
Dengan empat kaki sosok Gravindor bergerak sangat cepat. Dia membenturkan ujung tombaknya terhadap perisai Selbi.
"Skill counterku tidak aktif."
Tubuh Selbi terlempar ke arah kami, aku dengan sigap menahannya walaupun sedikit terdorong ke belakang.
"Hati-hati dengan tombaknya, senjatanya memiliki penetralisir status abnormal," teriakku pada Latisha dan Alice yang telah menerjang ke depan.
Itu menghilangkan kemampuan saat menyentuh lawan.
Alice melompat sembari memberikan tebasan tanpa skill, di saat yang sama Latisha juga.
Mereka bertarung dengan cepat dan Gravindor mampu mengimbanginya meskipun tubuhnya adalah sebuah gabungan dua bentuk berbeda.
"Terima kasih Melvin."
"Tak apa, kau tidak cocok melawannya... lebih baik lindungi Noa saja."
"Aku mengerti."
Noa hanya berdiri dan sesekali memberikan sihir buff, aku juga harus bertarung.
"Lin terbang ke arah Latisha dan gunakan mode pembunuh iblis padanya."
"Okay."
Aku dan Lin berlari masuk ke dalam pertempurannya, Lin mendaratkan dirinya di atas kepala Latisha dan itu merubah dirinya menjadi sosok berzirah hitam, walau tubuhnya terpental zirah itu dengan baik melindunginya.
"Alice?"
__ADS_1
"Baik."
Ketika dia melompat untuk memberikan tebasan udara aku juga melesat dengan tebasan dari bawah. Gravindor tahu bahwa aku yang akan lebih dulu sampai padanya jadi dia segera menyerangku dengan sekuat tenaga. Semuanya sesuai dugaanku, aku melepaskan pedang dari tanganku membuatnya sontak terkejut.
"Mustahil? Kenapa kau?"
Melalui tangan kosong aku menangkap tombak tersebut, saat dia menariknya itu membuatnya kesulitan.
"Dari awal kau merencanakan hal itu."
"Bertarung bukan hanya menggunakan otot dan kekuatan, kecerdasan diperlukan untuk membuatnya semaksimal mungkin."
Dengan terpaksa Gravindor melepaskan tombaknya demi menghindari serangan Alice, Latisha yang telah pulih juga ikut bertarung bersama mereka.
Aku melemparkan tombak di sela-sela pertarungan mereka hingga tombak itu menembus tubuhnya.
"Sialan, apa-apaan ini kau pasti bercanda? Hanya dengan cara kecil ini aku bisa dikalahkan dengan mudah."
Tubuh Gravindor meledak dahsyat dan sekarang seluruh tubuhnya terbakar api merah membara. Tombak ditubuhnya telah ditarik oleh dirinya sendiri.
"Seharusnya aku tidak melemparkannya barusan."
Aku mengambil pedang yang kujatuhkan, entah Noa atau Selbi turut mendekat.
"Ini merepotkan tapi kita bisa menghancurkannya bersama," ucap Alice.
"Kau pasti bergurau, kita akan terbakar... bangunan di sekelilingnya meleleh loh," tambah Noa lalu disusul Latisha dan Selbi.
"Akan kukeluarkan kemampuanku."
__ADS_1
"Aku tidak yakin bisa menahan serangannya tapi akan kucoba yang terbaik."
"Jika tidak bisa didekati aku hanya harus menebasnya dari sini, kalian minggirlah."
"Entah kenapa rasanya jika bersama Melvin kita bisa melakukan apapun."
Aku membiarkan perkataan Alice begitu saja, dia dan yang lainnya bergerak mundur, aku berdiri selagi memegangi pedangku dengan dua tangan sembari diangkat ke atas.
Gravindor pun bersiap untuk melemparkan tombaknya juga.
"Tidak ada yang bisa selamat setelah aku menggunakan seluruh kekuatan asliku, manusia seperti kalian lenyaplah dari dunia ini... aku salah satu jenderal pasukan raja iblis, Gravindor."
Aku menimpali.
"Seorang petualang dengan job Sword Master, Melvin."
Ketika kami selesai menyebutkan nama masing-masing, aku menebaskan pedangku begitu juga Gravindor yang melemparkan senjatanya dimana seluruh area berubah bercahaya, angin berhembus menerbangkan seluruh bangunan bahkan semua anggota partyku membungkuk rendah selagi menjaga keseimbangan mereka.
"Melvin kamu berlebihan."
"Uwwaaaaah.... apa-apaan tebasan mengerikan ini, aku sempat mendengar suara aneh."
"Itu berasal dari tekanan mana yang terdengar seperti angin badai."
"Kerja bagus, berikan iblis itu pelajaran."
Aku tidak tahu siapa yang berbicara, yang kutahu entah Gravindor atau kotanya kini telah lenyap, dua gunung di belakangnya juga telah lenyap.
"Lebih baik kita pergi menyelamatkan Carol."
__ADS_1
"Kau jelas tidak ingin bertanggung jawab," ucap Noa saat aku sudah berlari menjauh dan mereka mengikutiku dari belakang.