
Pagi berikutnya kami menemukan party Marie telah menunggu di guild.
"Kami sudah memutuskan untuk ikut. Entah kenapa ketua sangat mempercayai kalian jadi kupikir kami berdua juga harus ikut."
Tyson menjelaskannya dengan bangga. Sepertinya Marie sangat dihormati di sini.
"Mohon bantuannya kalian semua."
"Sama-sama."
Hampir seluruh area luar menara surga dipenuhi oleh banyak petualang, dari mereka ada yang sedang menunggu anggotanya, ada juga beberapa orang yang memberikan jasa angkut barang yang membaur dengan para pedagang.
Hal itu benar-benar membuat kota ini terasa lebih hidup.
Alice ditunjuk olehku sebagai pemimpin grup untuk mengatur kelompok ini, Noa dengan gigih mengajukan diri namun aku jelas tidak berharap apapun padanya di sisi lain Sasha dan Tyson menyerangku dengan argumen bahwa ketua mereka yang lebih baik melakukannya.
Itu memang mungkin benar tapi jika begitu maka partyku tidak akan berkembang lagipula tujuanku juga ingin membuat kelompok ini semakin kuat, tanpa mempermasalahkan hal itu lagi kami semua mulai melangkah masuk ke dalam menara surga, aku berjalan paling belakang agar bisa melihat semuanya.
Tepat dilantai satu adalah sebuah daratan luas yang diisi padang rumput landai, karena di dalamnya ada pemandangan langit hampir mustahil jika menganggap tempat ini di dalam menara.
__ADS_1
Menara pertama diisi oleh kumpulan slime, walau mereka lemah mereka sudah menjadi hal yang menakutkan untuk Alice dan Noa.
"Kenapa harus slime?"
Kenangan buruk mereka sudah tertanam dalam, meski begitu mereka berhasil mengalahkannya, Lin tak ingin kalah dan ia terbang memberikan pukulan pada satu slime, dan itu menghancurkan slime hingga berubah jadi kristal kecil.
Aku bertepuk tangan untuknya, jika monster di menara ini mereka akan jadi kristal, inilah tempat yang kurasa game sesungguhnya.
Setiap lantai diisi oleh bos dan jika bos dikalahkan, dalam beberapa menit berikutnya ia akan muncul kembali, saat ini semua petualang sedang menghadapi slime setinggi 100 kaki.
Itu terlalu berlebihan jika disebut bos lantai pertama, terdiri dari beberapa party petualang mereka bekerja sama untuk mengalahkannya, bagaimanapun pintu ke lantai berikutnya tidak akan terbuka sebelum bos benar-benar kalah.
Aku duduk selagi menonton dengan roti di mulutku.
"Sialan, apa-apaan orang itu, kita kesusahan di sini tapi dia malah makan roti lapis."
"Biarkan saja paling juga dia hanya petualang lemah."
"Dia pasti lebih buruk dari sampah."
__ADS_1
Aku tidak peduli dengan perkataan mereka, lagipula aku Level 999 harus lebih dewasa dari mereka.
Slime seharusnya tidak memiliki kemampuan menyerang brutal tapi bos slime tidak demikian, tubuhnya mengeluarkan tentakel sangat banyak dan secara tepat menangkap para petualang lalu membantingnya ke tanah.
"Aku benci slime," teriak salah satu wanita.
"Aku juga," ucap wanita lain dan pria juga terkena dampak yang sama.
Pakaian mereka larut lebih tepatnya dan entah kenapa ini jadi sebuah tontonan tidak senonoh. Sasha merapalkan sihir api untuk membantu mereka yang diincar, di saat yang sama Marie dan Tyson memberikan serangan ke depan.
Semua itu tentu diperintah oleh Alice.
"Latisha, setelah selesai di sana tolong buka celah."
"Laksanakan."
"Noa."
"Baik."
__ADS_1
Noa memberikan buff untuk mempercepat gerakan semua orang, seluruh tentakel mengarah pada Alice yang sudah membidik dari kejauhan.
Tentakel itu dengan mudah dipotong oleh semua orang dan satu panah menembus inti dari bos slime kemudian meledak menjadi potongan kristal dimana semua orang mulai bersama-sama mengutipnya.