System Level Up+

System Level Up+
Chapter 55 : Membuat Jaringan Mafia, Tanggerang.


__ADS_3

Singkat cerita, hari sudah berubah menjadi esok. Dian saat ini sedang berada di Tanggerang. Kemarin ia naik kereta bersama Beatrice ke sana. Dan ia saat ini sedang berada di salah satu hotel terbaik di kota itu.


Saat ini di sana, Beatrice beberapa kali melihat Dian mondar-mandir di dalam kamar seolah sedang memikirkan sesuatu. Walau di dalam kamar hotel itu hanya ada mereka berdua di sana. Tidak ada satupun suasana canggung yang muncul.


Beatrice saat ini sedang duduk di tempat tidur menunggu kepastian dari Dian, bukan menunggu kepastian untuk melakukan 'itu'. Namun perintah Dian selanjutnya.


"Beatrice, ini syaratku. Apakah kamu siap mendengarkan?" Tanya Dian.


Beatrice mengangguk tanpa bertanya. "Tentu saja. apapun itu Di...maksudku Tuan Dian..." Sejak pelunasan hutang klubnya, Beatrice sedang membiasakan diri memanggil Dian menggunakan kalimat Tuan di depannya.


"Jadi begini, awal-awal. Aku ingin kamu memberitahuku apa semua pemikiranmu tentang cerita yang kuceritakan kemarin." Pinta Dian.


"Kemarin? ah, maksudmu tentang mafia itu ya.." Beatrice menebak.


Memang, saat itu Beatrice hanya berbicara apa adanya pada Dian. Namun mengetahui dia sekarang sudah menjadi Tuannya, ia bisa bercerita semua yang ia tahu padanya.


"Menurutku, itu adalah street mafia. Orang-orang yang biasanya menguasai jalanan di kota, mereka bergerak dalam kelompok dan biasanya anggotanya berjumlah banyak." Jelas Beatrice.


"Oke baiklah. Lalu...apakah ada cara untuk melawan mereka?" Tanya Dian.


Beatrice tampak berpikir sebentar, lalu dia kembali berbicara. "Ada tapi...apakah kamu sungguh ingin melawan para mafia tersebut? sekarang ini kamu masih tergolong orang yang berada di dunia atas, sekali kamu ke dunia bawah. Tidak ada jalan kembali lagi." Jelas Beatrice.


Memang, saat ini Dian tergolong orang yang baik, dalam segi finansial, bisnis, maupun keluarga. Semuanya bersih tanpa kekotoran sedikit pun.

__ADS_1


Namun mengingat dia saat ini berada di situasi dimana dirinya berkaitan dengan mafia, dan tidak tahu kenapa mereka menghalangi bisnisnya. Dian perlu menyelesaikan masalah ini.


"Tentu, aku bersedia. Namun, sebisa mungkin aku tidak ingin mengotori tanganku jika bisa." Jawab Dian.


Sebisa mungkin, Dian tidak ingin mengotori tangannya walau dalam urusan dunia bawah sekalipun. Kecuali jika situasinya mendesak untuk dia lakukan.


"Baiklah, sebelum itu.. ku beritahu alasan mengapa klub ku bisa mempunyai hutang sebanyak itu sebelumnya. Jadi, dulu aku sempat tergoda oleh pinjaman online di website. Dan sayangnya, pinjaman online itu di kelola oleh mafia." Jelas Beatrice.


Dian sedikit terkejut jika perempuan seperti Beatrice dapat tergoda oleh hal-hal semacam itu. Namun mungkin ada alasan dibaliknya yang membuat Beatrice melakukannya.


"Oke, lalu?" Tanya Dian.


"Aku memang mempunyai koneksi dengan beberapa mafia melalui keluargaku, namun meski begitu.. komplotan mafia yang kulawan terlalu kuat, akhirnya.. mereka pun menipuku dan memintaku untuk memberikan mereka 1 miliar saat itu." Jelas Beatrice


"Maka dari itu Dia....Maksudku Tuan Dian...aku tidak tahu berapa besar koneksi street mafia di tanggerang ini tapi...aku harap kamu benar-benar menguatkan tekadmu sebelum kamu memutuskan untuk melawan mereka." Beritahu Beatrice.


"Ya, aku sudah menguatkan tekadku...lagipula aku sudah membawamu ke sini." Beritahu Dian.


Beatrice sudah bekerja lama di klub, dan sudah pasti dia memiliki keterkaitan dengan dunia bawah. Itulah mengapa Dian rela membayar hutangnya untuk mendapat informasinya.


Beatrice pun menceritakan tentang dunia bawah kota yang kejam dan persoalan mengenai mafia yang jarang diketahui orang. Untuk hidup di dunia bawah, terkadang orang-orang yang lemah harus membeli perlindungan dari komplotan mafia yang berkuasa di sana.


Sebab hanya yang berdiri di puncak saja yang tidak dipandang rendah, dan orang-orang dibawah yang ketahuan menentangnya akan langsung dibersihkan tanpa ampun.

__ADS_1


Aparat hukum pun kerap disuap oleh mereka agar tutup mulut, bagaimanapun komplotan mafia yang mempunyai jaringan besar dapat bertahan dari tangkapan polisi dan jeratan hukum.


Mendengar itu semua, Dian pun terpikirkan sesuatu untuk melawan mafia yang menghalangi bisnisnya.


"Kamu bilang, yang teratas yang menguasai semua dunia bawah kan?" Pastikan Dian.


"Itu benar, komplotan mafia atas selalu membawahi orang-orang dibawahnya, dan mereka tidak akan pernah membiarkan satupun mengambil tempat mereka." Jelas Beatrice.


"Kalau begitu, Beatrice, seperti yang kamu bilang sebelumnya. Kamu mempunyai koneksi mafia melalui keluargamu bukan? jika bisa, dengan bantuan koneksimu itu, aku akan membuat jaringan mafia ku sendiri. Dan aku akan membawanya menuju puncak nantinya." Jawab Dian.


"T-tunggu sebentar, memang mungkin saja itu bisa terjadi tapi...itu memerlukan dana yang tidak sedikit." Resah Beatrice.


"Tenang saja, masalah uang biar aku yang urus." Jawab Dian.


Beatrice kembali berpikir, orang di depannya sudah melunasi utang senilai 1 miliar seolah-olah itu bukan apa-apa. Sudah jelas ia mempunyai uang yang banyak di dompetnya bukan?


"Kalau begitu, aku tidak akan menanyakan lagi mengenai uang. Tetapi untuk yang terakhir kalinya biar ku beritahu. Tuan Dian, ini bukan permainan anak-anak oke? jika kamu memulainya, kau tidak akan bisa lagi berhenti dari bahaya dunia bawah yang mengancammu. Apalagi kamu mengatakan akan membawa komplotanmu sendiri menuju puncak. Musuh akan terus bermunculan dan menghantuimu setiap saat, apakah kamu benar-benar siap dengan itu?" Tanya Beatrice serius.


Memang benar, mungkin saja keluarga Dian yang tidak ada kaitannya dengan ini akan terlibat dalam bahaya jika Dian masuk ke dunia bawah.


Namun, Dian mempunyai sistem. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang, jika dia tidak memanfaatkan itu sebaik mungkin. Maka nilai sebenarnya tidak akan pernah terlihat. Dian ingin tahu seberapa jauh ia bisa melangkah menggunakan sistemnya.


"Aku tahu, dan keputusanku tetap tidak berubah." Jelas Dian.

__ADS_1


Beatrice menghela napas mendengar jawaban Dian. "Baiklah, kalau begitu. Biar ku jelaskan padamu bagaimana caranya membuat jaringanmu sendiri." Ucap Beatrice.


__ADS_2