Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 38 : Aturan Lantai


__ADS_3

Sebuah pintu muncul dan membawa mereka ke lantai dua, aku diam saat semua orang memasukinya secara bergiliran.


"Melvin kau tidak ikut?" tanya Noa.


"Aku akan menunggu di sini sebentar."


"Baiklah."


Sementara mereka menghilang aku melakukan banyak eksperimen terhadap tempat ini, pertama.


Aku mengarahkan tanganku, dan lingkaran sihir muncul.


"Inferno."


Bam.


Aku telah menciptakan ledakan yang mana membuat lubang raksasa berdiameter 50 meter, kurasa ini belum cukup.


Aku melakukan berulang kali membuatnya menjadi sebuah pertunjukan luar biasa, Lin yang bersemangat mengangkat tangannya.


"Wah, itu mengagumkan."


Bersamaan para slime yang kembali bermunculan lubang yang sebelumnya kubuat telah menutup kembali, jadi begitu.


Jika aku bertanya pada Noa dia tidak akan menjawabnya, sekarang aku tahu dengan sendirinya.

__ADS_1


Kerusakan akan dikembalikan setelah bos dihancurkan dalam waktu beberapa menit berikutnya, jika bos belum dikalahkan maka lantai tidak akan kembali sedia kala.


Aturan berikutnya adalah aturan yang merepotkan, bos akan muncul setelah monster-monster kecil (Anak buahnya) dikalahkan seluruhnya, singkatnya ini seperti sebuah Royal Battle yang diharuskan satu sisi membatai sisi lainnya, selanjutnya setelah dihancurkan bos akan muncul.


Jumlah keseluruhan monster sekitar 100 ekor maka tidak aneh jika di lantai dua mereka juga harus melawan jumlah monster yang sama. Ketika jalannya proses pembantaian, monster tersebut tidak akan pernah muncul lagi dan jika bosnya kalah semuanya direset kembali.


Aku mengayunkan pedangku dan dalam sekejap 30 ekor slime telah berubah jadi kristal, aku juga melakukan hal sama pada sisanya sampai 100 ekor telah dihabisi, dari sana slime raksasa yang sebelumnya kulihat kembali muncul.


"Tuan, bukannya monster itu sangat merepotkan jika dilawan seorang diri."


"Tidak perlu khawatir, bagiku dia tidak lebih seperti sebatang kertas saja."


Aku mengayunkan pedangku dengan cepat sebelum menyarungkannya kembali di punggungku, seketika slime terbelah jadi dua bagian sehingga pintu muncul kembali dan aku masuk untuk melanjutkan ke lantai dua.


"Tuan memang hebat, rasanya aku tidak dibutuhkan."


"Aku tidak sabar menantikannya."


Lantai dua merupakan area yang dihuni para golem, setiap golem berukuran 5 kaki dengan garis lava melekat di tubuhnya.


Beberapa petualang memutuskan untuk kembali ke kota jadi jumlah petualang di sini sedikit berkurang, sekitar 20 orang.


Seperti biasa kelompokku paling kuat di antara semuanya dan mereka sedang menghadapi golem dengan dua kepala. Aku pikir itu semacam Mini Bos.


Latisha melesat maju lalu melompat setelah menghindari pukulan golem yang tertuju padanya, dia mengayunkan dua belatinya dengan gerakan spiral.

__ADS_1


Senjata job thief tidak bagus untuk berhadapan dengan tubuh keras jadi jelas itu gagal, di saat yang sama Tyson yang memiliki job Monk berlari untuk memberikan pukulan Over Kill, skill itu membuatnya memberikan pukulan brutal sangat cepat dan mampu menghancurkan apapun yang diserangnya.


"Kau tak apa?"


"Aku baik-baik saja."


Di sisi lain Marie dan Sasha menjatuhkan Mini Bos yang lain dengan perpaduan sihir dan ilmu pedang yang mana menghabisinya dengan mudah, sementara sisanya melawan golem biasa.


Lantai dua hanya bertambah sedikit kesulitan, kurasa salah jika mengkhawatirkan mereka.


Selbi memberikan pukulan melalui perisainya, saat golem terdorong ke belakang, pisau Alice menikamnya dengan baik sebelum berganti ke busur untuk menembakan panah yang mampu menembus pada golem yang hendak menyergapnya.


Di belakang Noa merapalkan sihir penyembuh dari kejauhan, salah satu golem berusaha menyerangnya namun dia dengan baik menghindarinya kemudian menggunakan tongkatnya untuk menusuk tepat di intinya hingga hancur.


Dia juga sudah berlatih teknik mempertahankan diri juga.


"Kau sudah kembali?" kata Marie.


"Iya, sebaiknya jangan bunuh semuanya sisakan satu agar kita bisa beristirahat sebelum melawan bos."


"Dimengerti."


Dengan hanya perintah sederhana itu semua orang yang sebelumnya mati-matian melawan golem bisa beristirahat tanpa perlu takut ada monster yang muncul.


Aku menjelaskan soal aturan menara ini hingga semua orang melihatku dengan pandangan kagum.

__ADS_1


"Kupikir kau pria yang tidak berguna, aku benar-benar minta maaf."


"Aku akan pura-pura tidak mendengarnya," balasku masam.


__ADS_2