
Aku menghempaskan banyak orang hanya dengan ayunan pedang di udara, mereka terlempar jauh saat Noa memukul orang-orang di sisi lain.
Singkatnya kami telah dikepung dari segala arah.
"Ini buruk... Kyaaa apa yang kau lakukan Melvin?"
"Tentu saja kabur."
Aku meletakkan pedangku lalu menggendong putri Noa sebelum melompat jatuh ke bawah. Beberapa meter dari atas permukaan tanah kami melayang dengan sihir angin milikku, beberapa iblis bisa terbang tentu mereka bisa mengejar kami.
Aku mengarahkan tanganku setelah menurunkan Noa. Mari gunakan mantra sederhana.
"Fire Bolt."
Bola api dilesatkan dari tanganku, jika itu sihir biasa satu atau dua itu hal biasa, namun aku menembakan rentetan bola api lebih dari seratus kali tanpa jeda.
"Apa-apaan orang ini?"
"Fire Bolt."
"Gwaaah."
Tanpa sadar aku menghabisi mereka sebelum akhirnya pemimpinnya muncul, dia mengenakan armor berat beserta pedang berjeruji yang diayunkan dari atas ke bawah.
Aku menahannya dengan punggung tangan yang terselimuti Jerseyku sehingga dia panik dan melompat menjaga jarak.
"Pakaian itu sekeras baja, apa-apaan itu?"
"Maaf mengecewakanmu tapi pakaian ini pakaian sakti mandraguna."
"Istilah yang tidak kumengerti, dengan kata lain kau dari dunia lain."
__ADS_1
"Tepat sekali....Fire Bolt."
"Fire Bolt."
Dua bola api bertubrukan di udara menghasilkan asap hitam yang menghilang tertiup angin.
"Dimana kau menyembunyikan Carol?"
"Maksudmu gadis rubah itu, dia di tempat yang aman sekarang."
"Melvin dialah yang menculik Carol."
"Jadi dia," kataku yang sudah muncul di belakangnya sembari menebas.
Di detik terakhir dia menyadari kehadiranku dan menahan tebasanku sayangnya entah pedang maupun tubuhnya terbelah dua bagian.
"Da-dasar monster."
Dia mati dengan cepat.
"Kita sudah menghabisinya apa berarti ini selesai?"
Selbi, Alice dan Latisha tiba-tiba terbang ke arahku lalu meledakan dinding di belakangku dengan bunyi memekakkan telinga.
Sudah kuduga, barusan Noa memang mengibarkan bendera Flag. Dari atas Lin turun ke bawah hingga duduk di kepala Noa.
"Semua iblis sudah dikalahkan tuan, hanya satu orang lagi."
Aku mengalihkan pandangan di mana ketiganya berada dan di lorong yang gelap Carol muncul dengan penampilan berbeda, dia memiliki 9 ekor di belakangnya serta mata berwarna merah terang.
"Apa itu Carol?" tanyaku dan Alice menjawab.
__ADS_1
"Ia sudah dirasuki iblis, di dalamnya benar-benar bukan Carol."
"Namaku Kristal salah satu jenderal dari pasukan raja iblis," katanya.
"Jadi kau jenderal yang merasukinl tubuh orang lain."
"Tubuhku sudah lama telah hancur dan selama itu aku hanya berada dalam guci tapi sekarang aku akhirnya memiliki tubuh lagi."
"Kenapa tubuh Carol bisa cocok denganmu?"
"Itu karena dia keturunan ras rubah bulan, sejak lama aku mencarinya karena pada dasarnya aku juga memiliki darah rubah."
"Kau iblis rubah ekor sembilan."
"Benar sekali, sejak dulu aku selalu memangsa jantung pria kurasa jantungmu juga terlihat enak."
"Majulah dengan segala kekuatanmu itu."
Kristal melebarkan tangannya dan dalam sekejap benteng Utara hancur menjadi serpihan yang terbang ke udara, kemudian dijatuhkan ke arah kami.
Tidak ada yang bisa bertarung kecuali aku sendiri, aku meminta Noa menyembuhkan ketiganya sementara aku membentuk Barrier pelindung untuk mereka sebelum menebas setiap bongkahan yang meluncur ke arahku.
Aku menyerang balik sosok Kristal hingga dia melindungi wajahnya dan reruntuhan yang terbang kembali berjatuhan.
"Kau tidak peduli dengan gadis ini?"
"Maaf saja, aku akan melakukan apapun untuk mengalahkanmu meski harus membunuhnya juga."
"Kau serius mengatakan itu?"
"Tentu saja tidak, aku mungkin hanya membuatnya babak belur."
__ADS_1
"Pria rendahan."
Aku tidak perlu mendengarkan umpatan iblis.