Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 75 : Perpustakaan Ibukota


__ADS_3

Bersama anggota partyku yang biasanya, kami mengunjungi tempat yang seharusnya kami kunjungi sejak lama, perpustakaan. Di sini banyak buku yang kami bisa dapatkan untuk mempelajari skill.


Hanya meletakan tanganmu di sampulnya maka dengan begitu skill baru akan jadi milikmu.


Aku melebarkan tanganku selagi berkata pada mereka.


"Pilihlah yang kalian suka dan sebanyak apa skill yang ingin kalian miliki, kita akan melawan raja iblis maka jangan setengah-setengah."


"Dimengerti, mungkin ini adalah pertarungan sesungguhnya jadi kami memang harus banyak persiapan," ucap Selbi yang mendapatkan anggukan yang lainnnya sebelum akhirnya berpencar.


Seorang gadis kecil menyodokku dengan sebuah tongkat.


"Harga skill ini tidak murah, aku tidak menerima hutang atau cicilan apapun."


"Aku tahu, aku tidak berniat begitu juga."


"Syukurlah kau mengerti."


Dia adalah pemilik perpustakaan ini dan orang yang menciptakan berbagi skill untuk dipelajari orang lain, sosoknya mungkin sangat penting dari siapapun dan aku yakin umurnya lebih dari ribuan tahun.


Aku duduk di depannya yang sedang mengecek buku-buku baru sampai dia bertanya ke arahku.


"Kau tidak memilih satupun?"

__ADS_1


"Aku tidak usah, aku hanya datang untuk melihat."


"Ada biaya tambahan untuk melihat jadi cepat bayar."


"Kau ini pelit sekali, namun ngomong-ngomong ini tempat yang hebat? Aku yakin buku di sini ada ratusan juta."


"Kau memang benar, setiap buku yang telah diambil aku harus menyalinnya kembali agar buku terbaru bisa digunakan generasi berikutnya singkatnya agar semua orang bisa menggunakannya."


Kau hanya harus menyentuh sampul tersebut dan skill akan langsung bisa dipelajari, sementara tulisan buku sebelumnya akan menghilang dan kami berikan kembali pada penjaga perpustakaan.


Setelah masing-masing memilih skill yang mereka inginkan, kami berlatih dengan jumlah hari yang tersedia dan kemudian pergi ke kastil raja iblis.


Entah apa hasil yang diterima pahlawan lain, asal raja iblisnya kalah kami tetap menang.


Alice, Latisha, Selbi dan Noa.


Dia menarik busur di tangannya untuk menciptakan panah cahaya yang diselimuti elemen angin.


"Wind Arrow."


Panah meluncur dimana mampu membelah angin, dengan skill pengadaan serangan panah tersebut menjadi banyak dan semakin banyak yang mana menghujani mereka dengan teriakan rasa sakit.


Pemimpinnya yang mengenakan armor tampak menebas setiap pedang melalui pedangnya.

__ADS_1


"Serangan kecil tak akan bisa mengalahkanku."


"Kalau begitu bagaimana dengan ini."


Lingkaran sihir cahaya muncul di atas kepalanya, saat dia mendongak untuk memastikannya, cahaya dijatuhkan bagaikan sebuah pilar lalu meledakannya menjadi butiran debu.


"Rasakan kekuatan suciku."


Noalah yang melakukannya jadi akan selalu terlihat berlebihan, untuk sekarang kami bisa memasuki kastil raja iblis tanpa kesulitan.


Beberapa penjaga dijatuhkan olehku dan Latisha yang berlari di bagian depan sedangkan Noa dan Alice mengikuti dari belakang bersama Selbi.


Latisha menggunakan skill Doubel Slash kemudian dia menggabungkan dengan Switch yang mana memaksa siapapun berhadapan dengannya. Seperti biasa aku hampir tidak mendapatkan bagian.


Ada seekor orc raksasa yang menghalangi jalan kami berdua.


Latisha meluncur di bawah kaki orc tersebut untuk menyerang dari belakang sementara aku menahan tebasan yang dia lesatkan pada kami.


Sebuah gada yang begitu berat hingga aku yakin beratnya sekitar 1 ton.


Alice dan Noa mundur sementara Selbi maju, tepat saat dia akan mengayunkan gadanya kembali aku berguling ke samping dan menyerahkannya pada Selbi.


Skill High Wall-nya menahannya dengan baik.

__ADS_1


"Sekarang," teriaknya.


Entah aku atau Latisha menghabisinya dengan tikaman. Orc roboh dan kami melanjutkan perjalanan ke singgasana dan di sanalah raja iblis yang menjadi bos terakhir berada.


__ADS_2