System Level Up+

System Level Up+
Chapter 21 : Paman Casey


__ADS_3

Keesokan harinya setelah selesai mendaftar beasiswa dan memberitahu mengenai motor barunya kepada keluarganya, Dian diberi kabar mengejutkan oleh Ibunya.


"Di, baru saja ibu dapet telpon dari Paman Casey, katanya dia barusan kena tekanan darah tinggi." Beri tahu Ibunya.


"Eh, serius bu? Paman Casey yang aktif banget itu?" Dian terkejut.


Paman Casey adalah salah satu paman yang Dian kenal sedari kecil karena keaktifannya dalam melakukan kegiatan yang berbau sportif.


Dulu saat kecil. Dian pernah diminta ibunya untuk mengikuti les beladiri karate. Dan mentor/guru yang mengajari Dian saat itu adalah Paman Casey sendiri.


Paman Casey adalah seorang elite beladiri yang sudah mendirikan Dojo dan memiliki banyak murid yang berlatih bersamanya.


Maka dari itu, mengetahui bahwa seorang Paman Casey terkena tekanan darah tinggi. Membuatnya shock. Tapi Dian sudah sedikit menebak alasannya, mungkin itu dikarenakan tekanan kerjaan yang berat dan membuatnya sering marah-marah.


Karena saat masih les dulu, Dian cukup sering dimarahi olehnya. Dan itu sempat membuat Dian sedikit trauma. Paman Casey cukup tua dibandingkan dengan ibunya yang berumur 47 tahun sekarang, yaitu berumur 53 tahun.


"Iya, Di. Makanya bisa ga kamu ke rumahnya buat jenguk sekaligus bantu-bantu kalau bisa? soalnya ibu hari ini ada banyak tugas jahit jadi ga bisa ke sana." Ucap Ibunya.


Dian memikirkan sebentar tentang apa yang dia harus lakukan, sekarang sudah jam 10.40 dan bentar lagi jam kerjanya akan dimulai.


Yang berarti, jika Dian ingin pergi ke rumah Pamannya, dia harus mengambil cuti dari kerjaannya. Dan itu bukanlah 1 hari, melainkan 2 hari. Karena pasti ada banyak kegiatan yang harus dia lakukan di sana.

__ADS_1


Dian merenung, dan ketika dia sudah memikirkan mana yang seharusnya lebih diprioritaskan. Dian berkata kepada Ibunya. "Oke bu, Dian telpon Bu Rina dulu ya sebentar." Ucap Dian.


"O-oke, Di. Maaf ya malah bikin kamu jadi harus ngambil cuti." Ibunya merasa kurang enak.


"Gapapa kok bu, namanya juga keluarga harus lebih diprioritasin. Bu Rina juga pasti bakal ngerti kok." Balas Dian.


Dian menelpon Bu Rina, dan setelah berbasa-basi selama 3 menit, Bu Rina memberikan izin kepada Dian untuk mengambil cuti selama 3 hari.


Bu Rina mengatakan bahwa Dian tidak perlu khawatir, karena bagaimanapun juga jasa Dian untuk Bu Rina sudah cukup besar hingga membuat kiosnya begitu terkenal.


Setelah Dian berterima kasih karena telah diberi izin, Dian menutup telponnya untuk segera berangkat ke rumah pamannya.


"Kalau begitu Dian pergi dulu ya bu ke rumah paman." Salim Dian.


Tidak lupa untuk membawa dompetnya, Dian menyalakan motor barunya yang berada di garasi dan berangkat menuju rumah Paman Casey yang mungkin memakan waktu sekitar 10 menit.


********


Sesampainya di rumah Paman Casey, Dian diperlihatkan dengan sejumlah motor yang terparkir rapi di depan rumah pamannya.


Rumah Paman Casey terletak bersebelahan dengan sawah, rumahnya cukup luas dan mempunyai aula yang merupakan tempat dirinya melatih muridnya. Sawah itu sendiri adalah miliknya, walau mungkin petaknya tidak luas namun Paman Casey cukup senang melakukan kegiatan bertani setiap pagi.

__ADS_1


Dian mendekat ke depan pintu rumah utamanya, dan menekan tombol bel.


*Ting Tong


"Iya tunggu." Ucap seorang perempuan dari balik pintu.


Tidak lama kemudian, seorang perempuan yang tidak asing di mata Dian, muncul dan membukakan pintunya.


"Eh? Dian?! udah lama banget...kamu ngapain ke sini?" Ucap Lista.


"Ah, maaf menganggu. Ibu tadi ngasih tahu kalau Paman Casey katanya sakit. Jadinya suruh ke sini buat jenguk sekalian bantu-bantu." Beritahu Dian.


"Oh begitu ya. iya nih, tiba-tiba aja kemarin Ayah kena tekanan darah tinggi. Aku bener-bener shock loh." Ucap Lista.


"Aku juga sama, makanya aku dateng buat jenguk. Paman Casey ada di rumah?" Tanya Dian.


"Ada kok, ayo masuk biar kuanterin." Ajak Lista.


"Oke Lis." Balas Dian.


Lista adalah seorang perempuan berambut ungu panjang yang mempunyai tubuh langsing dan berumur sama dengan Dian. Parasnya cantik dan kulitnya putih halus.

__ADS_1


Dia adalah putri dari Paman Casey yang diadopsi ketika Istri Paman Casey meninggal sesaat sebelum melahirkan karena kecelakaan. Dian sering bermain bersamanya saat kecil dan menjalin hubungan yang cukup akrab dengannya.


Dian dibawa masuk ke dalam rumah, dan suara-suara ribut dari aula sebelah mulai terdengar semakin jelas.


__ADS_2