Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 54 : Satu Lawan Satu


__ADS_3

Saat ini Noa sedang bermain dengan anak-anak desa, dia berlari lalu terjatuh selagi memegangi lututnya yang berdarah.


"Tidak, panggilkan aku seorang yang bisa sihir penyembuh. Help me!"


Dia pasti lupa bahwa dirinya seorang Arch Priest yang kekuatannya sejajar dengan botol potion.


Mengesampingkan Noa, aku memperhatikan Alice yang sedang mengajari gaya bertarung pada para anak muda, dia serius akan hal itu.


Untuk Latisha sedang mengadakan pesta teh dengan keluarganya dan Selbi sedang latihan otot. Mereka memiliki kesibukan yang bagus di desa, tentu saja kecuali Noa.


Dia yang sudah menyadari dirinya sebagai botol potion bangkit kemudian menghibur dirinya dengan pertunjukan sulap yang mampu menghibur semua orang.


Hanya sekali saja terkadang aku lupa bahwa Noa memang memilih senyuman indah.


Beberapa hari berikutnya aku duduk bersila di atas batu selagi menutup mataku, adapun Lin dia duduk selagi mengemil di bahuku, bersamaan itu ledakan telah terdengar saling sahut menyahut hingga menciptakan semburan tanah ke udara, kami sedang perang sekarang. Kecuali klan pelindung desa dan anggota partyku semua orang dilarang ikut serta.


Seorang pria tua dari ras kucing berjalan melewatiku dengan bunga di tangannya. Dia berjalan selagi membungkuk rendah serta menggunakan tongkat di tangannya.


Aku segera menghentikannya.


"Maaf tapi kita sedang perang bisakah kau datang nanti saat perangnya selesai."


"Tapi kepala desa hari ini adalah hari peringatan kematian istriku, setiap hari ini, aku selalu naik ke atas bukit untuk memberikannya bunga serta memainkan alat musik ini."

__ADS_1


Yang ditunjukkannya adalah sebuah harmonika kuno yang terlihat dibuat sejak puluhan tahun lalu.


"Apa boleh buat, biar aku antar."


"Terima kasih."


Semakin kami berjalan maka ledakan semakin jelas terdengar, beberapa orang berusaha menyergap kami namun aku mengalahkan mereka dengan mudah.


Lisa mengintip dari balik pohon dan aku memberikan tanda bahwa semuanya baik-baik saja hingga dia menghilang kembali.


Sesampainya di bukit pria yang sejak tadi kuantar, duduk di depan sebuah Nisan satu-satunya di tempat ini, jika kau mengalihkan pandangan jauh ada kumpulan pasukan kerajaan yang sedang bertarung habis-habisan dengan beberapa orang kepercayaanku.


Diantara semua orang Vista yang paling bersemangat hingga suaranya bisa terdengar kemari.


"Istriku suka sekali dengan tempat ini, saat dia meninggal aku pikir dia akan menyukainya jika dimakamkan di tempat seperti ini."


"Aku pikir dia pasti menyukainya."


"Apa menurut kepala desa kami bisa bertemu lagi?"


"Tentu saja, kematian hanya bagian awal dari kehidupan baru, aku yakin istrimu sudah menunggu di alam sana."


"Aku senang mendengarnya."

__ADS_1


Keheningan terasa diantara kami berdua, bahkan suara ledakan serta pertarungan yang sejak tadi begitu keras rasanya berubah menjadi senyap, bagiku hanya terdengar bunyi hembusan angin yang dihiasi kesunyian serta kedamaian.


"Mari pergi Lin, kita juga harus bergabung dalam peperangan."


"Bagaimana dengan pak tua itu?"


"Dia sudah meninggal, aku akan meminta seseorang memakamkannya dengan layak di sebelah istrinya."


"Begitu."


Itu adalah kematian yang normal karena itulah aku tidak ingin siapapun dari desa mati karena sebuah perang.


Sebuah sihir api terbang ke arahku dari arah depan, dengan pedangku aku memotongnya jadi dua bagian kemudian serangan api lain muncul di sisi berbeda.


"Para penyihir kerajaan ini menggunakan sihir tak terlihat."


Aku menutup mataku untuk mencoba merasakan keberadaan mereka, wujud tidak terlihat tapi nafas dan langkah kaki tidak demikian, setelah menemukannya aku menumbangkan mereka lewat sihir yang sama sampai akhirnya seorang pria datang menghampiriku.


"Akhirnya aku bisa menemukanmu di sini. Sekarang aku hanya harus membunuhmu dan kemudian membunuh siapapun di desa itu."


"Aku rasa hal itu tidak akan terjadi."


Yang berdiri di depanku adalah raja sendiri, dia berfikir menemukanku namun sebenarnya akulah yang membuat situasi ini terjadi.

__ADS_1


__ADS_2