
Di peternakannya, Dian membuka brosur dari hpnya, itu adalah brosur yang memberitahu cara untuk menggunakan uang dengan baik. Ia ingin melihat beberapa informasi mengenai cara menghabiskan uang dengan tepat dan effisien.
Jujur saja, Dian tidak pandai memilih cara untuk menghabiskan uang dengan tepat. Dengan bisnis supplynya yang sudah melonjak saat ini, ia harus menemukan cara agar dapat meraih keuntungan lebih dengan omset yang ia dapatkan.
Namun untuk memulai sebuah bisnis baru, Dian tidak bisa semudah itu memutuskan untuk membuat jika dia sendiri belum memahami tentang rencana kedepannya. Dirinya harus memiliki rencana akurat yang mengarah pada situasi berhasil dan tidak merujuk pada kegagalan.
Ketika Dian menjalin hubungan partnership dengan Bapak Pilos yang mempunyai banyak properti, Dian pun terpikirkan sesuatu. Bagaimana jika dia mulai membuat sebuah bisnis yang berkaitan dengan usaha supplynya? bagaimana jika ia dapat membuat situasi dimana ia bisa memanfaatkan ternaknya untuk dirinya sendiri selain menjualnya ke orang lain?
Bukankah dengan begitu dirinya bisa meraih keuntungan lebih? dengan bahan baku yang berasal dari ternaknya sendiri. Dian dapat menghemat jutaan rupiah yang bisa dia gunakan untuk hal lain. Dian terpikirkan hal itu dan berencana untuk menjalankannya.
Hal pertama yang muncul di benaknya adalah membuat restoran ataupun resort, ia dapat memperluas jangka bisnisnya dengan itu. Restoran yang berfokus pada menu ayam potong yang berasal dari peternakannya sendiri.
Namun menu restoran tidaklah sekedar ayam saja, itu pastilah bervariasi dengan menu lainnya. Apalagi minuman, di setiap restoran yang pernah Dian kunjungi, menu minuman lah yang paling mempunyai banyak variasi dibandingkan makanan.
Karena itu mau tidak mau, jika Dian ingin membuat restoran, ia harus mempunyai hubungan bisnis dengan supplier gula ataupun sirup. Namun tidak menutup kemungkinan jika Dian suatu saat akan membuat usaha supply nya meluas ke hal lain selain peternakan ayamnya.
Jika Dian mau, dia dapat membuka peternakan sapi yang mensuplai daging sapi dan susu ke costumernya, atau pun pertanian, budidaya ikan, dan lain-lainnya. Ia juga terpikirkan hal itu sebelumnya, namun hal yang ia ingin untuk saat ini adalah membuat bisnis kuliner.
Setelah memfokuskan hal itu, hal pertama yang perlu Dian lakukan adalah tahap-tahap untuk membuat restoran dengan baik. Untuk hal itu, untungnya ia mempunyai teman veteran yang baru saja menjalin hubungan partnership dengannya yaitu Bapak Pilos.
Bapak Pilos sudah jelas seseorang yang lebih paham bisnis daripada Dian, ia sudah memulai bisnis sejak muda dan mempunyai banyak usaha yang sedang dijalankannya saat ini. Dengan bantuan darinya, Dian kemungkinan akan lebih mudah dalam membangun bisnis baru. Apalagi Bapak Pilos juga mengatakan bahwa Dian bisa memakai namanya sesuka hati.
Mengetahui itu, Dian pun menelfon Pak Pilos, semoga saja saat ini pria tersebut tidak sedang sibuk. Bagaimana pun juga Bapak Pilos mempunyai banyak urusan yang harus ia jalani.
__ADS_1
Setelah deringan ketiga, panggilan Dian terhubung dengan Pak Pilos. Dian langsung disambut dengan suara halus milik Pak Pilos.
"Ya, hallo. Dian ya? ada apa? Apakah ada sesuatu yang kamu perlu dariku?" Tanya Bapak Pilos.
"Ah iya halo pak. maaf menganggu. Jadi begini, sebenarnya saya berencana untuk memperluas usaha saya dengan membangun bisnis baru kedepannya. Namun saya membutuhkan saran dari bapak untuk itu, apakah bapak sedang sibuk saat ini?" Tanya Dian.
"Oh tenang saja, saya kebetulan sedang senggang saat ini, jadi kamu bisa mengobrol denganku sesuka hatimu. tetapi mengenai bisnis baru ya? apa usaha yang sebenarnya kamu rencanakan untuk bangun?" Tanya Pak Pilos.
"Um, rencananya sih saya ingin membuat restoran yang berafiliasi dengan usaha ternak saya sih pak, namun untuk proses membangun bisnis restoran, saya perlu saran dari bapak karena saya masih belum berpengalaman." Jelas Dian.
"Itu gampang saja, jika kamu ingin membangun bisnis restoran, hal yang perlu kamu cari pertama kali ialah lokasi strategis untuk pembangunan restoran itu. Bagaimanapun juga yang menentukan ramai atau tidaknya ialah restoran yang gampang dilihat oleh orang." Pak Pilos menjelaskan.
"Oke pak, lalu?" Dian mendengarkan dengan seksama.
"Berikutnya konsep, jika kamu ingin mendirikan restoran yang berafiliasi dengan ternakmu, maka itu ayam kan? buatlah konsep yang menarik dan tidak biasa-biasa saja. Aku yakin kamu bisa menemukannya, lalu tenaga kerja. carilah karyawan yang berkompeten dan minimal lulusan S1. Itu karena mahasiswa yang baru lulus biasanya mempunyai semangat kerja yang cukup tinggi." Jelas Pak Pilos.
"Lalu direktur, sekretaris, dan manajer juga perlu kamu cari dengan hati-hati. supplier juga salah satu yang paling penting. Kamu harus mencari yang berkualitas dan tidak hanya mencari untung saja. Untungnya, aku mempunyai banyak kenalan supplier yang bagus di kota ini, jika kamu tidak keberatan aku akan mengirim kontak mereka padamu setelah ini." Tawar Pak Pilos.
"Dengan senang hati pak, terima kasih." Balas Dian.
"Yang terakhir modal, untuk modal kamu setidaknya harus mempersiapkan sekitar..." Pak Pilos menjelaskan semua yang perlu Dian siapkan dari awal hingga akhir dengan lengkap.
Dian mendengarkan dengan baik setiap penjelasan dari Pak Pilos, itu karena jarang sekali ada veteran yang benar-benar berniat membagi pengetahuannya secara blak-blakkan layaknya Pak Pilos. Dian bersyukur dan berharap jika dia bisa memanfaatkan informasi dari Pak Pilos dengan baik.
__ADS_1
"Sepertinya itu saja, semua informasi yang ku beritahukan padamu sebelumnya adalah segala yang aku tahu. Untuk sisanya itu bergantung padamu sendiri bagaimana cara memanfaatkannya." Jelas Pak Pilos.
"Baik pak, saya benar-benar berterima kasih karena bapak telah memberikan informasi yang begitu berharga kepada saya pak." Dian berterima kasih kepada Bapak Pilos dari lubuk hati terdalamnya.
"Ya, jangan dipikirkan. Kita adalah partnership bukan? kita harus saling membantu jika kesulitan." Ucap Pak Pilos.
"Iya pak. Jika seandainya ada yang diperlukan oleh Pak Pilos juga, walaupun hanya sedikit tapi saya juga ingin membantu jika bisa." Ucap Dian.
"Saya akan mengatakannya padamu jika suatu saat saya butuh, kalau begitu. Saya ada kerjaan yang harus saya lakukan, kalau begitu saya duluan ya." Salim Pak Pilos.
"Iya pak, sekali lagi terima kasih dan sukses selalu." Balas Dian.
Telefon pun dimatikan, Dian merasa bersyukur ia membangun hubungan partnership dengan Bapak Pilos. Coba kalau seandainya dia tidak membangun hubungan partnership dengannya, mungkin saat ini ia tidak akan mendapatkan informasi serinci itu darinya.
{Suara hp berdering}
Setelah mematikan telefon, suara panggilan datang pun tiba-tiba langsung muncul di hp Dian. Panggilan itu berasal dari Mira adiknya. Tanpa menunggu Dian langsung mengangkatnya.
"Halo Mira, ada apa?" Tanya Dian penasaran.
Biasanya ketika Dian menelepon Mira, ia akan langsung disuguhi dengan suara cerianya. Namun entah kenapa kali ini, suara yang Dian dengar adalah kebalikannya.
"K-kakak...aku.." Suara Mira dibalut dengan isak tangis di telefon.
__ADS_1
"Mir? kamu kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Dian khawatir.
"M-motor kakak, motor pemberian kakak...." Mira berusaha yang terbaik untuk memberitahu kakaknya tentang apa yang terjadi padanya hingga membuatnya menangis.