System Level Up+

System Level Up+
Chapter 75 : Deklarasi Perang


__ADS_3

*(Suara kaca dan dinding yang terkena tembakan)


"Dasar bajingannnn!!!!!" Teriak orang berjas hitam tersebut sambil terus menembakkan senjatanya.


Peluru demi peluru berlayangan ke arah Dian, namun tidak ada satupun yang mengenainya, Dian terus bertiarap sambil menunggu tembakan itu berhenti.


"Tuan! kenapa kamu melakukan itu?!" Teriak Beatrice di sebelahnya, ia tidak menduga jika Dian akan melakukan sesuatu yang berani seperti menembakkan senjatanya ke arah komplotan Yeremiah.


Alasannya adalah, jika Dian melakukan itu, itu sama saja mendeklarasikan perang terhadap kelompok Yeremiah yang merupakan kelompok dari second land, dan jika kelompok Yeremiah menjadi lawannya, itu sama saja menjadikan Rose sebagai lawan mereka. Dan itu bisa dibilang sebagai tindakan bunuh diri.


Dia memang membunuh Yeremiah, namun itu tidak akan menyelesaikan masalah semudah itu, apalagi dengan menjadikan kelompok Third Land sebagai musuhnya, masalah yang berdatangan akan lebih serius setelah ini.


Tembakan dari komplotan Yeremiah terus berlangsung selama 10 detik, dan ketika peluru mereka sudah habis, Dian tanpa menunggu langsung kembali berdiri dan mengarahkan pistolnya ke arah dahi 2 orang di depannya.

__ADS_1


*Dor


*Dor


[Ding! Kemampuan menembak+1]


[Ding! Kemampuan menembak+1]


"T-tuan...anda..." Beatrice melebarkan matanya melihat ke arah Dian. Ia tidak menyangka jika Dian yang baru saja memegang pistol kemarin, sudah dapat menggunakannya dengan lihai hingga berhasil mengalahkan kelompok Yeremiah begitu mudah.


"Beatrice, persiapkan dirimu...karena sekarang, musuh kita akan sangat kuat." Beritahu Dian, ia pun dengan perlahan menurunkan pistolnya dan memasukkannya kembali ke saku jaketnya.


Saat ini, hanya ada Dian dan Beatrice yang berada di kasino itu, semua pelanggan dan dealer yang tadi bermain di sana semuanya sudah melarikan karena ketakutan.

__ADS_1


Kondisi Kasino saat ini cukup parah, sebab mesin-mesin slot yang barusan Dian beberapa hari lalu, sudah rusak karena terkena tembakan dari kelompok Yeremiah.


"Tuan, apakah kamu sadar? Kamu baru saja mendeklarasikan perang terhadap kelompok Yeremiah sekaligus Rose. Ini Rose yang kita bicarakan bukan? kamu....tidak, kamu sadar kan apa yang kamu lakukan?" Tanya Beatrice sesudah ia berdiri dari lantai.


Dian hanya terdiam mendengar ucapan Beatrice, ia pun dengan perlahan membalikkan badan dari arahnya dan berjalan menuruni tangga menuju pintu keluar kasino.


"Aku tahu, namun aku tidak ada pilihan lain....ditengah-tengah kepanikan itu, aku hanya berpikir jika menyelesaikannya dengan pistol adalah jalan yang terbaik." Balas Dian.


Hansel dan Alex saat ini sedang berada di luar karena urusan lain yang mereka harus kerjakan. Jika seandainya mereka di sini saat ini, Beatrice yakin Dian tidak perlu sampai mengeluarkan senjatanya dan membunuh semua kompolotan Yeremiah.


Awalnya, ia mengira Dian akan berusaha untuk membujuk mereka daripada mengeluarkan pistol untuk melawan, namun ia tidak menyangka jika Dian akan memilih keputusan yang begitu berisiko.


Sekarang, posisi White Boys sudah berubah. White Boys kini....di dunia bawah tanah, adalah buronan dari salah satu kelompok terbesar di Third Land yaitu Rose

__ADS_1


__ADS_2