Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 69 : Mie Instan


__ADS_3

Kami dengan senang makan rebusan bersama. Karena sudah malam kami memutuskan tidur di sini.


Pertama aku telah memasang pelindung jadi semuanya baik-baik saja hingga kami bisa duduk di depan api unggun yang hangat tanpa khawatir diserang hewan buas.


"Uwah, panas, panas... enak sekali, apa ini namanya?" tanya Nara.


"Mie instan, ini produk buatan desaku."


"Owh... aku baru memakannya."


"Kami membuatnya dari tepung dan juga sayuran jadi itu sehat untuk dimakan."


Aku memberikan penjelasan lebih di sana, saat menyuapi mulutku dengan daging yang dicampur mie instan.


Vista sudah larut dalam makanannya dan dia sudah tahu alasan kenapa aku pergi bersama Nara.


"Jika kita harus melewati hutan sesat, bukannya berarti para Kabold tidak ingin menerima tamu dari luar?" katanya demikian.


"Itu juga mungkin benar, tapi kita tidak hanya menyuruh mereka bekerja melainkan memberikan tempat tinggal dan upah yang layak. Aku pikir mereka bisa menimbang-nimbang dulu."


"Semoga saja berhasil."


Nara yang selesai menyeruput mienya menambahkan.


"Jika kalian ingin membawa Kabold bagaimana dengan membawa ras elf juga, kami ahli dalam kerajinan tangan seperti menjahit serta membuat perabotan dari pohon. Itu bukan tawaran yang salah kan."


"Membuat pakaian dari daun bukan sesuatu yang mudah dilakukan."

__ADS_1


"Bukan berarti kami suka menunjukkan tubuh telanjang kami, tapi hanya ini bahan yang mudah untuk digunakan, hanya pakaian dalam saja yang kami buat khusus."


Aku yang sudah melihatnya mengangguk mengiyakan.


"Bagaimana menurutmu Vista?"


"Jika ada Kabold aku tidak masalah membuat desa untuk mereka."


"Jika Kabold pun tidak ikut kami bisa membuat rumah sendiri jadi jangan khawatir soal itu."


Menambahkan ras elf juga tidak masalah, jadi kami putuskan sebelum melewati hutan sesat, keesokan paginya kami pergi ke pemukiman ras elf.


Mereka membangun rumah di atas pepohonan tinggi dan untuk pergi ke sana kami harus memanjat tangga yang dijatuhkan oleh penjaga elf.


"Nara kau sudah kembali, kau memburu dua orang ini?"


"Dia bukan buruan, mereka punya hal penting untuk dikatakan pada ketua."


"Kami akan langsung pergi sekarang."


"Baiklah."


Kami dibawa ke sebuah bangunan yang berada jauh dengan bangunan lainnya, di sana seorang wanita elf dengan rambut pirang yang sama berdiri menyapa kami.


Namanya Helena.


"Kalian bukannya manusia dan ras kucing?"

__ADS_1


"Halo, tempat ini cukup indah."


Vista berkata dengan santai atau kurang sopan lebih tepatnya.


"Maaf karena sudah membawa mereka kemari, tapi mereka membawa sebuah hal yang harus kita dengarkan ketua."


"Apa itu hingga kamu tidak ragu membawa mereka ke sini?"


Aku dengan sopan menjelaskan tentang desa ras kucing yang baru, semua tentang ladang, hasil kami dan juga kota Isbel yang kukelola.


Wajah ketua elf tampak menunjukkan ketertarikan namun berubah menjadi wajah lesu.


"Itu terdengar menarik tapi kami sudah nyaman di tempat ini, aku tidak berfikir bahwa kami bisa pindah, maaf Nara."


Nara tersenyum kemudian membalas dengan semangat.


"Jangan terburu-buru ketua, Anda harus mencoba mie instan dulu."


Aku dan Vista berteriak "Eh?" serempak.


Memangnya mie instan bisa merubah pikiran seseorang.


Saat ketua elf ini memakannya wajahnya berbunga-bunga.


"Makanan apa ini, sangat enak... mari pindah dari sini."


"Benarkan."

__ADS_1


Mie instan bisa merubah segalanya, mulai sekarang aku tidak akan meragukannya.


Kami akan memberitahukan apa yang harus dilakukan ke depannya nanti, sekarang kami harus segera melewati hutan sesat.


__ADS_2