
Dian berdiri di tengah aula, dimana di depannya terdapat Albert yang akan menjadi lawan tandingnya, dan murid-murid lainnya duduk membentuk pola setengah lingkaran.
Paman Casey duduk di kursinya sambil melihat, sementara Lista akan berperan sebagai wasit.
"Jadi, apakah kalian berdua sudah siap?" Pastikan Lista.
Dulu, Dian pernah melawan berandalan sebelumnya, dan dia sudah memperoleh kemampuan memukul yang membuat pukulannya terasa keras dan sakit.
Walau mungkin masih banyak yang belum dibuka oleh sistemnya, kemampuan memukulnya telah membuat Dian tidak merasa takut ataupun ragu dalam menghadapi lawannya Albert.
Dian meregangkan tubuhnya sedikit sebelum mulai bertanding, sementara Albert sudah membuat kuda-kuda untuk bersiap.
"Aku siap." Ucap Albert.
"Aku juga." Ucap Dian.
Setelah memastikan keduanya sudah siap. Lista menjelaskan aturan pertarungan sekali lagi. "Ingat, pertandingan selesai jika salah satu pihak sudah menyerah atau tidak bisa melawan lagi oke? Jangan berlebihan." Ucapnya.
Dian dan Albert mengangguk sebagai tanggapan.
Setelah melihat tanggapan mereka, Lista langsung memulai pertandingan. "Kalau begitu pertandingan latihan, dimulai!"
Mendengar pertandingan sudah dimulai, Albert meloncat-loncat layaknya kelinci dan mendekat ke arah Dian secara perlahan.
Dian diam di tempatnya sambil membentuk pose seperti seorang boxer dengan kedua tangan di depan dada.
"Phew, mari kita lihat.." Gumam Dian dalam hati.
Setelah 3 detik saling menatap, tiba-tiba Albert melaju ke depan Dian dan menendangkan kaki kanannya ke kiri pipi Dian.
*Dak
Dian terkena tendangan itu, dan wajahnya memantul ke kanan. Namun sebuah notifikasi sistem muncul secara cepat.
[Ding! Mendeteksi Host sedang diserang!... Kemampuan Resistensi+1, Peningkatan saat ini (1/10) Level kemampuan : 'Rendah']
[Ding! Menganalisis tendangan...Kemampuan Tendangan+1, Peningkatan saat ini (1/10) Level kemampuan : 'Rendah']
Merasa sakit perih di pipinya, Dian tersenyum setelah mendengar notifikasi sistemnya, setelah itu. Dian langsung mengarahkan pukulannya ke arah Albert di depannya secara vertikal.
*Wush
Pukulan Dian melaju keras dan kencang ke arah Albert, namun tangan Albert membentuk pola x di dadanya dan menahan serangan Dian.
"Ugh.." Albert terpental kebelakang setelah menerima pukulan Dian.
[Ding! Kemampuan memukul +1]
__ADS_1
Setelah melihat pukulannya ditahan, Dian berlari ke arah Albert dan melayangkan tendangan yang sama persis dengan Albert sebelumnya namun lebih keras dan menukik.
[Ding! Menjalani Sprint...Kemampuan Sprint+1 Peningkatan saat ini : (1/10), Level kemampuan 'Rendah']
[Ding Melatih otot kaki...Kekuatan Kaki+1 Peningkatan saat ini :(1/10), Level kemampuan 'Rendah']
[Ding! Melatih sistem Kardiovaskular...Stamina+1 Peningkatan saat ini (1/10), Level Kemampuan 'Rendah']
*Dak!
Tendangan Dian mengenai Pipi kiri Albert dengan keras dan membuatnya jatuh ke lantai.
"Apa?!" Paman Casey terkejut karena tendangan Dian yang sangat kencang.
Itu karena Paman Casey mengira Dian lebih lemah dari Albert karena sama sekali tidak latihan dalam beberapa tahun ini.
Seluruh murid termasuk Lista yang melihat Albert terjatuh ke lantai juga melebarkan mata mereka karena terkejut.
"Albert, apakah kamu masih bisa melanjutkan pertandingan?" Tanya Lista khawatir.
Setelah menunggu 5 detik, Albert kembali berdiri dan mengibas-ngibaskan tangannya yang menandakan bahwa dirinya tidak apa-apa. "Ah, aku baik-baik saja. Sepertinya aku terlalu meremehkan Dian.."
Pipi kanan Albert merah setelah menerima tendangan Dian, itu menunjukkan betapa kerasnya tendangan Dian yang telah ia terima.
Sementara itu, Dian tersenyum lega mendengar sistemnya yang terus menerus mengeluarkan notifikasi dan mempelajari kemampuan baru tanpa henti. Sudah lama sejak terakhir kali dirinya mempejari kemampuan baru.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Dian khawatir.
Setelah mengatakan itu, Albert kembali meloncat-loncat layaknya kelinci, namun kali ini ia melaju lebih cepat dan mendekat ke arah Dian.
[Ding! Menganalisis gerakan... Kelincahan+1 Peningkatan saat ini (1/10), Level kemampuan : 'Rendah']
Setelah berjarak 2 meter dari Dian, Albert melayangkan pukulan bertubi-tubi yang cepat ke arah Dian menggunakan kedua tangannya.
Namun Dian yang baru saja meningkatkan manuver kelincahannya, dengan cepat langsung bergerak ke kanan kiri layaknya zig zag dan menghindari setiap pukulan dari Albert.
[Ding! Kelincahan+1]
[Ding! Kelincahan+1]
[Ding! Stamina+1]
[Ding! Stamina+1]
[Ding! Mendeteksi Host Sedang Menghindar... Kemampuan Menghindar+1, Peningkatan saat ini (1/10), Level kemampuan : 'Rendah']
[Ding! Kemampuan Kelincahan ditingkatkan ke level 'Menengah'! Peningkatan saat ini (4/50)]
__ADS_1
[Ding! Sistem Kardiovaskular ditingkatkan ke level 'Menengah'! Peningkatan saat ini (4/50)]
Pukulan Albert menjadi terlihat lambat karena kemampuan Menghindar yang Dian pelajari barusan, dan Dian sama sekali tidak merasa kelelahan karena sistem kardiovaskular nya yang barusan ditingkatkan ke level menengah oleh sistem.
Paman Casey, Lista, dan semua murid yang berada di aula. Melongo menatap ke arah Dian yang sangat cepat di hadapan mereka. Mereka tidak tahu jika Dian mempunyai kecepatan seperti itu.
*Wush Wush Wush
Setelah terus menerus memukul angin, akhirnya Albert menghentikan pukulannya karena kelelahan. "Ba-bagaimana bisa kamu terus bergerak seperti itu tanpa henti?!" Ucapnya sambil melihat ke arah Dian yang masih melakukan zig-zag sedari tadi.
Dian menghentikan zig-zagnya, dan dengan cepat melayangkan tendangan lurus ke arah perut Albert di depannya. "Itu karena aku sering melakukan olahraga." Ucapnya beralasan.
*DUAK!
Tendangan yang dilayangkan oleh Dian, membuat tubuh Albert terpental ke belakang dan tersungkur di lantai sambil memegangi perutnya kesakitan.
[Ding! Kemampuan mendendang+1]
[Ding! Kekuatan Kaki+1]
"Aghhhhh!! Perutku!!!" Rintih Albert kesakitan.
Mendengar Albert kesakitan dan tidak dapat melanjutkan pertandingan lagi, Lista pun langsung segera mengakhiri pertandingan. "Pe-pertandingan selesai! latihan kali ini dimenangkan oleh Dian!" Ucapnya.
Paman Casey masih melongo melihat Dian, sementara para murid yang melihat Dian dengan mata berbinar langsung bangkit dari duduk mereka dan menghampiri Dian.
"Senior! Ajarin kami cara anda melakukan tendangan tadi dong!" Ucap Murid 1
"Bagaimana bisa anda tadi bergerak secepat itu?!" Ucap murid 2.
"Seperti yang diharapkan dari murid favorit sensei dulu!" Ucap Murid 3
Dian hanya tersenyum menanggapi murid-murid di sekitarnya yang penasaran, ia lalu dengan sopan undur diri dan berjalan ke arah Paman Casey yang masih shock sedari tadi.
"Jadi paman? Bagaimana performaku tadi?" Tanya Dian.
Dian sedari dulu, mempunyai keinginan untuk dipuji oleh Pamannya, namun karena saat itu dia masih anak-anak dan belum bisa membuat kejutan. Dian hanya terus dimarahi.
Namun setelah dirinya mendapat sistem dan membuat gerakan yang sangat spektakuler barusan, Dian berharap dirinya dapat dipuji oleh Pamannya.
"Bu-bukankah kamu sudah lama tidak latihan?!" Pikir Paman Casey.
Dian tidak mungkin bisa memberitahu bahwa yang membuatnya bisa membuat gerakan tadi adalah kemampuan sistemnya, jadi dia mencoba untuk membuat alasan. "Ah, terkadang aku latihan sesekali agar tidak kaku." Ucapnya.
Dian sama sekali belum pernah latihan semenjak dia keluar dari les pamannya. Itu dikarenakan Dian dulu sempat trauma, dan mempunyai keinginan untuk melupakan semua latihan yang ia benci dulu.
Namun karena didikan keras yang ia terima, Dian tidak dapat melupakannya. Walau mungkin ia tidak latihan, dia mengingat teknik-teknik yang diajarkan kepadanya oleh pamannya.
__ADS_1
"Begitu ya, kamu sudah berubah sedikit ternyata.." Ucap Paman Casey tersenyum pahit.
Paman Casey berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan ke arah rumahnya. "Kamu akan menginap di sini bukan? karena Lista sedang sibuk mengurusi Albert, biar ku antarkan." Ucapnya.