
"Ck.... Sepertinya aku terlalu naif untuk berpikir semuanya akan baik-baik saja." Dian menceklikkan lidahnya, berpikir jika ia terlalu naif selama ini.
Saat itu, Dian mengira Anton adalah seorang pembisnis profesional yang menjamin kerahasiaan klien nya, makanya ia tidak ragu saat bekerja sama dengannya.
Sebelumnya, Dian sudah meminta Anton untuk merahasiakan kepada Rose jika ia membuat kasino tanpa perlindungan dari mereka. Ia juga memintanya untuk memberitahukan kepada orang-orang di wilayahnya agar seolah-olah kasinonya telah mendapat perlindungan juga.
Padahal, Anton telah menerimanya dan menandatangani kontrak tertulis antara Dian dan dirinya. Ia juga telah mengirim dealer dan berbagai peralatan lainnya ke Kasino Dian.
Namun entah karena apa, ia berakhir mengkhianati Dian. Hal itu juga membuat Dian terkejut, sebab ia sama sekali tidak menduga itu sebelumnya.
"Tidak, tapi kenapa? Apa alasan orang itu membelot? Bukankah dia sudah mengirim orang ke dalam Kasino? Apa orang itu mempunyai alasan khusus yang membuatnya melaporkan ke Rose? tidak-tidak..aku harus fokus sekarang, urusan itu biar kupikirkan nanti." Pikir Dian, ia berusaha menebak alasan kenapa Anton mengkhianatinya.
Daripada memikirkan itu sekarang, Dian harus fokus ke masalah yang ada di depannya saat ini, ia harus mencari cara untuk menyelesaikannya dan tidak membuat kasinonya hancur.
Namun apa yang bisa dilakukannya untuk mencegah itu? Orang-orang di depannya menggunakan senjata api yang akan menghancurkan apapun yang mereka tembak, sepertinya untuk melawannya juga, Dian harus menggunakan cara yang sama atau bahkan lebih dari itu.
Tidak ada cara untuk mencegah kerusakan kasinonya, kemungkinan besar setelah masalah ini selesai, kasinonya akan mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga ia harus memperbaikinya. Dan Dian hanya bisa mencegah agar kerusakannya tidak terlalu melebar.
__ADS_1
Memikirkan itu, Dian tanpa sadar membuka saku jaketnya, dan mengeluarkan pistol Glock putih dari sana, ia lalu menarik handle dan pengamannya, selagi terus memerhatikan kumpulan orang di depannya.
"Tu...tuan? Apa yang anda coba lakukan?" Tanya Beatrice dengan wajah tercengang, ia tidak menyangka jika Dian akan mengambil senjatanya dan berdiri.
Dian tanpa mempedulikan Beatrice, mengangkat senjatanya perlahan. Orang-orang di depannya tidak menyadari jika Dian mengarahkan pistolnya ke arah mereka, ia lalu memejamkan mata kanannya untuk membidik, dan ketika benaknya merasa jika tembakannya sudah pasti akan kena, ia pun menekan pelatuk pistolnya.
*Dor!
[Ding! Kemampuan menembak+1]
"!!"
Seisi kasino itu, termasuk Beatrice. Melebarkan matanya mendengar suara tembakan secara tiba-tiba. Lalu ketika mereka sudah sadar, sebuah lubang di kepala Yeremiah terbentuk hingga mengucurkan darah sebelum badannya secara perlahan terjatuh dan tergeletak tidak berdaya di tanah.
*Bruk!
5 detik hening pun berlangsung di kasino itu, mereka melihat ke arah badan Yeremiah sambil terkejut tidak percaya, lalu ketika mereka melihat ke arah asal tembakan itu dimana terdapat Dian yang masih berdiri tegak sambil mengarahkan pistolnya, mereka langsung mulai mengambil senjatanya untuk menembak ke arahnya...
__ADS_1
*Dor
*Dor
*Dor
Namun, sebelum mereka sempat menembakkannya, Dian sudah menembakkan senjatanya ke 3 orang lagi dan merobohkan mereka dalam sekejap.
[Ding! Kemampuan menembak+1]
[Ding! Kemampuan menembak+1]
[Ding! Kemampuan menembak+1]
[Ding! Kemampuan menembak ditingkatkan ke level 'Menengah', peningkatan saat ini (1/50)]
Dengan kemampuan menembak yang ditingkatkan oleh sistemnya, sisa 2 orang didalam kasino itu, mereka menembakkan senapan mereka secara membabi buta ke arah Dian, Dian menunduk sambil mendorong kepala Beatrice di sebelahnya untuk bertiarap agar menghindari tembakan itu.
__ADS_1