System Level Up+

System Level Up+
Chapter 73 : Yeremiah dan Pengkhianatan


__ADS_3

*Dor


*Dor


*Dor


"Siapa yang bernama Roy Suryo di sini?!" Teriak seorang pria berjas hitam yang tiba-tiba masuk ke dalam casino Dian.


Sekawanan orang berjas hitam tiba-tiba masuk ke dalam Kasino Dian, mereka mendorong pelanggan yang sedang bermain di situ, dan menembakan senapan rifle ke langit-langit gedung.


Para pelanggan dan karyawan yang melihat itu seketika langsung bingung dan ketakutan, mereka tidak menyangka akan mendengar suara tembakan di dalam Kasino.


"S-sabar tuan, sabar...bisakah tolong beritahu saya masalah tuan?" Seorang karyawan kasino memberanikan diri untuk mendekat ke kawanan orang berjas hitam itu dan mencoba menanyakannya.


Orang berjas hitam itu terdiri dari 7 orang, masing-masing mereka mengenakan pakaian yang mirip, dan membawa senapan dari balik jaket mereka.


Orang yang paling depan itu, adalah pemimpin dari kawanan orang tersebut. Namanya Yeremiah, dan dia adalah pemimpin dari kelompok Yeremiah.

__ADS_1


"Cuih, dasar bodoh. Masalah apa? Apa kalian buta?! Kalian membuat bisnis kasino tanpa perizinan dari Rose! Kalian sudah mati sekarang!" Teriak Yeremiah.


Seketika, suasana dalam Kasino itu membeku ketika mendengar nama Rose, itu karena mereka tahu, jika kelompok itu adalah pemimpin dari bisnis kasino di Tanggerang. Dan mereka tidak tahu, jika kasino yang didirikan oleh kelompok White Boys, tidak membeli perlindungan dari Rose.


"A-apa?! Ku..kukira kasino di sini sudah membeli perlindungan dari kelompok Rose." Ucap salah seorang pelanggan.


"Gila, tahu gini aku tidak akan pernah main di sini!" Ucap lagi seorang pelanggan di kasino Dian.


Para pelanggan pun menjadi ricuh setelah mendengar perkataan dari Yeremiah, satu per satu dari mereka pun kabur dan mulai meninggalkan kasino itu.


Beatrice yang sedari tadi duduk di samping Dian, masih terdiam sambil menatap ke arah kawanan pria berjas hitam itu.


Ia seperti terkejut, lebih tepatnya tidak menyangka jika ada kejadian seperti itu di depannya. Matanya melebar besar seolah-olah sedang melihat hantu.


Dian yang melihatnya, semakin penasaran dan meminta Beatrice untuk segera menjelaskannya. "Beatrice, Apa kamu tahu sesuatu? Beatrice!" Panggil Dian.


"Eh? Uh...m-maafkan saya tuan! Saya sedikit bengong tadi!" Minta maaf Beatrice.

__ADS_1


Dian menghela napas Beatrice sudah menanggapinya, sekarang yang ia perlu lakukan adalah bertanya padanya untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di kasinonya. "Bisakah kamu menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini?" Tanya Dian.


Beatrice yang mendengar pertanyaan Dian, menundukkan kepalanya, lalu ia mengepalkan tangannya erat-erat, seolah-olah Ia seperti sedang menyesali sesuatu.


Dian dengan sabar menunggunya, mungkin ada sesuatu yang membuat Beatrice kesusahan untuk berbicara.


"T-tuan...maafkan saya, karena saya, ini..." Beatrice kesusahan untuk melanjutkan.


Dian masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Beatrice, sebab ia hanya mengatakan separuh dari kalimatnya. "Apa maksudmu?" Tanyanya lagi.


Beatrice mengigit bibirnya sampai mengeluarkan sedikit darah, ia pun menghadap ke arah Dian dengan wajah lesu dicampur kesal. "Tuan, saya benar-benar minta maaf. Sepertinya orang yang saya panggil kemarin untuk membantu kita. Mengkhianati kita dan melaporkan bisnis kasino Tuan pada Rose." Jelas Beatrice.


Setelah mendengar penjelasan Beatrice, Mata Dian pun melebar. Mendengar kalimat "mengkhianati" sudah membuatnya cukup terkejut.


"Mengkhianati? Apa maksudmu itu..." Dian mencoba menduga.


"Ya, itu benar...orang yang mengkhianati kita, adalah Anton yang bekerja sama dengan kita kemarin." Ucap Beatrice.

__ADS_1


__ADS_2