Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 49 : Akhir Dari Sebuah Awal Dan Awal Dari Sebuah Akhir


__ADS_3

Aku mengumpulkan semua orang lalu menjelaskan apa yang direncanakan olah guild termasuk raja pada mereka. Itu membuat mereka terdiam hingga tak bisa mengatakan apapun lagi.


"Jika analisa Melvin benar, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Marie.


"Sederhana saja kecuali aku kalian tidak boleh menulis permintaan apapun."


Mendengarku semua orang terdiam namun sesaat itu suara tertawa Tyson terdengar.


"Hahaha jika kau mengatakan itu maka apa boleh buat, kita sudah banyak memiliki banyak kristal kita sudah kaya tujuh turunan."


"Itu benar, aku tidak keberatan," tambah Sasha dan Selbi melanjutkan.


"Jika begitu Melvin akan ketahuan bahwa kamulah yang membuat menara surga menghilang."


"Itulah tujuan dari rencana ini."


"Itu tidak bisa, kau mengobarkan dirimu sendiri untuk melindungi kami," protes Marie.


"Tak masalah, aku bisa berhadapan dengan raja sendiri tapi kalian tidak begitu, tolong ingat keluarga kalian yang sedang menunggu."


Marie memekik kesal.


Mereka hanya harus mengatakan hal sesungguhnya dengan sedikit kebohongan, ketika mereka pingsan bahwa akulah yang mengambil kesempatan untuk membuat permintaan.


Aku melirik ke arah Alice.

__ADS_1


"Maaf Alice sepertinya kau tidak bisa menggunakan permintaan yang selalu kau inginkan."


Dia menggelengkan kepalanya lalu membalas.


"Tak apa, lagipula permintaanku sudah sedikit terkabul, aku hanya ingin ras kucing diakui keberadaannya sebagai ras yang kuat dan menjadikan desa lebih maju, tidak ada hal yang kuinginkan lagi selain itu."


Aku mengangguk mengiyakan.


Anggota yang lainnya juga tidak keberatan.


Aku menuliskan permintaan di kertas lalu menggantungnya di pohon bambu yang tiba-tiba muncul.


"Penaklukan menara surga telah selesai."


Alice mengeluarkan kristal kemudian menandai tempat ini sebelum mengirim kembali ke luar menara, kami disambut teriakan banyak orang, sebelum akhirnya mau tak mau melaporkan hal ini pada pihak guild.


Di dalam kamar pribadi raja ia sedang bersenang-senang dengan semua istirnya, mereka terkapar begitu saja di lantai dengan tubuh telanjang, sementara satu di antara mereka tengah direnggangkan di atas tempat tidur hingga terkulai lemas, ia adalah seorang peri atau lebih tepatnya ibu Arline bernama Natasha.


Dia bersuara imut saat kedua dadanya dipegang dengan kasar.


"Itu terlalu tiba-tiba."


Tak lama sebuah suara terdengar dari pintu yang tertutup. Suara seorang prajurit.


"Yang mulia raja ada kabar dari guild bahwa seseorang telah mencapai lantai terakhir."

__ADS_1


"Owh, itu bagus.. dengan begitu aku tidak perlu repot-repot lagi memanjat ke atas menara, aku akan selesai beberapa jam lagi tolong siapkan semuanya dengan baik."


"Saya mengerti"


"Apa kau akan pergi?" tanya Natasha.


"Tentu saja, ini adalah hal yang selalu kuinginkan sejak lama, dengan mencapai puncaknya tanpa kesulitan aku bisa meminta memiliki tubuh abadi, kekayaan dan kesenangan hidup ini tidak akan pernah berakhir selamanya."


"Apapun itu terserahlah, yang kuinginkan hanya tidur seperti ini."


"Kau benar-benar wanita yang menjanjikan Natasha."


Setelah bersiap-siap raja beserta pasukannya keluar istana, salah satu prajuritnya lebih dulu menyadari sesuatu yang janggal.


Dia berkata dengan nada ragu.


"Lihat di sana, me-menaranya tidak ada."


Semua orang terkejut termasuk raja, dengan kesal mereka mengunjungi guild dan guild master di sana diserang berbagai pertanyaan.


"Hanya petualang Melvin yang membuat permintaan, katanya semua orang saat itu telah pingsan."


"Melvin? Jadi orang itu... buat selembaran untuk mencarinya, dia adalah pengkhianat kerajaan dan termasuk orang yang mencuri putriku, aku ingin kepalanya dibawa padaku."


"Kami mengerti yang mulia raja Rodan."

__ADS_1


Melvin telah membawa dirinya ke pertarungan yang berbeda.


__ADS_2