System Level Up+

System Level Up+
Chapter 63 : Informasi Valid


__ADS_3

Setelah lebih dari 2 jam mendengarkan setiap cerita dari 14 orang yang membelot padanya, Dian telah mendapatkan beberapa informasi berguna.


Tentu saja ia  membayar setiap orang sesuai janji yang ia katakan pada mereka di awal, masing-masing dibayar 5 juta dan tambahan 2 juta jika informasi mereka berguna.


Alhasil, Dian saat ini mempunyai total 16 anak buah yang bekerja untuknya. 14 mantan anak buah White Boys dan 2 anak buah mantan kelompok Paman Joy.


Setelah selesai mendapat informasi, Dian menelepon Hansel dan Alex untuk datang ke bar juga. Itu karena ia ingin membagikan informasi yang ia dapatkan pada mereka juga


Informasi yang ia dapatkan ini nantinya akan dipakai untuk melawan White Boys, yang kemungkinan akan menjadi lebih mudah kedepannya.


14 orang yang sudah menjadi anak buah Dian sekarang telah diminta oleh Dian untuk menjaga di sekitar bar tempat Dian berada saat ini.


Anggota dari White Boys masih belum tahu jika mereka membelot, jadi itu wajar saja jika mereka mengelilingi klub yang merupakan wilayah teritorial mereka. Dian memanfaatkan keuntungan itu untuk mencari aman.


"Bos, kami sudah di sini. Apa yang kamu perlu?" Tanya Hansel, setelah ia masuk ke ruangan VIP bersamaan dengan Alex.


Melihat Hansel dan Alex sudah masuk, Dian langsung meminta mereka untuk duduk. "Pertama-tama, duduklah. Aku ingin menceritakan pada kalian mengenai informasi yang kudapatkan dari 14 orang yang membelot pada kita hari ini." Ucap Dian.

__ADS_1


Setelah diminta Dian, Hansel dan Alex pun mengambil tempat duduk di depan Dian. Mereka juga menuangkan sedikit wine kedalam gelas yang telah disiapkan pada mereka berdua oleh Beatrice, Dian tadi menyuruh Beatrice untuk menyiapkannya karena dia tahu bahwa Hansel dan Alex memang cukup suka minum.


"Jadi, dari 14 orang tadi. Aku cukup mendapat informasi yang cukup berguna, dan itu akan menjadi kesempatan kita untuk menundukkan kelompok ini lebih cepat." Jelas Dian.


Setelah mengatakan itu, Dian pun menjelaskan segala informasi yang ia dapatkan. Hansel dan Alex mendengarkan dengan baik sambil sesekali meminum wine dan terkadang mengangguk dan juga menggeleng.


Informasi itu terbagi dalam berbagai macam, pertama-tama. White Boys berencana untuk menaklukkan 2 jalanan pada jam 11 besok malam untuk memperluas wilayah teritorial mereka. Mereka menganggap sudah waktunya untuk lebih memperluas wilayah teritorial karena anggota mereka yang terus bertambah.


Kedua, Pimpinan White Boys, yaitu Roy Suryo. Mempunyai rencana untuk makan siang bersama kekasihnya di salah satu restoran barat yang berada di wilayah teritorialnya pada besok siang jam 11.30. Informasi ini sebenarnya cukup rahasia dan hanya beberapa orang yang tahu, dikatakan bahwa Roy Suryo hanya akan membawa sedikit dari anak buahnya bersamanya untuk berjaga di depan restoran namun tidak ikut menjaganya di dalam.


"Jadi, melalui informasi yang kuberitahu barusan. Aku sudah menetapkan rencana untuk menundukkan mereka. Kita akan memakai informasi tentang Roy Suryo yang makan bersama kekasihnya pada jam 11.30 siang untuk menundukkannya sekaligus menguasai seluruh kelompok White Boys sekaligus." Beritahu Dian.


Mendengar Ucapan Dian, Hansel menuangkan segelas wine ke dalam mulutnya sebelum bertanya. "Kalau begitu jelaskan bagaimana kita akan menundukkannya." Ucap Dian.


Dian mengangguk. "Tentu, ini sangatlah simpel. Pertama, Roy hanya akan membawa sedikit anak buah bersamanya dan hanya menjaganya di luar restoran saja. Kedua, White Boys masih belum mengetahui jika 14 dari anggota mereka saat ini sudah membelot dan menjadi anak buahku. Kita akan memakai informasi ini untuk mengelabui para penjaga yang menjaga di depan restoran tempat Roy makan dan membuka jalur untuk kita masuk." Ucap Dian.


"Lalu bagaimana jika suara tembakan terdengar? jika ada anggota White boys yang mendengar suara tembakan di wilayah mereka, itu tidak akan berjalan dengan baik." Ucap Hansel.

__ADS_1


"Tentang itu, aku sudah memesan supressor untuk dipakai di setiap senjata kalian masing-masing besok. kalian hanya akan menggunakan pistol dan tidak diperbolehkan membawa senapan berat ataupun riffle." Jelas Dian.


"Hoooh, pemikiran yang bagus. Lalu tentang kekasih Roy? jika seandainya kita sudah menerobos masuk, apa yang akan kamu lakukan padanya?" Tanya Hansel penasaran.


"Tentang itu..... banyak pilihan yang tersedia dan aku akan memikirkannya nanti. Yang penting, kita sudah bisa masuk ke dalam dan memojokannya." Jelas Dian.


Terdapat banyak pilihan yang bisa Dian lakukan pada kekasih Roy, ia bisa menjadikannya alat untuk negosiasi, ancaman, dan berbagai pilihan lainnya. Namun itu semua bagi Dian tergantung pada situasinya nanti. Hal yang perlu ia lakukan adalah membuat situasi dimana Roy tidak bisa berkutik lagi.


"Kalau begitu pertanyaan yang paling penting. Bagaimana kita bisa masuk ke sana? tidak mungkin orang asing selain anggota White Boys akan dibiarkan berkeliaran di sekitar restoran itu bukan?" Tanya Hansel.


Mendengar pertanyaan Hansel, Dian tersenyum kecil. "Tentang itu, aku sudah memikirkannya." Ucap Dian percaya diri.


Hansel melihat ke arah Dian yang saat ini sedang tersenyum puas seolah-olah semuanya sudah berhasil dan berjalan lancar. Ia tidak tahu apa yang pemuda itu pikirkan. Namun ia tahu bahwa mengikuti rencana anak itu kemungkinan akan membawa hasil yang baik.


Dari kemarin ia mendengar pemikiran Dian, semuanya tepat dan masuk akal. Tidak ada dari rencananya yang terdengar aneh dan buruk. Semuanya berdasarkan penilaian dan prediksi yang bisa terjadi di masa depan. Ia perlahan-lahan mulai menyukai dan mengikuti Dian dari belakang.


Mengetahui bahwa ia selesai memberikan penjelasannya, Dian berdiri dari sofa. "Kalau begitu semuanya sudah ditentukan, besok. Kita akan menundukkan White Boys dalam satu hari." Ucap Dian percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2