Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 76 : Kenyataan Sesungguhnya


__ADS_3

Kami semua diam terkejut, raja iblis yang kami kira seorang yang kuat dan besar hanyalah seorang iblis tua yang memiliki tubuh kering keriput. Bahkan tanpa perlu melawannya dengan serius dia akan mati dengan mudah.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tepat saat aku mengatakan itu, kelima pahlawan yang sebelumnya dikatakan menyerang raja iblis berada di ruangan ini.


Semua orang menjadi waspada termasuk Noa.


"Kalian berlima?"


"Haha ternyata benar ada dewi Noa di sini, sayang sekali sejak awal kami tidak berniat melakukan hal seperti apa yang Anda inginkan."


"Mustahil, mungkinkah semua ini salah kalian?"


"Benar sekali, saat pertama kali datang kemari raja iblis dan pihak manusia memutuskan berdamai dan kami jelas segera mencegahnya."


"Kenapa kalian melakukan hal ini sejauh itu?"


"Jawabannya sederhana... demi sebuah keuntungan, jika dunia ini damai kami tidak bisa menjual barang-barang kami pada kedua belah pihak, seperti senjata, obat-obatan serta hal lainnya, semua itu demi keuntungan kami."


"Kalian benar-benar."


"Kami berfikir dibanding raja iblis atau manusia dari dunia ini, kamilah yang berhak menguasai dunia ini. Kami memanfaatkan raja iblis dan menyuruh iblis-iblisnya untuk menyerang."


"Termasuk ke kotamu sendiri?" potongku demikian.

__ADS_1


"Benar sekali, ada beberapa orang yang curiga bahwa kami bekerja sama dengan raja iblis dengan begitu kecurigaan kami akan dihapuskan."


Lupakan soal iblis manusia jelas bisa lebih jahat melebihi mereka.


Alice berbisik padaku.


"Bagaimana sekarang Melvin?"


"Jangan repot-repot bergerak karena seluruh pasukan yang tersisa bersama jenderalnya sudah siap menyerang kalian dari luar," potong Takumi.


Aku mendesah pelan.


"Aku membenci hal-hal yang berjalan tidak sesuai keinginanku."


"Mau bagaimana lagi, beginilah kehidupan."


"Kami mengerti."


Begitu mereka pergi, aku di kepung dari segala arah.


"Sebelumnya kami tidak bertarung serius, tapi sekarang kami akan bertarung dengan segala kemampuan kami."


"Aah, aku juga demikian, aku sekarang sudah tidak ragu lagi untuk membunuh kalian."

__ADS_1


Aku menggunakan skill penilai dan menemukan bahwa mereka sudah melewati level 500, jika digabungkan itu sama saja dengan aku melawan orang berlevel lebih dari 2.500.


Takumi dan Junhyung menyerang lebih dulu melalui skill pedang mereka, tidak ragu-ragu mereka menggunakan penguatan yang hebat hingga aku terlempar ke segala arah hanya karena menahannya, di saat yang sama Zhang Yue, Virginia dan Oliveira melakukan kombo serangan pedang pembunuh.


"Kalian semua sudah hidup baik di dunia sebelumnya, seharusnya kalian tidak perlu mencoba melakukan hal yang membuat semua orang menderita, kalian bisa hidup senang dan orang lainpun demikian."


"Sayang sekali sebelum kami mendapatkan segalanya kami tidak merasa senang."


Aku menahan lima pedang sekaligus membuatku terbang menabrak pilar di belakangku.


"Kalian serahkan, semakin kalian menginginkan segala maka kalian tidak akan merasa terpuaskan hingga lubang kekosongan tercipta di hati kalian."


"Kami hanya harus mengisinya."


Dalam sekejap lima pedang menembus tubuhku dari arah berbeda. Aku memuntahkan darah hingga bisa kulihat darah yang terus merebas dari tubuhku.


"Semua orang sudah lelah untuk berperang tapi kalian malah membuat semuanya kacau balau, apa salahnya membiarkan dunia ini damai?"


"Dan kehilangan keuntungan untuk kami, jangan bercanda semua di dunia ini hanya bisa ditentukan oleh uang, kami akan menjadi penguasa dan bebas melakukan apapun yang kami suka."


"Aku merasa kasihan pada kalian."


Seluruh pahlawan mengarahkan tangannya, dengan mantra api mereka membakar seluruh tubuhku. Rasa panas memang bisa terasa kuat termasuk kebencianku pada kalian.

__ADS_1


Sudah sejak kapan terakhir kali aku merasakan hal ini.


Kurasa sejak aku bekerja dan jadi budak korporat.


__ADS_2