Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 48 : 10 Menit Menuju Kemenangan


__ADS_3

Sementara aku duduk memperhatikan pertarungan, Lin yang duduk di bahuku sedang asyik memakan roti.


Ukuran dia kecil jadi dia bisa menghemat satu roti untuk dirinya sendiri.


"Mereka kuat, ini sudah lima menit meski begitu mereka masih terus bertarung."


"Aku juga merasa begitu, namun jika di lima menit berikutnya mereka gagal, musuh mereka akan kembali pulih dan itu merupakan kekalahan telat."


Tubuh mereka babak belur begitu juga Minoutarus yang kehilangan dua tangan tambahannya.


Alice bergerak maju dengan pisau miliknya, dia menghindari tebasan pertama dari musuhnya lalu melompat untuk menusuk bahunya, Latisha melakukannya hal sama namun berada dari belakang.


Tubuhnya keras akan tetapi berkat peralatan yang kubuat, itu bisa mengimbanginya.


"Aaaaaaah."


Bersamaan teriakan Selbi, dia memutuskan berlari untuk membenturkan perisainya.


Dentuman keras menggema, entah Latisha atau Alice keduanya melompat turun saat tubuh Minoutarus terdorong.


Sasha menggunakan sihir petir untuk sedikit memberikan luka tambahan, itu berulang kali hingga dia kehilangan mana dan roboh ke lantai.


"Sisanya kuserahkan pada kalian."


"Aah."

__ADS_1


Marie, Tyson, Latisha melakukan kombo bertubi-tubi untuk menyerang musuhnya, Alice juga menembakan panahnya berulang kali mengikuti ritme di depan, itu serangan yang dipenuhi putus asa dan penghabisan. Namun, sesuai yang diduga bos ini pintar. Dia sedang menunggu cooldown healing skillnya berakhir.


Dia membuang senjatanya kemudian menahan seluruh serangan tersebut dengan menyilangkan tangan di dada.


"Sial, kita tidak bisa menembusnya."


Noa sudah tidak bisa bergerak, jika dia terlalu jauh Barrier yang digunakan untuk menahan skill Paralyze bisa hancur, begitu juga Selbi yang seutuhnya kehilangan tenaga. Sejauh ini aku yakin dia sudah menahan 30 serangan dengan perisainya yang masing-masing serangan merupakan serangan mematikan.


"Ini sudah batasnya kah."


Jika terjadi sesuatu yang buruk aku akan bergerak secepatnya.


"Masih belum, semuanya terus serang," teriakan Alice membakar semangat yang tersisa untuk semua orang kendati demikian mereka terhempas secara bersamaan.


Dua menit tersisa menuju akhir.


"Tuan sudah mau bergerak."


"Iya, mereka kalah karena tidak banyak memiliki skill seharusnya aku biarkan mereka pergi ke ibukota untuk mendapatkan skill baru."


"Tuan melakukannya agar mereka tidak ditanyai banyak hal saat di ibukota terlebih jika kristal digunakan kemungkinan guild juga mungkin akan merampasnya dan menggunakannya."


Misal seseorang sampai lantai 10 maka seseorang yang lain bisa melanjutkannya, ini adalah salah satu tujuan guild yang didasari pikiran raja, hal seperti melaporkan informasi hanyalah tipuan agar guild mengetahui seberapa jauh seseorang pergi agar mereka bisa melanjutkannya dengan orang baru jika mereka mati.


Kristal sama seperti penanda teleportasinya jadi asal siapapun memiliki kristal yang sudah ditandai mereka bisa pergi dengan mudah walaupun tidak ikut berpetualang.

__ADS_1


"Begitulah, pada dasarnya menara yang bisa mengabulkan satu permintaan bagi siapapun yang mencapai lantai akhirnya seharusnya tidak ada, bagaimana jika permintaan itu yang merujuk pada kehancuran dunia, Noa dari awal salah menciptakannya."


"Jika begitu maka permintaan tuan adalah."


"Menghilangkan menara surga," potongku demikian.


"Tuan sudah memikirkan sejauh itu, aku terkesan meskipun semuanya hal merepotkan."


"Apa boleh buat, tugasku adalah memperbaiki kesalahan dewi itu jadi akan kulakukan sampai akhir."


Aku menarik pedangku dengan tangan kanan lalu menghilang dan muncul untuk menahan pukulan yang terjulur pada Alice dengan tangan kiri.


Satu detik cooldown healing-nya habis, aku menebas Minoutarus hingga terbelah dua dari kepala sampai bawah.


Alice roboh dan aku menangkapnya.


"Kerja bagus Alice, kau sudah bekerja keras."


"Tapi kami tidak bisa mengalahkannya."


"Tidak itu sudah cukup, jika persiapan kalian matang hal barusan bukan apa-apa, ini kemenangan kalian."


Meski aku mengatakan itu mereka malah menangis.


"Sial, sedikit lagi kita menang," ucap Tyson mewakili perasaan semua orang.

__ADS_1


Mereka mungkin merasa menang tapi tidak benar-benar menang.


__ADS_2