
Sebelum kembali ke desa kucing, kami singgah di danau untuk beristirahat. Aku duduk bersila selagi menunggu pancinganku ditarik ikan sementara para gadis memanjakan diri dengan air danau yang jernih dengan saling mencipratkan air ke wajah masing-masing. Seorang yang tidak ikut dengan mereka adalah Noa yang duduk di sebelahku selagi memancing juga.
"Ayo datanglah.... makan siang hari ini adalah ikan, Melvin pancinganmu ditarik tuh."
"Ah benar."
Aku mendapatkan satu ikan.
"Fufu apa kau sedang terangsang karena melihat para gadis di sana itu... ya ampun, kuharap kau tidak menyerangku saat malam tiba."
"Ogah, aku pasti akan memilih Arline jika aku benar-benar ingin melakukan itu."
"Kau terlalu jujur, ah aku juga ditarik ikan."
Kami secara bergilir bergantian mendapatkan ikan, Noa melanjutkan.
"Seperti yang kau katakan, tinggal di sini tidak terlalu buruk... aku benar-benar merasa seperti sedang liburan."
"Baguslah jika kau berfikir demikian."
"Lalu bagaimana denganmu apa kau senang tinggal di sini?"
"Kurasa begitu, walau banyak hal merepotkan aku bisa hidup semauku tanpa perlu terkekang siapapun, ini kehidupan yang bebas."
"Kau benar-benar membenci kehidupanmu sebelumnya yare, yare."
__ADS_1
Kami memasak ikan yang kami makan menjadi sup sebelum melanjutkan perjalanan kembali, jalan yang kuminta pada bangsawan Duke benar-benar telah diselesaikan dengan baik, kami bisa sampai tanpa hambatan dan orang yang pertama kali mengetahui kedatangan kami adalah ninja loli, Lisa.
Dia nanya melihat dari atas pohon sebelum menghilang, aku yakin ia akan memberitahukan kedatangan kami pada yang lainnya.
Latisha memandang jauh ke depan dengan mata bersinar, begitu juga Selbi, Alice dan juga Noa. Kami benar-benar pulang dan sedang melewati hamparan ladang yang diisi beraneka sayuran serta buah-buahan. Aku memberikan job kerja pada Vista kurasa dia melakukannya dengan baik.
Kami turun dari kereta dan semua orang benar-benar menyambut kedatangan kami, Arline melompat padaku dan aku menerima pelukannya.
"Kau terlalu lama."
Noa menyikut perutku.
"Bagus Melvin, dia merindukanmu... sikat saja."
Dia tidak bisa membaca suasana. Tepat saat kemunculanku kereta bangsawan Duke muncul juga. Dia tidak datang untuk putrinya melainkan untukku.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, ayah ingin mengobrol denganmu tapi sekarang ada masalah serius."
Aku bertanya-tanya informasi apa yang akan dia tunjukkan padaku. Bernard menunjukan selembar yang berisi hadiah untuk membunuhku.
"Coba lihat ini."
Semua orang terkejut kecuali orang yang pergi bersamaku sebelumnya. Mereka benar-benar sangat cepat bergerak.
"Mari bicarakan semuanya di ruanganku."
__ADS_1
Aku dituduh sebagai penculik putri dan dijatuhkan hukuman mati.
"Kenapa ini sangat mendadak sekali?"
"Raja benar-benar marah, ada kemungkinan aku akan bertarung dengannya untuk ini.. Arline apa kau yakin ingin menikah denganku."
"Tak apa, lagipula aku tidak terlalu peduli pada ayah seperti itu... dia hanya bermain-main dengan istrinya sebanyak yang dia inginkan, jika dia mati aku juga tidak bersimpati."
Keluarga kerajaan benar-benar gelap.
Itu wajar karena seluruh anaknya dibesarkan seperti anak orang lain. Bernard berdeham sekali untuk mengutarakan isi pemikirannya.
"Kudengar raja terobsesi dengan hidup abadi, aku yakin dia ingin bisa sampai ke menara itu agar dia bisa hidup demikian, namun sayangnya tuan Melvin telah menghancurkan mimpinya yang mana membuatnya sangat marah."
"Aku sudah siap mengambil resikonya sejak awal sekarang bagaimana dengan pilihanmu?"
Keheningan terasa memenuhi ruangan ini.
Elsa muncul dengan cara ninja miliknya.
"Tuan.... saya sudah menempatkan banyak penjaga, jika ada yang mendekat dari radius 100 km, kami akan segera tahu."
"Kerja bagus, aku mengandalkan kalian."
"Baik."
__ADS_1
Kudengar klan pelindung desa telah berjumlah lebih dari 20 orang, mereka jelas semakin bisa diandalkan.