Sword Master Level 999

Sword Master Level 999
Chapter 57 : Rekan Penjahat


__ADS_3

Aku tadinya ingin membiarkan Bernard untuk mengelola kota Isbel, sayangnya terkadang hidup tidak sesuai yang diharapkan, dia malah menjadi raja baru di negeri ini dan mulai sekarang kerajaan ini akan disebut sebagai kerajaan Arfurarus.


Meski begitu kurasa jadi raja lebih baik untuknya.


Para istri dan selir raja sebelumnya dibebaskan dan bisa hidup sebagaimana apa yang mereka inginkan. Bernard bahkan memberi mereka banyak uang untuk bisa memulai kehidupan kedua mereka. Sementara untuk kota Isbel sendiri akan dikelola olehku sekarang sebagai bagian dari desa ras kucing.


Untuk ibu Arline kudengar dia menjadi seorang petualang dan berusaha memburu banyak pria diperjalanan, aku penasaran ibunya orang seperti apa tapi kurasa aku tidak ingin bertanya lebih jauh.


Aku dan Arline hari ini mengunjungi kota Isbel untuk melihat bangunan guild pedagang yang tengah dibangun.


Para tukang membuat dengan semangat dan jika diperhatikan lebih jelas, bangunannya sendiri akan sangat besar.


Beberapa petualang yang kebetulan kami lihat tidak segan memberikan sapaan pada Arline namun jika padaku mereka menaruh banyak kebencian.


"Aku benci orang beruntung yang menikahi Arline."


"Benar, dia pasti bersenang-senang setiap harinya dengan tubuh Arline."


Mereka sudah tak tertolong lagi, yah... aku tidak membenci mereka, itu juga yang kurasakan saat berada di dunia sebelumnya.

__ADS_1


"Karena sudah di sini, mau berjalan-jalan sebentar."


"Um."


Ini mungkin kencan kami yang pertama kali, aku dan Arline memang selalu bersama namun kebanyakan dalam situasi bekerja karena itu, aku akan memastikan dia bersenang-senang.


Kami mengunjungi banyak tempat makanan enak berada dan juga pergi ke beberapa tempat paling disukai anak muda, semuanya tampak menyenangkan.


Untuk situasi ini akan kuberikan nilai 10 yang sempurna.


Beberapa bulan berikutnya ketiga tempat yang kuinginkan telah berhasil dibuat, desa ras kucing telah semakin besar, guild pedagang telah dibuat dan pelabuhan juga telah beroperasi semestinya. Namun, rasanya aku melupakan sesuatu.


Ketika aku sedang berjalan di desa sebuah tendangan menghantam punggungku dengan keras.


"Sialan... kita hanya terus bersantai di dunia ini, jika terus begini bagaimana aku bisa kembali ke jabatanku sebelumnya?"


Orang yang melakukannya tidak salah lagi adalah Noa. Aku melupakan tentangnya, mau bagaimana lagi hampir serangan pasukan raja iblis diantisipasi oleh Bernard dengan baik, jadi desa terpencil seperti kami tetap aman sampai sekarang.


Noa mencengkeram kerah Jerseyku selagi menggoyang-goyangkan tubuhku.

__ADS_1


"Cepat pikirkan sesuatu untukku, aku tidak mau berada di sini terus terusan."


Alasan liburan sudah jelas tidak mempan lagi.


"Aku mengerti, aku sudah punya cara untuk melakukannya."


"Seharusnya kau lakukan sejak awal jika memiliki ide seperti itu."


Aku mengundang kelompok partyku untuk berdiskusi di rumahku, Alice, Latisha dan Selbi menunjukkan keterkejutannya.


"Serius kah kita akan melakukan hal semacam itu?" ucap Alice yang kujawab dengan anggukan mantap.


Aku ingin membuat para pahlawan yang dikirim oleh Noa untuk bergerak, dan caranya adalah bahwa kami akan menyamar sebagai pasukan raja iblis dan mencoba merusak hidup mereka hingga mereka berfikir untuk balas dendam, dengan begitu kami akan dengan mudah mengalahkan raja iblis atau sejujurnya kami tidak perlu bergerak dan menyerahkan semuanya pada mereka.


Noa dan aku saling berjabat tangan selagi tertawa jahat.


"Itu ide brilian, mari lakukan Melvin... mereka sudah aku kirim ke dunia ini, tapi mereka malah bersantai-santai hingga aku kesusahan seperti ini, pelajaran ini akan membuat mereka mengerti apa itu yang disebut tanggung jawab."


"Tentu, aku juga tidak perlu terlalu banyak bergerak dan bersantai di desa ini."

__ADS_1


Arline beserta yang lainnya hanya mendesah pelan.


"Mereka benar-benar cocok jadi rekan sesama penjahat," perkataan Alice itu kami berdua abaikan saja.


__ADS_2