
Tubuh Beatrice bergetar, baru saja. Dian mentransfer uang sebanyak 100 juta ke rekening banknya.
Dan Dian mengirimnya, tanpa merasa sedikitpun curiga ataupun khawatir jika uangnya dapat dicuri oleh Beatrice.
"Apakah itu sudah cukup?" Tanya Dian.
Mendengar Dian bertanya padanya, Beatrice kembali sadar dari bengongnya. "A-ah, iya, ini benar-benar cukup.. malah lebih dari sekedar cukup..." Jawab Beatrice.
Beberapa menit lalu, Beatrice menyuruh Dian untuk mentransfer uang kira-kira sebanyak 70 juta rupiah untuk memulai persiapan jaringan mafianya.
Namun Dian, dengan santainya tanpa mengubah ekspresi wajahnya sekalipun. mengirim 100 juta kepada Beatrice seolah itu bukan apa-apa.
"Kalau begitu akan ku kelola uang ini untuk tahap awal. N-namun sebelum itu..." Beatrice menatap ke seluruh tubuh Dian, merasa prihatin.
"Apa? apa uangnya masih kurang?" Tanya Dian.
"Bukan...bukan soal itu namun...apakah kamu tidak pernah berpikir untuk membentuk otot di sekitar tubuhmu?" Tanya Beatrice.
Dian merasa bingung, karena tiba-tiba Beatrice mengubah topik pembicaraan.
"Otot? ah, sepertinya yang kamu maksud adalah fitness ya?" Pastikan Dian.
"I-itu benar, sebenarnya...untuk memasuki dunia bawah tanah, penampilan juga termasuk hal yang menentukan." Jelas Beatrice.
"Menentukan? bisakah kamu menjelaskannya?" Tanya Dian.
"I-iya tentu saja bisa. Ehem, jadi... kebanyakan orang-orang yang ditakuti di dunia bawah semuanya mempunyai tubuh yang besar dan menakutkan, orang-orang yang bertubuh kecil di sana kebanyakan di remehkan dan dibully. Jika kamu berniat untuk menaklukan dunia bawah, sebaiknya kamu juga mempunyai penampilan yang mumpuni agar lebih ditakuti oleh bawahan dan orang-orang sekitar." Jelas Beatrice.
"Begitu ya, aku paham. Ketika aku melihat film-film barat, memang semua penampilan mafia rata-rata seperti itu.." Ucap Dian.
"Betul kan? maka dari itu maksudku, daripada anda menganggur selama saya mengurus persiapan, sebaiknya anda berusaha membentuk tubuh anda dulu. Lagipula di hotel ini juga ada tempat untuk gym kan?" Jelas Beatrice.
Memang, penampilan yang dimiliki Dian sekarang bisa dibilang menyedihkan, otot kaki dan tangannya masih belum ada yang terlihat. Tubuhnya kurus dan kekurangan lemak. Jika Dian pergi ke dunia bawah dengan kondisi itu, kesan pertama yang akan orang lihat adalah orang yang kurus, lemah, dan tidak mempunyai kekuatan.
Memikirkan itu, Dian berpikir sejenak. "Baiklah, kalau begitu sesuai saranmu. Aku akan membentuk otot selagi menunggu persiapan." Balas Dian.
"Baguslah, jika tuan mau. Dengan uang anda yang melimpah itu...Tuan bisa membeli suplemen dan berbagai macam kebutuhan lainnya untuk mempercepat pertumbuhan otot anda, contohnya saja whey protein. Ada jalan pintas yang bisa membuat otot cepat membesar contohnya steroid. Namun saya sarankan untuk tidak menggunakan itu." Jelas Beatrice.
"Hmm aku mengerti, namun sepertinya aku tidak terlalu membutuhkan suplemen semacam itu saat ini." Ucap Dian.
"Eh? kenapa tidak? jika anda tidak memakainya, kemungkinan otot Tuan akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk tumbuh." Tanya Beatrice terheran.
Memang, dengan suplemen semacam itu, otot Dian bisa tumbuh lebih cepat dan menghemat waktu. Namun dengan kemampuan sistemnya, Dian yakin menumbuhkan ototnya akan memakan waktu lebih sedikit walau tidak menggunakan suplemen.
__ADS_1
"Ah, bagaimana ya menjelaskannya....umm.." Dian mencoba mencari alasan untuk menolak.
Melihat Dian kesusahan untuk menjawab, Beatrice menghela napas panjang. "Yah, itu semua terserah tuan sih...saya hanya memberi saran. jika Tuan tidak mau, maka saya tidak bisa memaksa." Ucap Beatrice
Selesai mengatakan itu, Beatrice lalu berjalan ke luar pintu kamar. "Kalau begitu tuan, saya pamit dulu untuk mengurus persiapan." Pamit Beatrice sebelum keluar ruangan dan meninggalkan Dian sendirian.
Dian masih terdiam di ruangan, ia lalu melihat ke tangan, kakinya, dan tubuhnya yang saat ini masih kurus kering. "Sepertinya yang dikatakan Beatrice benar...yah, sebaiknya aku mencoba dulu bukan?" Gumam Dian.
Tidak ada salahnya Dian mencoba untuk membentuk otot. Toh, dengan kemampuan sistemnya, ia tidak akan mudah merasa lelah seperti kebanyakan orang. Dan mungkin saja otot yang ia punya akan tumbuh lebih cepat.
Dian memang belum pernah terpikirkan untuk membentuk otot sebelumnya, dengan berbagai urusan usahanya yang terus bermunculan tiap hari. Ia aslinya tidak mempunyai waktu untuk itu.
Namun sekarang, dimana ia saat ini sedang berada di Tanggerang, dan untungnya pekerjaan di kota asalnya sudah terurus oleh pegawainya. Dian mempunyai waktu luang yang cukup untuk latihan.
Memikirkan itu, Dian pun berjalan keluar dari kamarnya untuk langsung menuju tempat latihan Gym yang berada di lantai atas hotel.
******
"Hmm, cukup sepi ya..." Pikir Dian.
Saat ini, di ruangan gym hotel. Dian sedang berdiri diam sambil melihat-lihat alat-alat yang ada di sana.
Ruangan itu cukup sepi, atau bahkan bisa dibilang sangatlah sepi. Karena di sana, hanya terdapat Dian dan satu orang janitor yang sedang membersihkan lantai.
Peralatan Gym di sana cukup lengkap, ada treadmill, pull up bar, dumbell, dan lain-lainnya yang merupakan alat basic di Gym. Semuanya terlihat bersih dan mengkilap karena terawat.
Maka dari itu, saat ini. Dian mengambil hpnya untuk mempelajari tata urutan gym dan cara penggunaan alatnya yang baik dan benar.
[Ding! Mendeteksi Host sedang menonton video....Pengetahuan tentang Gym+1, Peningkatan saat ini (1/10), Level saat ini 'Rendah']
Pengetahuan tentang Gym pun mengalir deras di kepala Dian, baru saja ia menonton selama 5 menit. Ia sudah tahu apa yang harus dia lakukan untuk awal-awal. "Begitu ya, ternyata segampang ini." Gumam Dian.
Sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan, Dian pun mematikan hpnya, ia lalu berjalan menuju treadmill untuk melakukan pemanasan kardio.
[Ding! Kekuatan kaki+1]
[Ding! Stamina+1]
[Ding! Kekuatan kaki+1]
[Ding! Stamina+1]
[Ding! Kekuatan kaki ditingkatkan ke level 'menengah', peningkatan saat ini (1/50)]
__ADS_1
Notifikasi demi notifikasi mulai bermunculan selagi Dian terus berlari di atas treadmill, keringatnya bercucuran deras. Dan entah kenapa, ia merasa kakinya semakin ringan dan berat secara bersamaan.
Dian terus melakukan itu selama 20 menit, dan ketika sudah selesai. Ia merasa kakinya sangatlah ringan dari sebelumnya.
[Ding! Kekuatan Kardiosvakular ditingkatkan ke level 'Mahir', Peningkatan saat ini (4/200)]
Karena kekuatan kardiovaskularnya, walau ia berkeringat banyak, ia sama sekali tidak merasa kelelahan.
"Phew...kalau begitu, ayo lanjut lagi?" Gumam Dian.
Selesai melakukan latihan kardio, Dian berjalan ke tempat dumbell. Karena baru awal-awal dia mengangkat dumbell, Dian mengambil dumbell dengan berat 10 kg dulu untuk memulai.
[Ding! kekuatan tangan+1]
[Ding! Stamina+1]
Pertama-tama dumbell 10 kg itu memang terasa berat, namun seiring dengan munculnya notifikasi sistemnya, Dian merasa bahwa dumbell yang ia angkat semakin ringan dan ringan.
[Ding! kekuatan tangan+1]
[Ding! Stamina+1]
"Hmm, coba kutambah lagi beratnya." Pikir Dian.
Karena bagi Dian terlalu keringanan, ia pun mengambil 20 kg untuk ia angkat .
"Ugh...yang ini sedikit berat ya, namun aku masih bisa mengangkatnya..." Dian mengangkat dumbell 20 kg nya bergiliran dari tangan kanan ke kiri walau terasa berat.
Sama seperti sebelumnya, dumbell yang awalnya terasa berat. Semakin ringan dengan notifikasi sistemnya yang terus bermunculan.
"Oke, karena ini sudah ringan, mari tambah beratnya lagi." Gumam Dian.
Dian terus menambahkan berat dumbellnya secara konstan. Dari 30 kg, 40 kg, 50 kg, hingga mencapai 80 kg saat ini.
[Ding! Kekuatan tangan ditingkatkan ke level 'Mahir', peningkatan saat ini (2/200)
[Ding! Sistem Kardiosvakular ditingkatkan ke level 'Ahli', peningkatan saat ini (4/500)
Selesai mengangkat dumbellnya, Dian menaruhnya kembali ke tempat semula. Ia lalu melihat ke cermin dan langsung terkejut ketika melihat otot tangannya yang sudah tumbuh. "Eh? secepat ini?" Pikir Dian heran.
Tangan Dian saat ini, telah ditumbuhi gunung otot yang membuat lekuk tangannya terlihat bagus. Nadi dan uratnya pun sedikit terlihat dari tampilannya..
Dian merasa senang, karena hanya dari sebentar saja. Ototnya sudah tumbuh layaknya latihan berbulan-bulan.
__ADS_1
"Yes! dengan ini, harusnya menumbuhkan otot punggung, dada, dan lainnya tidak akan terasa susah bukan?" Pikir Dian.
Berpikir seperti itu, Dian pun langsung melanjutkan latihannya untuk membentuk otot tubuh lainnya.