
Kristal menciptakan bongkahan es yang melesat padaku, aku membelah mereka sebelum meluncur padanya, ada dinding terlihat yang menahan tebasanku.
Aku terus menebasnya beberapa kali hingga muncul retakan sebelum pecah menjadi serpihan.
"Bagaimana bisa?"
"Mungkin karena lemah."
Aku mengganti serangan pedang menjadi sebuah tendangan kaki hingga mengenai perut Kristal hingga dia terlempar jauh dengan bunyi memekakkan telinga.
"Sial," teriaknya bangkit dan sekarang dia menggunakan sihir api yang meluncur padaku, aku membuat dinding es untuk menahannya.
Tak hanya dia, aku juga memiliki kemampuan untuk menggunakan sihir berbeda, dari sampingku dua tangan raksasa terbuat dari tanah muncul lalu menepukku layaknya nyamuk.
Aku terhimpit namun hanya sesaat sebelum seluruh tangan itu dihancurkan.
"Apa kau benar-benar manusia?"
"Mari cari tahu bersama."
Aku dan Kristal melesat maju, karena dia memakai tubuh Carol aku tidak bisa menggunakan tebasanku karena itu aku berusaha menahan diri dengan pukulan, aku menyarungkan kembali pedang dan memaksa melawannya dengan tangan kosong.
Kami saling membenturkan pukulan kemudian menggunakan sihir yang serupa, dari api ke tanah, ke api lagi, ke angin bahkan elemen petir juga.
Ledakan terjadi bertubi-tubi hingga di sekitar kami hanya penuh dengan kerusakan tak berarti.
"Aku adalah iblis yang menjadi tangan kanan raja iblis sendiri, mana mungkin kekuatanku bisa diimbangi oleh manusia."
"Jika kau tangan kanannya maka aku tidak perlu khawatir, dengan kata lain sisanya lemah dan bisa ditangani pahlawan bodoh seperti mereka."
"Sialan."
Kami saling membenturkan pukulan menciptakan ledakan luar bisa yang menelan keseluruhan area pertarungan.
__ADS_1
Setelah itu, aku menginjak tubuh Kristal yang terbaring di tanah.
"Kau?"
"Maaf tapi aku harus melenyapkanmu, kalian berusaha mengambil tanah orang lain maka inilah hal yang kalian dapatkan."
Lingkaran sihir cahaya muncul dimana kami berada di pusatnya.
"Dispell."
Bersamaan perkataanku sosok Kristal menghilang bersama ekornya.
Ini sudah berakhir.
***
Beberapa hari kemudian setelah kami kembali ke desa ras kucing aku membenamkan diriku di atas meja.
"Halo, halo, aku datang untuk berkunjung..
"Pekerjaanku cukup banyak."
"Begitu... kudengar para pahlawan mulai memimpin pasukan untuk menjatuhkan raja iblis, sungguh mengejutkan bukan."
"Ah iya... kenapa mereka mau bergerak yah?"
Aku berkata itu selagi tersenyum pahit.
"Apapun itu bagi pedagang sangatlah menguntungkan, beberapa tempat telah di ambil pasukan iblis jadi jika mereka berhasil akan banyak jalan yang kembali terhubung, peningkatan permintaan akan semakin banyak juga."
Pedagang memiliki cara pikirnya yang lain.
"Ngomong-ngomong soal pelabuhan kapan kalian bisa beroperasi?"
__ADS_1
"Sebulan lagi Karan kami juga perlu membangun penginapan maupun tempat lainnya, aku sudah menempatkan lokasi kita kedalam peta-peta pedagang mereka akan mulai menargetkan kita sebagai produser sementara mereka akan menjadi distributor untuk dijual kembali ke pelanggan lainnya."
"Itu kedengaran bagus."
Claudia akan menyebarkan barang kami lewat jalur laut dan antar benua sedangkan kota Isbel jalan darat.
Kami memiliki sesuatu untuk mengembangkan desa ini jauh lebih baik ke depannya, sesekali aku meminta Arline untuk menumbuhkan benih tanaman jika persediaan stok kami cepat berkurang.
Aku telah memiliki banyak kartu As di tanganku.
Vista muncul dengan wajah lelah biasanya.
"Apa-apa ini Melvin?"
"Apa ada yang salah Vista?"
"Tentu saja 500 ras rubah bulan akan tinggal di sini berapa rumah yang harus kubangun, kau ingin membunuhku."
"Kau bisa mencari pegawai baru untuk membantumu."
"Jangan konyol, kami hanya ras kucing mana mungkin sanggup melakukannya.. kami tidak sekuat Orc atau ras monster, kami hanya seekor kucing yang suka tidur siang."
"Kalau begitu kita cari ras lain untuk mengisi peran itu."
"Jika begitu nanti desa ini akan berubah jadi desa yang berbeda bukan desa ras kucing lagi."
"Kau mempermasalahkan hal itu?"
"Aku senang bahwa ras kucing bisa diakui oleh banyak orang sekarang, tapi aku tidak ingin sampai merubah namanya."
"Begini saja, kita akan membuat desa berbeda namun tidak saling menyatu satu sama lain akan tetapi masih kita sendiri yang mengelolanya."
"Itu lebih baik."
__ADS_1
"Ngomong-ngomong soal ras berbeda aku punya rekomendasi bagus," potong Claudia demikian.
Dia pasti punya kenalan satu atau dua kurasa.