
Di dalam ruangan yang diisi oleh pahlawan mereka tampak kebingungan, seorang yang mereka inginkan telah diambil dan terlebih yang melakukannya meninggalkan pesan bahwa dia berasal dari pasukan raja iblis.
Ada dua hal yang disimpulkan bahwa itu benar-benar mereka atau seorang berusaha mengadu domba mereka. Hal itu diutarakan oleh Takumi sang selaku pemilik dari kota ini.
Di sampingnya pria bernama Junhyung dan di depannya ialah tiga wanita dimulai dari Zhang Yue, Oliviera dan terakhir Virginia.
"Aku lebih ke arah seseorang berusaha mengadu domba kita, seperti yang kita tahu kita tidak mencampuri urusan raja iblis dan terlibat di dalamnya, asal mereka tidak mengganggu kita, maka kita juga melakukan hal sama," suara itu berasal dari Junhyung lalu dilanjutkan Zhang Yue.
"Aku selalu berfikir bahwa kita telah mengabaikan permintaan dewi untuk menyelamatkan dunia ini, kemungkinan besar dia mengirim pahlawan lain untuk membuat kita kembali ke arah seharusnya menjadi pahlawan."
"Apabila itu benar, sungguh menyebalkan... aku suka hidup sekarang, kita bisa memiliki banyak uang dibandingkan di dunia itu. orang-orang di sini belum terlalu mengenal teknologi dan kita bisa memanfaatkan hal itu," ungkap Oliviera.
"Aah, tapi pertanyaannya apa dia juga berminat pada harta karun ras bulan," atas pernyataan Virginia semua orang menggelengkan kepalanya hingga Takumi melanjutkan.
"Orang ini kemungkinan besar orang yang pintar, aku yakin dalam waktu dekat kita akan tahu tentang rencananya."
Aku duduk di kursi selagi memikirkan banyak hal, pahlawan yang dikirim oleh Noa bukan orang biasa, apa cara seperti ini akan berhasil? Tidak, ini pasti tidak akan berhasil. Bagaimana salah satunya bisa membangun kota seperti ini adalah sebuah gambaran bahwa mereka berpengetahuan luas.
__ADS_1
Yang menjadikan mereka tak ingin melawan raja iblis, bukan karena mereka lemah melainkan mereka tidak punya alasan untuk melakukannya terlebih, mereka jelas tidak ingin mempertaruhkan nyawa mereka.
Itu bisa diasumsikan bahwa mereka adalah orang serakah, tamak dan juga memuja uang.
Mereka pasti berfikir bahwa jika raja iblis tidak melakukan sesuatu pada mereka, maka mereka juga tidak, dengan kata lain keadilan mereka sangatlah rendah.
Aku bertanya ke arah Carol.
"Apa mungkin jika harta itu diberikan pada mereka?"
"Itu tidak mungkin bisa dilakukan, harta itu menyimpan sebuah kutukan, kecuali pemilik aslinya atau orang yang mengambil sumpah untuk menggunakan uang itu seperti yang ditentukan, tidak ada yang bisa menyentuhnya."
"Benar sekali, harta itu hanya digunakan untuk membangun kerajaan yang hancur, yang mulia bilang suatu hari pasti seseorang akan mengambilnya dan mencoba membangun kembali kerajaan yang hancur."
"Bukannya itu berarti hak dimiliki sepenuhnya oleh pewarisnya."
"Soal itu yang mulia tidak memiliki anak atau istri, beliau wafat di usia muda."
__ADS_1
"Apa raja iblis yang melakukannya?" atas pertanyaan cepatku Carol mengangguk mengiyakan dan ia menambahkan bahwa kerajaan yang diduduki raja iblis merupakan kerajaan rubah bulan sebelumnya.
"Bagaimana sekarang Melvin, aku tahu kamu berusaha menggunakan harta itu untuk bernegosiasi pada pahlawan agar mereka mau bergerak tapi itu tidak bisa dilakukan, mereka memiliki harapan untuk membangun kerajaan kembali dan para pahlawan pasti akan lebih memilih menyerangmu untuk mendapatkan semuanya."
Latisha yang berasal dari keluarga bangsawan mengutarakan hal yang sama yang ada dipikiranku tapi tidak sepenuhnya.
"Jawabannya sederhana, tanpa mengorbankan harta ataupun pengorbanan lainnya."
"Dan itu?"
"Akan kubuat mereka menurut padaku dengan sebuah duel, kita punya taruhannya."
Rencana A berubah ke rencana B dan berubah ke rencana C.
"Haha sudah kuduga seharusnya kau lakukan hal sederhana saja, hajar mereka, peras uangnya lalu jadikan budak."
Dasar dewi bar-bar.
__ADS_1
Kenapa semua rencanaku selalu tidak sesuai yang kuharapkan, padahal aku hanya ingin para pahlawan melawan raja iblis dan mereka menang tanpa harus aku terlibat di dalamnya.