System Level Up+

System Level Up+
Chapter 35 : Segitu Doang? Lemah


__ADS_3

Dian sudah menyelesaikan semua proses pengembalian buku. Setelah ini ia bisa langsung pulang. Jika ada suatu kendala ataupun panggilan dari sekolah setelah ini, itu berarti ada buku yang tertinggal ataupun belum dikembalikan.


Ketika Dian berjalan melewati gerbang sekolah, bunyi deringan muncul dari hp yang berada di saku kanannya.


"Halo? iya, ada apa?" Ucap Dian dalam telepon.


"Bos, ini baru saja ada tamu yang sepertinya ingin bertemu dengan bos. Dan sepertinya mereka cukup penting, apa perlu saya buatkan jadwal untuk bertemu?" Ucap Karyawan 1.


Biasanya jika ada tamu yang ingin bertemu dengan Dian, itu adalah seorang usahawan yang ingin berkeja sama dengan Dian. Dian mengira ada seseorang yang berniat menjalin hubungan bisnis dengannya.


"Boleh, bilang ke orang itu aku akan bertemu dengannya jam 1 sore." Ucap Dian saat melihat jam di handphonenya yang menunjukkan angka 12.


"Oke bos, siap!" Balas Karyawan 1


Selesai menelepon, Dian melanjutkan langkahnya menuju rumahnya. Senyum lebar menghiasi bibirnya. Bagaimana tidak? usaha nya saat ini terus menerus berkembang dengan cepat, baru kemarin dia mendapat tawaran kerja sama bisnis, dan hari ini pun dia juga mendapatkan tawaran lagi.


Jika ini terus berlanjut, kemungkinan Dian akan bekerja sama dengan seluruh restoran yang berada di kotanya, dan mungkin saja di luar pulau, ataupun negara.

__ADS_1


Dengan mood yang ceria, Dian Hanya tinggal melewati gang yang menembus ke rumahnya, setelah itu. Dian akan sampai ke rumahnya dengan cepat.


Namun sesaat setelah memasuki gang, Senyum lebar Dian tiba-tiba menghilang ketika pemuda itu melihat 7 orang yang merupakan teman sekelasnya menghadang jalan didepannya dengan senyuman sombong mereka.


Tidak, mungkin cukup ramah jika dibilang sebagai 'Teman.' mereka adalah komplotan Rex yang merupakan musuhnya.


"Hehe, halo miskin...apa kabar? udah kangen kita belum?" Salah seorang diantara ketujuh orang itu berbicara, sebut saja Preman 1.


Yang lain tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Preman 1. "Sini dong pelukan sama kita, kita dari tadi udah nungguin di sini loh buat ketemu kamu.." Lanjut Preman 2, ketujuh orang tersebut sekali lagi tertawa terbahak-bahak.


"Oh, begitu ya? jadi begitu ceritanya?" Dian melirik ke belakangnya dimana 3 orang lainnya muncul dari ujung gang belakangnya dan memotong satu-satunya jalur untuk Dian keluar.


Gang itu juga cukup jarang dilewati oleh orang, karena gang itu sendiri sebenarnya hanya dipakai Dian untuk mengambil jalan pintas ke rumahnya. Jarang ada orang yang arah rumahnya sama seperti Dian.


"Maaf ya, tapi karena otak bodoh kamu sudah membuat bos kami marah. Jadi kami harus melakukan ini untuknya, jangan dendam ya.." Ledek Preman 1.


"Bos Rez sudah membayar kami masing-masing untuk menghancurkan cecunguk miskin bodoh sepertimu, inilah akibatnya jika kamu menolaknya dan membuat marah Harusnya kamu terima saja saat itu, mungkin sekarang kamu akan menjadi teman kami." Ucap Preman 3.

__ADS_1


Mendengar perkataan preman-preman Rex, Dian meregangkan tangannya sedikit ke depan dan melebarkan kakinya untuk melakukan pemanasan sebentar. Ia melakukannya dengan santai sambil melihat ke sekitarnya untuk memeriksa. Ia lalu menatap tajam ke arah tujuh orang di depannya.


"Huuuuuu aku takuuuuuttt, mah. Sepertinya orang di sana akan menghajarku. Ahahahahaha." Ketujuh orang di depannya sekali lagi tertawa terbahak-bahak melihat Dian.


Setelah melakukan gerakan pemanasan sejenak, Dian lalu meluruskan tubuhnya. Dan membuat senyuman sombong dari mulutnya sambil menunjuk ke arah preman di depannya. "Maaf, tapi daripada menjadi teman kalian, aku lebih sudi mati." Dian menunjukkan senyuman ledekkan terbaiknya kepada mereka.


7 Orang di depannya yang mendengar itu, tertawa lagi karena menganggap Dian hanya bertingkah layaknya pahlawan, lalu preman 1 yang berada di tengah-tengah mereka. Langsung memberi aba-abanya. "Udah-udah, perutku sakit tertawa terus, cepat hajar orang ini dan ambil uang kita." Pinta Preman 1.


"Oke bang!" Jawab ke 6 preman.


Ke enam preman berjalan mendekat ke arah Dian sambil membunyikan suara renyah dari jari mereka yang berbunyi 'Krek' dengan wajah senyuman sombong mereka.


Salah satu mereka lalu, tanpa memberitahu aba-aba pada yang lainnya. Langsung berlari ke arah Dian untuk menyerangnya. "Maaf tapi aku yang akan mendapat bonus dari Bos!" Ucap Preman 2


"Oi kau curang!" Teriak preman lainnya.


Preman 2 berlari sampai berada tepat di hadapan Dian, dan melayangkan tinju tangan kanannya ke arah wajah Dian. "Makan nih!"

__ADS_1


Namun Dian, tanpa berekspresi takut sedikitpun. Dengan cepat langsung menundukkan wajahnya ke bawah untuk menghindari pukulan tersebut, dan menendang perut orang di depannya hingga membuatnya menjongkok kesakitan. "Segitu doang? lambat sekali. Gini doang mah gampang." Ucap Dian.


__ADS_2