
Sudut pandang Bernard Arfurarus.
Ini adalah sesuatu yang sulit dipercaya, sejak aku mengirim putri keduaku Latisha aku mendapatkan surat darinya. Itu membuatku senang bahwa seorang di partynya telah menghilangkan kutukannya. Apa ini benar? Bagaimana bisa kutukan yang selama ini menimpa putriku bisa dihilangkan? Beberapa tahun ini aku telah memanggil seluruh ahli sihir dari seluruh kerajaan namun sejauh itu tidak ada yang bisa melakukannya.
Istriku yang ikut membaca bahkan terduduk dengan berlinang air mata selagi penuh syukur.
"Kita harus menemui orang yang membantunya, mari pergi ke desa ras kucing."
Tempat itu sangatlah terpencil bahkan bangsawan tidak pernah ingin menginjakan kakinya di tempat seperti itu namun, kenapa orang yang dibilang putriku sangat kuat memilih tempat seperti itu? Jika ia benar-benar memiliki kemampuan hebat ia jelas akan pergi ke ibukota di sana ia akan memiliki banyak kesempatan alih-alih menjadi kepala desa.
Aku benar-benar penasaran orang seperti apa dia.
Kereta kami tepat berhenti di desa tersebut dan kulihat beberapa orang telah menyambut kami.
Aku dan istriku jelas terkejut, kepala desanya lebih muda dari apa yang kami pikirkan, ia membawa pedang di punggungnya meski demikian dia tidak menunjukkan sebuah kekuatan melainkan hanya berbicara ramah.
Untuk pakaiannya sendiri terlihat aneh kendati demikian itu tetap terlihat cocok untuknya. Ia membawa kami untuk perjamuan sederhana tak hanya bisa mengembangkan desa ras kucing jadi seperti ini, ia juga pandai memasak. Seluruh hidangannya tampak asing kendati demikian rasanya benar-benar enak.
Setelah Steak kami disuguhkan sate selanjutnya sup dan untuk makanan penutup adalah kue yang diisi berbagai buah-buahan segar. Putri yang ikut bersama kami juga terlihat menikmatinya.
__ADS_1
Pria ini sangat menjanjikan namun sayangnya dia sepertinya tidak melihat putri kami sebagai lawan jenis yang pantas, lebih dari itu ia jelas jatuh cinta pada tuan putri.
Dari yang kudengar putri selalu menjadi rebutan semua orang entah dari bangsawan luar ataupun dalam, ia selalu menjadi prioritas nomor satu. Raja juga bahkan mencoba menikahkannya dengan pangeran lain namun putri sendiri menolaknya dan akhirnya meninggalkan rumah dan mengganti hidup mewahnya dengan bergaul dengan rakyat biasa.
Itu sebuah tindakan nekat meski begitu aku pikir ia akan memiliki kehidupan jauh lebih bersama pria ini.
"Hey Arline boleh aku menyentuh dadamu?"
"Kenapa kau ini selalu mengatakan hal mesum, menjauh dariku."
Ukuran memang senjata ampuh.
Aku tidak ingin memaksa seseorang menikahi putriku, namun aku harap kami bisa berkerja sama untuk sesuatu yang berbeda dan membuat koneksi bersama.
"Apa tuan Melvin sudah memutuskan apa yang ingin Anda minta sebagai ucapan terima kasih kami?"
"Dibandingkan meminta kurasa ini lebih sebagai tawaran."
"Apa Anda benar-benar tidak ingin meminta sesuatu secara cuma-cuma, kami benar-benar berterima kasih soal putri kami."
__ADS_1
Walau umurnya masih muda, pria di depan kami sangatlah tenang, ia jelas seekor serigala yang selalu mencoba menyembunyikan taringnya, begitulah aku melihatnya.
"Kami membantu Latisha bukan karena kami menginginkan sesuatu darinya, kami membantunya karena ia rekan kami yang berharga, namun yang ingin kukatakan sekarang adalah sesuatu yang disebut timbal balik."
"Hoh, mari dengarkan."
"Aku ingin keluarga bangsawan mengambil kota Isbel sebagai wilayah kalian."
"Sayang bukannya kota Isbel kota kecil."
"Itu benar, kami tidak mungkin mengambil wilayahnya, kami memiliki wilayah yang sudah berkembang jadi itu sulit dan juga bangsawan Eren mungkin tidak akan terima."
"Tapi dia akan melakukannya terlebih jika Anda mencoba menukar wilayahnya, kudengar walau pria itu seperti itu, dia pria baik yang mampu mengelola wilayahnya dengan baik."
"Mungkin benar, meski begitu."
Senyuman terlukis di wajah tuan Melvin.
"Begini saja, bagaimana kalau aku bilang bahwa kota itu akan menjadi kota paling penting di kerajaan ini bahkan melebihi ibukota sendiri."
__ADS_1
Orang ini, dia benar-benar serigala.
Aku tidak melihat keraguan sama sekali darinya.