
Setelah membantu pamannya berdagang di pasar, Dian menjadi terinspirasi untuk membuat bisnis sendiri.
Dian belajar banyak setelah berdagang bersama pamannya, mengenai faktor yang membuat seseorang ingin terus membeli barang dagangannya, dan hal lainnya yang sebelumnya tidak Dian tidak ketahui.
Membuat bisnis dimana terdapat banyak pelanggan langganan yang selalu bersiap untuk membeli, dan tentu saja partner kerja bisnis yang saling menguntungkan juga.
Setelah berpikir banyak hal, mengenai kemampuannya yang telah dikembangkan oleh sistem. Dian berpikir bahwasannya jika dia ingin membuat sebuah toko yang terkenal, itu tidak akan sulit seperti kebanyakan orang.
Contohnya saja, layaknya bisnis Yaki-Soba yang dibuat oleh Bu Rina. Dian dapat membuat kiosnya menjadi sangat terkenal dengan sistem kemampuan memasaknya yang saat ini sudah mencapai level 'Ahli'.
Jika Dian menginginkannya, dia dapat melakukannya bukan hanya di kegiatan memasak saja, melainkan hal lainnya juga. Contohnya saja menjahit, memancing, menyanyi, ataupun seperti pamannya yaitu bertani.
Sistemnya dapat mempelajari apapun selama Dian melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, untuk membuat bisnis sendiri. Dian membutuhkan modal, dan untungnya saat ini Dian sudah bekerja bersama dengan Bu Rina dan meraih pendapatan sebesar 1.5 juga per hari, dan itu merupakan langkah awalnya untuk menabung modal nantinya.
Dian sudah memikirkan plan dia kedepannya, dan langkah awal yang harus ia ambil adalah mengumpulkan modal terlebih dahulu.
"Kalau begitu Dian pamit dulu ya Paman, Lista, terima kasih sudah mengizinkan Dian menginap beberapa hari ini." Pamit Dian.
"Tidak usah begitu, justru Paman malahan yang berterima kasih karena telah banyak dibantu di sini." Ucap Paman Casey.
"Aku juga berterima kasih karena sudah menjaga dan membantu Ayah akhir-akhir ini." Ucap Lista.
Dian tersenyum malu menanggapi ucapan terima kasih pamannya dan Lista, Dian sudah menginap total 3 hari di rumah pamannya. Dan Pamannya sekarang sudah sedikit bersikap halus padanya.
"Kalau begitu Dian pergi dulu." Ucap Dian sambil menyalakan motornya.
"Ya hati-hati di jalan." Ucap Pamannya.
"Hati-hati di jalan Dian." Ucap Lista.
Dian melambaikan tangannya pada pamannya dan Lista, dan setelah itu dia langsung menancapkan gasnya untuk pulang menuju rumahnya.
...----------------...
Singkat cerita, 2 bulan berlalu. Dian saat ini sudah siap untuk membuat usahanya sendiri.
__ADS_1
"Bu, Dian pamit dulu ya." Salim Dian.
"Iya, hati-hati di jalan ya." Balas Ibunya.
Setelah berpamitan dengan ibunya, Dian langsung pergi menuju tempat tujuan pertamanya dalam membuka bisnis. Modal yang dimiliki Dian saat ini sudah cukup untuk menjalani rencananya. Dengan total 90.000.000 Rupiah, yang sudah ia kumpulkan selama 60 hari bekerja.
Dian sedang mengambil cuti saat ini dari kerjaannya dengan Bu Rina. Ia ingin fokus dulu terhadap pembuatan bisnisnya sebelum mulai bekerja seperti biasa agar tidak bertabrakan waktu.
Dian sudah membuat janji sebelumnya kepada seseorang yang menjadi langkah awal dari bisnisnya. Dian ingin membeli properti yang sudah ia janjikan dengan orang itu beberapa hari sebelumnya.
"Kalau tidak salah di sini kan?" Pikir Dian sambil memarkirkan motornya di depan peternakan.
Menaiki motornya selama 20 menit kurang, Dian sampai di sebuah peternakan ayam yang nantinya akan ia beli sebagai langkah awal usaha bisnisnya.
"Ah, apakah kamu yang bernama Dian?" Tanya seorang lelaki berumur 40 tahunan.
"Eh iya, saya Dian. Apakah anda yang bernama Bapak Roni?" Tanya Dian balik.
"Betul saya Roni, pemilik dari peternakan ayam ini." Jelas Bapak Roni.
Peternakan Ayam yang ingin Dian beli adalah sebuah peternakan ayam seluas 15712 meter atau 1,5 hektar dengan harga 15.000.000 rupiah. Dengan total 300 ayam yang berada di kandang, dan sekaligus dedak padi yang menjadi makanan mereka.
"Jadi langsung saja ya, ini cek yang sudah saya isi sebanyak 50.000.000 rupiah termasuk pajak." Ucap Dian sambil memberikan cek banknya.
Bapak Roni mengambil cek yang telah diberikan Dian dan memeriksanya sebentar. "Oke, ini sudah betul. Kalau begitu ini sertifikat peternakannya dan kuncinya. Sesuai kesepakatan kandangnya sudah saya rapikan dan bersihkan sebelum saya jual.
"Oke pak, terima kasih." Ucap Dian.
Bapak Roni langsung meninggalkan tempat sesudah membuat kesepakatan dengan Dian. Dian pun menghela napas lega jika tidak ada masalah yang terjadi saat pertama kali ia membeli sebuah properti.
"Kalau begitu sekarang tinggal mulai saja bukan?" Pikir Dian dalam hatinya.
Dian memasuki kandang peternakannya, dan mendengar banyaknya ayam yang berkokok di sekitarnya.
Ayamnya di kurung di sebuah kotak kayu yang berbaris sepanjang peternakan. Dengan total 6 baris yang masing masing berisi 50 kotak ayam.
Dian mengamati satu-satu ayam miliknya, ketika sudah melihatnya sampai ujung dan memastikan tidak ada yang cacat, Dian pun memulai dengan berjalan menuju gudang makanan yang terletak di sebelah peternakan, dan mengambil dedak padi untuk memberi mereka makan.
__ADS_1
[Ding! Mendeteksi Host sedang beternak...Kemampuan beternak+1, Peningkatan saat ini (1/10), Level kemampuan 'Rendah]
Dian memberi makan ayamnya satu-satu berurutan, dan sistem nya pun dengan cepat terus memperoleh peningkatan dan naik level.
[Ding! berternak+1]
[Ding! berternak+1]
[Ding! Kemampuan Berternak ditingkatkan ke level 'Menengah', peningkatan saat ini (3/50)]
Dian semakin cepat memberi makan ayamnya setelah sistemnya meningkat, dan dalam waktu cepat pun semuanya sudah selesai.
"Oke, kalau begitu makan pagi sudah diberikan. Sisanya tinggal memberi makan siang dan malam." Gumam Dian.
Dalam tujuan untuk membuat telurnya gemuk, ayamnya harus diberi makan 3x sehari agar dagingnya menumpuk. Namun tidak sampai obesitas, karena itu juga memengaruhi kualitas ayamnya nanti.
Sebenarnya, ayam yang dimiliki oleh Pak Roni semuanya besar-besar, dan itulah salah satu kenapa harganya sedikit lebih mahal daripada lainnya.
"Oke, sekarang tinggal..." Dian membuka hp miliknya dan menelpon seseorang.
"Halo bos? Oh siap bos, ini lagi diantar semuanya. Sebentar lagi sampai kok." Ucap seorang lelaki di telepon.
"Oke, ditunggu ya." Balas Dian.
Sesudah menutup teleponnya, Dian berjalan keluar dari peternakannya.
Ia pun menunggu selama 5 menit diluar, dan sebuah truk tidak lama kemudian datang dan berhenti di depan peternakan Dian.
"Oke bos, silahkan tanda tangan dulu ya di sini." Ucap Laki-laki yang mengemudikan truk itu.
"Oke, semuanya sudah sesuai pesanan kan ya?" Tanya Dian.
"Semuanya sudah sesuai, 100 kg dedak ayam bukan?" Tanya supir truk.
"Ya, itu benar. Kalau begitu bukti transfer pembayarannya saya screenshot dan kirim ke WhatsApp ya." Ucap Dian.
Dian memang memiliki stok makanan ayam di gudang peternakannya, namun stok itu sendiri tidak akan bertahan selama 1 Minggu dan hanya stok makanan sisa dari pemilik sebelumnya.
__ADS_1
"Oke bos." Jawab supir truk.
Setelah menandatangani surat yang diberikan supir itu, beberapa karyawan keluar dari dalam truk dan mengeluarkan karung berisi dedak ayam yang akan mereka taruh di gudang peternakan milik Dian.