System Level Up+

System Level Up+
Chapter 62 : Uang adalah kekuatan


__ADS_3

"Menyerang malam ini? Hahahaha, jelaskan padaku. Memang seperti apa kamu ingin menyerang pada 'malam ini' tepatnya? Apakah kamu ingin beradu tembakan dengan mereka?" Tanya Hansel, setelah mendengar Dian bahwa ia berniat menyerang White Boy.


Dian menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Hansel, "Tidak, aku tidak berniat untuk melakukan itu. Apa yang ku maksud adalah ini." Dian mengeluarkan secarik kertas dari saku kirinya. Itu adalah selembar uang berjumlah 100.000 Rupiah.


Hansel dan semua orang di kafe itu bingung dengan apa yang dimaksud Dian. "Hah uang? Apa maksudmu?" Tanya Hansel bingung.


Dian mempunyai rencana untuk menyerang White Boys, namun rencana yang ia maksud bukanlah dengan melakukan kekerasan, melainkan hal lain.


"Itu benar, uang....Aku ingin tahu, apakah dengan uang, aku dapat membeli kepercayaan para anggota White Boys? Aku penasaran dengan itu." Ucap Dian.


Ketika mendengar ucapan Dian, Hansel langsung mengerti apa yang dimaksud olehnya.


"Ah, begitu.. Jadi daripada melakukan perlawanan dengan hanya kita berdua, kamu memilih untuk mengurangi jumlah mereka dengan uang?" Tanya Hansel.


"Itu benar." Jawab Dian. "Bagiku itu adalah cara yang lebih efektif dibandingkan menyerang langsung tanpa persiapan." Dian menambahkan.


Bagi Dian, menyerang wilayah White Boys saat ini dengan menggunakan senjata sama saja dengan tindakan yang terlalu tergesa-gesa. Walau Paman Joy mengatakan bahwa 2 anak buahnya setara dengan 20 orang. Ia tetap tidak ingin terburu-buru.


"Namun dengan uang itu, kamu juga dapat menambah anak buahmu lebih banyak bukan? Apakah kamu tidak ingin melakukan itu?" Tanya Hansel.


"Tidak, bayangkan saja. Menambah anak buah memang dapat meningkatkan kekuatan di sisi kita. Namun menyuap dan mendapatkan anggota dari White Boy sendiri bisa mendapat kekuatan sekaligus informasi yang mungkin bisa berguna." Jelas Dian.


Jika Dian ingin merekrut anak buah, dia dapat melakukannya kapan saja. Namun itu hanyalah sekedar menambah jumlah saja. Sedangkan jika dia mendapat anak buah yang dulunya termasuk dalam anggota White Boy, dia dapat mendapat informasi juga.


"Begitu ya, aku mengerti. Itu memang rencana yang cukup bagus." Ucap Hansel.


"Ya, melalui informasi itu. Kita kemungkinan dapat mengetahui rutinitas White Boy dan mencari kelemahan mereka dari situ. Dan kalau kita beruntung, kita juga akan mendapat jadwal mereka di kemudian hari." Jelas Dian.


Paman Joy yang mendengar penjelasan Dian sedari tadi, tersenyum kecil. "Heh, ternyata kamu bukan orang yang hanya gede otot saja ya? Namun otakmu cukup berjalan juga." Puji Paman Joy.

__ADS_1


Dalam dunia bawah, kekuatan memanglah faktor yang cukup penting. Namun kecerdasan dan kemampuan memutuskan juga termasuk yang menentukan.


"Aku bukanlah tipe yang suka bertengkar, jika bisa. Aku ingin menghindari perkelahian sebisa mungkin, namun jika sudah saatnya, aku hanya akan menunjukkan diri kepada pimpinan musuh." Ucap Dian.


Hal yang diucapkan Dian barusan hanyalah keinginannya, Itu bukanlah hal mutlak yang harus ia lakukan ketika berada di dunia bawah. Jika dia memang harus ikut melawan, maka ia akan melakukannya.


"Pikiran yang bagus, aku suka itu. Pikiran yang naif dan sombong memang cenderung membuat kelompok jatuh ke lubang kehancuran." Ucap Alex.


"Aku senang kamu sudah mengerti. Kalau begitu, aku akan menjelaskan rencana ku kepada kalian. Aku ingin meminta kalian untuk melakukannya malam ini juga, agar di keesokan harinya akan menjadi lebih mudah." Ucap Dian


"Oke Bos." Balas Alex dan Hansel.


Mendengar jawaban mereka, Dian pun menjelaskan rencananya untuk menjatuhkan White Boy.


...----------------...


"Bos, kami sudah mendapat kira-kira 14 anak buah White Boy yang beralih pihak ke kita. Apa mau aku menyuruh mereka untuk datang ke tempat bos sekarang?" Tanya Hansel dalam telepon.


"Ya, suruh mereka untuk datang ke tempatku saat ini juga. Aku ingin mendapatkan informasi mereka secepat mungkin jika aku bisa." Jawab Dian.


"Siap bos." Telepon dimatikan setelah mendengar jawaban dari Hansel.


Saat ini, Dian bersama dengan Beatrice sedang berada di salah satu bar milik White Boys yang terletak di salah satu wilayah teritorial mereka. ia sedang duduk di ruang VIP sana serambi menunggu kabar dari Hansel dan Alex.


Kemarin, Hansel dan Alex diminta oleh Dian untuk membujuk anak buah White Boys untuk bertukar pihak ke arah Dian. Masing-masing dari orang itu ditawari uang senilai 5 juta rupiah untuk berkhianat, dan jika mereka mempunyai informasi yang bagus, mereka akan ditambahi 2 Juta rupiah.


Dan jika mereka memutuskan untuk membelot, mereka disuruh untuk pergi ke jalan ***** yang merupakan salah satu dari tempat yang dikuasai White Boy pada jam 4 sore. Di sana terdapat bar yang merupakan tempat Dian berada saat ini


*Tok tok tok {Suara pintu diketuk}

__ADS_1


"Masuk saja, pintunya tidak dikunci." Ucap Dian.


Ketika mendengar jawaban Dian, beberapa wajah asing yang tidak pernah dilihatnya muncul dan masuk ke dalam.


"Apakah anda yang bernama Dian?" Tanya orang 1.


"Itu betul, aku adalah Dian. Apakah kalian adalah anak-anak dari White Boys?" Tanya Dian.


Mendengar ucapan Dian, orang-orang di depannya memberi tanggapan dengan mengangguk. Mereka pun mengambil duduk di sofa depan Dian.


"Itu benar. Kami adalah anggota dari White Boys sebelumnya. Kami mendengar bahwa masing-masing dari kita akan dibayar 5 juta jika membelot dan 2 juta jika mempunyai informasi yang bagus. Apakah itu benar?" Tanya orang 1.


Dian mengangguk. "Itu benar, masing-masing dari kalian akan dibayar 5 juta jika membelot dan menjadi anak buahku. Dan bagi yang mempunyai informasi yang berguna, akan diberi tambahan 2 juta. Mohon untuk tidak sungkan untuk memberitahukannya." Ucap Dian.


Para mantan anak buah White Boys itu saling menatap satu sama lain dan berdiskusi sejenak seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Dan ketika mereka sudah memutuskannya, salah satu dari mereka mengangguk dan berkata pada Dian.


"Kami semua ingin membelot, agar tidak terjadi kesalahpahaman, bisakah kamu membuktikan bahwa kamu memang mempunyai uang sebanyak itu untuk membeli kita semua?" Tanya orang 1.


Mendengar pertanyaan orang di depannya, Dian tersenyum lebar."Tentu saja bisa. Beatrice, Tolong kasih lihat ke mereka." Pinta Dian.


"Dimengerti." Balas Beatrice.


Mendengar permintaan Dian, Beatrice pun menaruh sebuah koper hitam besar ke meja di depan Dian, dan ketika ia membukanya. Uang sebesar 50 juta yang tersusun rapi di dalamnya membuat orang-orang di depan Dian melebarkan matanya.


"Bagaimana? Ini masihlah koper pertama, aku masih bisa memperlihatkan kalian lebih banyak lagi jika kalian mau." Ucap Dian.


Melihat bahwa Dian memang mempunyai uang untuk membeli mereka. Salah satu dari mantan anak buah White Boys mengangguk. "Baiklah, Kalau begitu... kami semua akan membelot dan memberitahukan semua yang kami tahu padamu." Ucap Orang 1.


Mendengar jawaban yang memuaskan, Dian tersenyum puas. "Baguslah kalau begitu." Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2