali memetik tomat, aku menjelaskan berbagai manfaat tomat ini khususnya cara mengolahnya, yang paling sederhana yaitu dengan menambahkan gula ke dalamnya dan itu rasanya cukup enak.


"Tomat ini memang terasa manis," kata Arline setelah menggigitnya satu.


"Kamu menyukainya, semua ini berkat Arline juga bagaimana jika kau mencoba menaikan levelmu? Mungkin jika kau sedikit menaikannya maka skill pertumbuhan tanamannya jadi sedikit cepat."


Arline mengembungkan pipinya.


Aku menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Tentu saja tidak harus dengan melakukan itu, kau bisa ikut dengan party Noa dan mencoba berbaur dengan mereka."

__ADS_1


"Itu terdengar seperti aku sedang dicoba dimutasi ke bagian berbeda, tapi sungguh aku menolak... jika kau ingin membuatku naik level maka berusahalah untuk membuatku jatuh cinta dan nikahi aku."


Aku sedikit heran apa itu artinya ia telah menyalakan lampu hijau untukku, atau mungkin hanya mencoba menjahiliku saja.


Manapun keduanya adalah langkah awal yang baik.


"Aku tidak bermaksud begitu, aku bisa melihat statusmu secara langsung, dan kamu memiliki skill yang menarik di sana."


"Apa kau tidak pernah diajarkan bahwa melihat status orang lain itu tidak sopan, bagaimana mengatakannya kau seperti melihat seorang telanjang."


"Aku selalu membayangkannya saat melihatmu."


"Menyakitkan sekali," tentu ini hanya akting, aku tidak benar-benar sakit kau tahu.


"Aku tidak berniat menahan kekuatan saat memukulmu."


Aku mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Ngomong-ngomong Arline, rasmu adalah setengah peri apa orang tuamu campuran."


"Seperti itulah, ibuku adalah peri dan ia menikahi dengan raja manusia, meski demikian status ibuku hanyalah seorang selir pertama, sementara istri resminya tetap manusia, kebetulan ratu tidak bisa memberikan keturunan karena itulah aku yang diangkat sebagai pewaris tahta sebelumnya."

__ADS_1


"Berapa istri raja sekarang?"


"Sekitar 30."


Dia menikahi banyak wanita, aku hendak meneriakkan hal itu namun syukurlah bahwa aku bisa menahannya kembali.


"Dengan jumlah sebanyak itu sulit untuk mengatur setiap orang, karena itulah aku membenci poligami."


Sekarang aku mengerti kenapa Arline tidak menyukai jika dia dipoligami ia mungkin telah mengetahui banyak hal buruk dari kehidupan di istana.


"Meski aku keluar dari istana itu bukanlah masalah, akan banyak orang yang menggantikanku dibandingkan berada di kerajaan aku lebih suka tinggal dan melakukan hal seperti yang kuinginkan."


"Tapi bagaimana dengan ibumu?"


"Dia hidup nyaman di istana dan sesekali aku mengiriminya surat juga."


Paling tidak hubungan keduanya masih terjalin baik, aku bersyukur untuk itu.


Setelah selesai kami memindahkan tomat yang aku petik ke dalam tong-tong yang akan disortir oleh tim lainnya untuk dijadikan berbagai olahan seperti saus tomat serta makanan lainnya.


Semua ini hanya dijadikan kebutuhan desa dan semua orang mendapatkan secara gratis, sampai jalan yang dibangun bangsawan Duke selesai kami memanfaatkannya untuk diri kami sendiri.

__ADS_1


__ADS_2