
Lin yang berkeliling telah kembali dan duduk di bahuku seperti biasanya.
"Hutan ini cukup ramai, tuan sepertinya bukan satu-satunya di sini."
"Aku tidak melihat siapapun di sini," balasku spontan.
"Tepatnya ada di depan tuan."
Mengikuti arah yang ditunjukkan Lin, aku bisa melihat sebuah danau indah dengan pemandangan langit terpantul di dalamnya, ada banyak orang di sini khususnya mereka yang memiliki job pemancing.
Aku baru tahu hal ini, aku memeriksanya dengan panel statusku dan di sana ada pilihan ekstra job, seperti memancing, memasak dan juga pembantu rumah tangga.
"Jadi seseorang bisa mengambil job sampingan selain job utama."
Ini cukup bagus.
Seseorang tampak menarik pancingannya dan seekor ikan salmon yang jelas bertubuh raksasa bisa ditarik olehnya, itu mungkin berada diberat 1 ton atau lebih.
Level memancingnya sudah 100 dan begitu juga yang lainnya, awalnya kukira tempat ini benar-benar tidak dikunjungi orang ataupun berusaha memancing ikan di danau ini, ternyata tidak demikian, informasi memang terkadang bisa salah.
"Karena sudah di sini, mari kita memancing juga Lin."
"Baik."
Aku duduk berdekatan dengan seorang yang baru saja kulihat. Dia sudah mendapatkan dua ekor tapi masih mau memancing.
__ADS_1
"Hari ini aku beruntung haha," dia hanya pria tua yang bersemangat.
"Dua memang cukup mengagumkan, apa kau akan menjualnya aku akan membelinya."
"Kau mau anak muda?"
"Tentu, aku perlu banyak jadi tak masalah jika seluruh pemancing mau menjualnya padaku."
"Kalau begitu ambillah semuanya 10 koin emas."
"Mahal juga ternyata, aku tidak jadi beli."
Pak tua itu tertawa.
"Sudah jelas kan, ikan di danau ini berkualitas tinggi... para pemancing ini juga sudah puluhan tahun hanya untuk meningkatkan level mereka agar bisa memancing di sini."
"Ngomong-ngomong kenapa kau memancing dengan pedang?"
"Ini alat yang serba praktis."
Pedang di tanganku berubah menjadi alat pancingan.
"Uwaah... apa aku tidak salah lihat, pedangmu berubah jadi pancingan."
"Pedang ini bisa berubah bentuk sesuai yang dibutuhkan."
__ADS_1
"Benar-benar praktis."
Aku mengeluarkan beberapa potong daging sebagai umpan, memasangnya di kail kemudian melemparkannya ke tengah danau, Lin juga melakukan gerakan yang sama meskipun dia hanya mencoba bersenang-senang seolah dia sedang memancing.
"Mendapatkan ikan untuk pertama kali pasti sulit, tapi berjuanglah," tepat saat pria tua ini mengkhawatirkanku aku sudah mendapatkan Jack pot.
"Guaakh... cepat sekali," teriaknya seolah baru saja menerima damage luar biasa.
Dan aku mendapatkan ikan tersebut tanpa kesulitan dan selanjutnya menangkap dua, tiga, empat, sepuluh bahkan lebih banyak lagi.
Para pemancing di sekitar juga pada akhirnya berteriak padaku.
"Kenapa bisa? Apakah dia seorang dewa pemancing."
"Ini pertama kalinya seseorang mendapatkan ikan lebih dari 100 ekor."
Sebanyak itulah yang kudapatkan sebaiknya aku kembali ke kota sekarang. Aku melambai ke setiap orang setelah memasukan seluruh hasil memancing ke dalam penyimpanan.
Pancinganku telah berubah kembali jadi pedang seperti biasanya dan menggantung di punggungku.
Di kota ada sebuah kerumunan besar yang terjadi, aku memeriksanya dan dari sekian orang satu orang yang kukenal sedang berdiri di sana selagi menunjukan pertujukan sirkus.
Lin tahu benar siapa itu.
"Bukannya itu Noa, oh... bukannya dia pandai melakukan banyak trik hebat dengan bola dan sebagainya, dan dia juga mendapatkan banyak uang."
__ADS_1
Kau tidak akan menyangka bahwa dia seorang Dewi.
Aku bisa melihat Alice, Selbi dan juga Latisha memperhatikan dari samping selagi bertepuk tangan.