System Level Up+

System Level Up+
Chapter 25 : Pasar Tirta


__ADS_3

Setelah selesai menanami wortel dan mencabut tomat sebelumnya, Dian kembali ke dalam rumah untuk memakan sarapan.


Sarapan yang dibuat Lista adalah sarapan sederhana berupa roti panggang, telur, dan susu. Karena tadinya Dian meminta telur dadar, maka Dian dibuatkan telur dadar.


Meja makan di rumah Paman Casey terletak di belakang ruang tamu, meja tersebut berbentuk persegi dengan total 4 kursi yang diletakkan masing-masing dua di kedua sisi.


Terdapat berbagai macam selai juga di meja makan, diantaranya ada selai kacang, madu, blueberry, dan coklat.


Dapur terletak di sebelah meja makan, jaraknya cukup dekat sehingga mudah untuk memindahkan makanan dari dapur ke meja, desain dapurnya memiliki kemiripan layaknya dapur eropa.


Dian mengambil duduk di salah satu kursi kosong yang berhadapan dengan Paman Casey didepannya, sedangkan Lista sendiri duduk di sebelah Paman Casey.


Setelah diberikan piring yang berisi sarapannya, Dian langsung mengambil sendok garpu yang berada di sebuah wadah kecil di berwarna pink di atas meja, dan mulai menyuapkan sesendok telur ke dalam mulutnya.


"Wow, ternyata kamu jago memasak juga ya Lista.." Puji Dian setelah mencoba memakan telur yang dibuat oleh Lista.


Telur dadar yang dibuat Lista bukanlah hanya sebuah telur dadar polos biasa, melainkan terdapat irisan sayuran dan wortel di dalamnya.



Lista tersenyum mendengar pujian Dian. "Hehehe, terima kasih." Ucapnya.


Paman Casey sama sekali tidak berbicara saat makan, dia menikmati sarapannya dengan perlahan dan langsung beranjak dari duduknya setelah selesai.


"Selesai sarapan, susul aku di garasi oke?" Ucap Pamannya.


Dian mengangguk menanggapi permintaan Paman Casey. "Oke." Jawabnya.


Tidak lama kemudian setelah selesai makan, Dian langsung berjalan menuju garasi rumah sesuai permintaan Paman Casey sebelumnya.


...----------------...


Sesampainya di garasi, Dian diperlihatkan dengan Paman Casey yang sedang sibuk memasukkan berbagai kotainer berisi sayuran hasil sawahnya ke belakang truk miliknya.


"Seperti yang kubilang sebelumnya, kamu akan membantuku menjual tomat dan sayur-sayuran ini nak." Ucap Paman Casey.


"Kukira hanya tomat saja, tapi ternyata cukup banyak juga ya.." Balas Dian.


"Tentu saja, ini semua adalah hasil dari 1 Minggu hasil panen sawahku sendiri, sebagian besar dikumpulkan dan dijual pada hari Sabtu di pasar." Jelas Paman Casey.


"Hoooh, begitu ya.." Dian mendekat ke arah kontainer dan mulai membantu mengangkatnya ke belakang truk satu per satu.

__ADS_1


[Ding! Mendeteksi Host sedang mengangkat barang!... Kekuatan Otot tangan+1, Peningkatan saat ini (1/10), Level saat ini 'Rendah']


[Ding! Stamina+1]


Setelah mendengar notifikasi sistemnya, Dian sama sekali tidak merasa berat ketika mengangkat kontainer ke belakang truk.


Dia mengangkatnya seolah sedang mengangkat bayi dan menaruhnya satu per satu ke belakang truk dengan cepat.


"Oke, ini yang terakhir." Ucap Dian setelah meletakkan kontainer yang terakhir.


Setelah selesai meletakkan semua kontainer ke belakang truk, Paman Casey mengambil kunci truk dan langsung menyalakannya untuk mengeluarkannya dari garasi.


Sesudah mengeluarkannya dari garasi, Dian langsung naik ke dalamnya dan duduk di sebelah Paman Casey yang menyetir.


"Jadi? Kita akan menjualnya di mana Paman?" Tanya Dian.


"Dimana? Sudah jelas di pasar bukan?" Jawab Paman Casey.


"Eh? Tapi bukannya tidak ada pasar di dekat sini ya? Kalau ada pun itu jauh bukan?" Dian mengingat-ingat.


"Dulunya memang tidak ada, namun 3 tahun lalu ada pasar yang dibuat tidak jauh dari sini. Pasar itu cukup terkenal dan aku sering menjual sayuranku di situ." Jelas Paman Dian.


"Oooh begitu ya..." Gumam Dian.


...----------------...


Nama pasar yang disebutkan oleh Paman Casey sebelumnya adalah pasar yang bernama Pasar Tirta.


Sesampainya di Pasar Tirta setelah menaiki truk selama 3 menit, Dian turun dari truknya setelah Paman Casey memarkirkan truknya di salah satu bagian parkiran pasar.


Pasar Tirta adalah pasar yang cukup ramai, Pasarnya sendiri terdapat di dalam aula yang memiliki seluas 24576 meter persegi atau 24 hektar. Memiliki dua lantai dan terdapat banyak orang yang menjual berbagai macam sayuran dan buah-buahan di dalamnya.


Lantai satu adalah area yang kebanyakan menjual daging dan kuliner Nusantara, sementara lantai dua menjual buah-buahan dan sayuran. Meskipun begitu, diluar bahan masakan pun terdapat penjual yang menjual mainan untuk anak-anak.


Paman Casey sendiri memiliki toko yang sudah ia buat semenjak 3 tahun lalu dan hanya buka pada hari Jumat. Terletak di lantai 2 dan memiliki lokasi strategis yang terletak di tengah.


"Bawa kontainernya dan berjalan saja dibelakangku, aku akan mengantarmu menuju toko ku." Ucap Paman Casey.


"Oke paman." Balas Dian.


Dian berjalan mengikuti Paman Casey yang berjalan di depannya, ia pun memasuki aula Pasar Tirta dan sedikit tertegun dengan luasnya bangunan itu.

__ADS_1


Cat tembok seluruhnya berwarna putih polos, terdapat banyak jendela di atas bangunan yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Suara-suara orang yang mulai saling tawar menawar terdengar jelas di telinganya.


Setelah menaiki tangga menuju lantai dua, Dian sampai di toko kecil pamannya. Pamannya langsung membuka gembok kunci dan menaruh kontainer yang ia bawa di dalam toko sebelum sedikit membersihkan debu-debu yang bertebaran di tokonya.


Dian menaruh kontainernya juga, dan setelah itu berkata pada Pamannya bahwa ia akan segera membawakan kontainer lainnya juga.


Jarak dari truk Paman Casey ke tokonya cukup jauh, walau begitu Dian tidak merasa kelelahan setelah bolak-balik dari toko pamannya. Itu dikarenakan sistem kardiovaskular dan ototnya yang telah meningkat.


[Ding! Stamina+1]


[Ding! Otot Tangan+1!]


[Ding! Kekuatan Otot Tangan ditingkatkan ke level 'Menengah', Peningkatan saat ini (1/50)]


Setelah selesai memindahkan semua kontainer ke dalam toko, Paman Casey pun telah selesai membersihkan debu di tokonya, Dian langsung disuruh untuk meletakkan setiap sayuran sesuai wadahnya masing-masing di tokonya.


"Letakkan selada di sebelah situ, lalu tomat di sebelahnya dan wortel seterusnya." Jelas Paman Casey.


"Oke siap." Balas Dian.


Dian meletakkan setiap sayuran sesuai wadahnya, dan setelah 5 menit melakukan itu, semuanya telah tersusun rapih.


"Jadi? Sekarang kita hanya perlu menunggu pelanggan doang kan?" Tanya Dian.


Paman Casey menggelengkan kepalanya. "Hmm mungkin...namun jangan salah sangka jika kita akan menunggu pelanggan seharian, karena sebentar lagi pelanggan langganan ku kemungkinan akan langsung ke ke sini dan mulai membeli semua dagangan ku."


"Eh? Pelanggan langganan?" Dian bingung dengan apa yang dimaksud pamannya.


"Nanti kamu akan mengerti sendiri." Ucap pamannya.


Setelah kira-kira 10 menit menunggu, pelanggan pertama pun muncul di depan toko. "Ah, Casey. Tomatnya masih ada kan?" Tanya pelanggan toko.


"Anton ya? Barusan buka ini, masih fresh dan baru semua. Kali ini kamu akan mendapatkannya banyak." Ucap Paman Casey.


"Pheww...untung saja aku datang awal, jika aku datang siang-siang, pasti akan habis semua." Ucap pelanggan 1.


Paman Casey menyuruh Dian untuk membungkus beberapa tomat ke dalam plastik, dan menyerahkannya pada pelanggan di depannya.


"Terima kasih. Aku akan kembali lagi Jumat depan, sehat selalu Casey." Pelanggan yang bernama Anton meninggalkan toko setelah membayar belanjaannya.


"Ya, kau juga sehat-sehat selalu!" Balas Paman Casey.

__ADS_1


Dian bingung dengan apa yang dimaksud Pelanggan bernama Anton sebelumnya saat mengatakan bahwa dagangan pamannya akan habis saat siang hari.


Namun ketika waktu terus berlalu, Dian akhirnya paham ketika melihat para pelanggan tiba-tiba terus datang dan berdatangan tanpa henti ke toko Pamannya.


__ADS_2