
Pagi berikutnya kami berusaha mengalahkan 100 burung untuk memunculkan bos lantai, ini adalah kedua kalinya setelah lantai ini direset ulang maka semua orang sudah terbiasa bertarung dengan mereka.
Para burung dengan senang akan menukik ke setiap target yang diinginkan, aku yang selalu mengawasi harus ikut terlibat juga karena turut menjadi sasaran.
Beberapa melesat padaku, mereka menyerupai gagak hanya saja ukurannya lebih besar dari seharusnya, itu mencapai satu meter dengan paruh tajam yang bahkan bisa menghancurkan batu.
Aturannya sederhana jangan sampai terkena jika tidak ingin mati. Aku menebas dua ekor yang secara diam-diam menyerangku dari samping dan kemudian memutarkan tubuhku untuk menangkis semua yang datang berikutnya.
Semua orang yang sedang bertarung tampak senang melihatku yang turut menjatuhkan mereka, seharusnya aku tetap berada di gua, karena sudah sejauh ini maka tak masalah untuk sedikit terlibat.
Setelah banyak burung yang dikalahkan maka kini bosnya telah muncul, Level Hard memang bukan sesuatu yang mudah di atasi.
Selbi memulai lebih awal dengan menyebar aura permusuhan dari skill miliknya bernama Hater, Hater mirip seperti skill provokasi yang selalu ada di sebuah game yang mana membuatmu menjadi sasaran, berhubung pertahanan Selbi kuat, dia yang paling diandalkan dalam soal pengalihan maupun pertahanan.
Atau mungkin seorang yang mudah di tumbalkan, mana juga sama saja.
__ADS_1
Bos burung terbang ke udara kemudian menukik ke arah Selbi yang mampu menahan paruhnya lewat sebuah perisai, tubuhnya terdorong namun Tyson segera membantunya agar tetap bertahan.
Sasha menggunakan sihir petir untuk memberikan sambaran yang mengenai punggung burung, di mana dia melakukannya beberapa kali tanpa henti. Noa di belakangnya memberikan berbagai support.
Mereka bisa berkembang sejauh ini, aku terkesan.
Ini mungkin perasaan seorang ibu burung yang membesar anak-anak burung agar bisa terbang, kurasa.
Ketika Sasha sudah kehilangan tenaga barulah Marie dan Latisha bergerak setelah bos burung berhasil didorong oleh Selbi dan Tyson, tebasan huruf x muncul di tubuhnya lalu sebagai serangan akhir panah yang dilesatkan Alice menembus tulang tengkoraknya.
Aku baru saja hendak melangkah namun sepertinya aku sudah mengerti bahwa aku tidak dibutuhkan.
"Bukan berarti aku ingin membantu mereka, aku hanya bosan saja tapi jika mereka bisa melakukannya sendiri aku senang humph."
"Tuan berubah jadi tsundere, benar-benar jiiijiiik... kalau wanita pasti akan imut namun jika pria harus pikir dua kali."
__ADS_1
Lin terlalu jujur sebagai peri.
Tanpa menunggu lagi kami naik ke lantai 16 yang merupakan area padang rumput, tidak seperti melawan Slime kami dihadapkan untuk melawan goblin.
Goblin terdiri dari tiga jenis di sini, goblin depan yang bisa bertarung dengan senjata seperti pedang dan perisai, goblin menengah yang menggunakan busur dan tombak dan goblin belakang yang bisa menggunakan sihir, mereka bertarung seperti seorang veteran petualang bahkan kekuatannya setara dengan Rank A-B.
"Heal."
Semua luka disembuhkan oleh kekuatan Noa, jika jaraknya jauh dia akan lebih menggunakan Cure. Seekor goblin depan menyelinap padaku yang mana kubuat tangannya terluka, saat itu terjadi seorang goblin yang berdiri di belakang menggunakan sihir penyembuh hingga dia bisa menggunakan kembali pedangnya.
Mereka tak hanya kuat tapi memiliki pemikiran untuk bekerja keras, namun karena itulah mereka sangat mudah diatasi.
Aku menggunakan sihir api membakar goblin di belakang sebelum menebas kepala goblin sebelumnya, dia rubuh dengan darah terbang ke udara.
Alice juga menyadari hal itu dan meminta rekannya untuk mengalahkan goblin di belakang sebelum mengatasi sisanya.
__ADS_1
Aku memang tidak salah memilihnya jadi pemimpin.
Satu goblin kami ikat di pohon, setelah kami beristirahat kami menghabisinya dan hobgoblin muncul sebagai bos dari lantai ini.