Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 56 : Pengembangan Desa


__ADS_3

Lin mendarat di kepalaku dengan santai.


"Yang barusan pertarungan bagus."


"Kurasa aku berlebihan hingga merusak hutannya."


Tak lama kemudian Vista muncul selagi menyeret seorang pria di belakangnya.


"Melvin kau sudah melakukan tugasmu di sana."


"Ini bukan hal sulit, jadi siapa pria yang diseret olehmu?"


"Dia jenderal Douglas, aku menghajarnya tanpa ampun."


"Dia benar-benar babak belur."


Atau sejujurnya wajahnya juga tidak terlihat normal dengan banyak benjolan layaknya disengat lebah.


"Dimana yang mulia?" tanyanya dengan panik.


"Dia sudah mati, saat dia memutuskan berada di garis depan maka dia sudah kalah."


"Kau?"


Douglas hendak bangkit dan Vista memukulnya hingga berlutut di tanah kembali.


"Apa aku harus membunuhnya bersama pasukan musuh lainnya?"


"Tidak usah, biarkan Bernard yang mengurusnya saja... mereka mungkin akan dipenjara atau dipekerjakan di pertambangan."

__ADS_1


"Aku mengerti."


Berita kekalahan raja telah menyebar ke semua pasukan yang bertarung, dengan sendirinya mereka akhirnya menyerah dan akhirnya Bernard yang mengambil alih, untukku sendiri hanya duduk di kantorku mengurusi tugas yang lainnya.


"Biasanya orang tidak akan bisa sesantai itu setelah mengalami perang besar, aku selalu kagum denganmu," suara itu berasal dari Claudia yang duduk di mejaku selagi melihat-lihat berkas di tangannya.


"Kurasa begitu," jawabku singkat.


"Ini rencana pembangunan desa kucing, benar-benar hebat."


"Jangan menggangguku sebaiknya kau pergi... bukannya perang sudah selesai dan juga keluarga bangsawan Duke telah pergi ke ibukota untuk dilantik sebagai raja baru, jadi tidak ada hal yang menarik lagi untuk kau lihat."


"Bagiku semua hal di sini sangat menarik, memang benar kau tidak berniat mencari istri baru tapi paling tidak terimalah aku sebagai anak buahmu, aku akan berguna loh."


"Keluargamu akan marah."


"Hal seperti itu kecil... selagi aku memberikan keuntungan tidak ada yang dirugikan."


"Tepat sekali... semua hal dilakukan ayahku ataupun Ibuku dalam bisnis semuanya adalah ideku, sebelumnya kami hanya orang susah yang tinggal di pelosok rumah kumuh."


Itu mengejutkan, dialah sebenarnya orang yang jenius.


Claudia meletakan berkas yang berada di tangannya dimulai dari pembuatan pelabuhan untuk menyalurkan perdagangan ke setiap benua, pembuatan guild pedagang di kota Isbel serta rencana desa kucing yang akan diperluas lagi, semua itu sudah cukup membuat seseorang menjadi kaya raya.


"Jika kau memaksa aku tidak masalah mempekerjakanmu."


"Yey, dimana aku beroperasi?"


"Kau bisa mengambil wilayah pelabuhan saat sudah di dirikan."

__ADS_1


Claudia ahli dalam menangani orang asing dan juga bernegosiasi pada siapapun, dia adalah orang yang sangat kompeten dalam bidang ini.


Tak lama kemudian Vista dan Arline masuk ke dalam ruangan. Mereka sepertinya mendapat banyak masalah.


"Terima kasih untuk kerja kerasnya."


"Ah yah, banyak ras kucing yang memutuskan tinggal di sini aku benar-benar lelah mendatanya."


"Setelah jalan dibuat banyak pedagang yang mengambil barang dari kita, mereka benar-benar gigih dalam menawar," tambah Arline sebelum menatap ke arah Claudia.


"Kenapa bocah ini ada di sini?"


"Claudia memutuskan untuk bekerja dengan kita juga... dia akan mengambil pelabuhan yang akan segera dibangun."


"Orang ini yang bertanggung jawab," teriak Arline.


"Aku masih muda mohon bimbingannya."


Vista tertawa di mejanya.


"Anak pedagang terkenal jadi budak Melvin, ini sungguh ironis."


"Aku tidak membuatnya jadi budakku."


Arline terlalu lelah untuk berdebat jadi dia hanya menghela nafas panjang lalu duduk di kursinya.


"Kau jadi baik, itu membuatku terkejut."


"Berisik, pokoknya jika urusanmu sudah selesai cepat pergi dari sini."

__ADS_1


"Ogah, aku ingin lebih lama di sini... di tempatku dipenuhi pria yang terus mengatakan soal keuntungan, di sini aku merasa bebas melakukan sesuatu yang kuinginkan."


Dia bebas tapi aku yang merasa kesusahan, jika pelabuhan sudah selesai dia juga nantinya akan tinggal di sana, yang kulakukan hanya harus bersabar.


__ADS_2