System Level Up+

System Level Up+
Chapter 53 : Dian dan rencana mengenai Mafia


__ADS_3

"Mafia? Apa maksudmu?" Tanya Dian dalam telepon.


Mafia adalah sekelompok kriminal yang biasanya melakukan tindakan ilegal dan kejahatan. Mereka bergerak dalam kelompok dan suka memeras orang yang tidak disukai oleh mereka.


Dian tahu mengenai itu, namun ia tidak menyangka jika keterlambatan stock ayamnya saat ini, disebabkan oleh mafia yang dimaksud oleh Anton dalam teleponnya.


"J-jadi, seperti yang saya katakan sebelumnya, mereka menyuruh saya untuk mengambil jalan memutar untuk memasuki kota. Karena saya tidak ada pilihan lain selain menurutinya, saya pun kembali dan mengambil jalan memutar lain untuk memasuki kota." Jelas Anto.


"Lalu?" Tanya Dian lagi.


"Dan ketika saya sudah sampai di jalan lain untuk memasuki kota, entah kenapa ada mafia juga di situ yang menghalangi saya untuk masuk. Mereka menyuruh saya lagi untuk mengambil jalan memutar, saya menurutinya dan melakukannya. Namun setelah melakukan itu lagi, hal yang sama terjadi berulang-ulang sampai hari ini." Jelas Anto.


Sebuah kelompok mafia menghalangi truk supply Dian untuk memasuki kota, antara itu memang perbuatan yang disengaja atau kebetulan ada konflik antar kelompok mafia di kota tersebut, Dian masih belum tau penyebabnya.


"Berarti sekarang ini, kamu masih berada di luar kota?" Jawab Dian.


"I-itu benar, saya baru saja kembali dari jalur terakhir yang saya pikir bisa saya gunakan untuk memasuki kota, seperti yang saya pikir di sana juga terdapat mafia yang menghalangi. Saya awalnya berniat untuk memberitahu bos setelah kembali dari jalur itu namun, Bos sudah menelepon duluan." Jelas Anto


"Begitu ya, aku mengerti." Ucap Anto.


Jika begini, es yang berada di freezer dalam truk berisi ayam yang Dian kirim tidak akan bertahan lama dan kemungkinan bisa membusuk. Dian memikirkan tentang apa yang sebaiknya ia lakukan.


"Kalau begitu, bisakah kamu kembali ke peternakan sekarang? daripada terus mencari jalan yang dimana kemungkinan besar kamu tidak bisa masuk, lebih baik sekarang kamu kembali agar ayam tidak membusuk." Pinta Dian.


"B-baik bos, namun mengenai pelanggan..." Anto khawatir.


"Tidak apa-apa saya akan menjelaskannya pada mereka sekarang." Jawab Dian.


"O-oke, terima kasih bos." Ucap Anto

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan terima kasih dari Anto, telepon pun dimatikan. Dian kembali menghadap ke arah 3 tamu di depannya yang sedari tadi sedang memasang wajah tegang karena mendengar topik yang Dian bicarakan dalam telepon.


"Mafia...bukankah itu.." Tamu 1 merasa resah.


Melihat ketiga tamu di depannya mengerti, Dian menganggukan kepalanya. "Ya, aku juga merasa aneh kenapa mereka menganggu supply truk kami tetapi, dari topik yang saya angkat sebelumnya di telpon. Para tamu sekalian sudah bisa menebak alasan keterlambatannya bukan?" Pastikan Dian.


Ketiga tamu itu menatap satu sama lain kemudian mengangguk, Dian juga sedang bingung tentang apa yang sedang terjadi di kota tujuan tersebut. Dari sekian alasan yang ia pikirkan, semuanya salah dan merujuk pada jawaban 'Mafia'.


Dian sebenarnya tidak takut terhadap mafia ini, namun dia khawatir jika para mafia tersebut kelak akan terus menerus menganggu Dian di masa depan, ia juga tidak tahu alasannya mengapa. Namun jika ini terus dibiarkan, pelanggan dan dirinya akan samap-sama repot.


Dian pun menceritakan kejadiannya kepada ketiga tamu di depannya mengenai apa yang ia dengar di telepon tadi. Walau mungkin mereka sudah bisa sedikit menebaknya karena mendengar Dian mengucapkan topik dalam telepon, Dian tetap menjelaskan agar lebih jelas.


Anehnya, ketimbang merasa lebih kecewa. Justru ketiga tamu di depan Dian malah merasa khawatir. Mungkin karena mereka tahu betapa mengerikannya mafia dalam film-film barat.


Beberapa dari mereka pun ada yang memutuskan untuk melepas kerja sama dengan peternakan Dian untuk sementara waktu agar mencari aman. Mereka takut jika Sunbright Supplier Dian diincar dan kemungkinan yang berhubungan juga menjadi target mereka. Dian mengerti dan dengan pasrah menerima mereka.


Tetapi itu semua hanyalah sementara waktu, jika kemungkinan Dian dapat menyelesaikan masalah ini, mereka akan terus menjalankan kerja sama bisnis dengan Dian.


Dian berpikir sejenak dalam otaknya, dan setelah berbincang-bincang pada ketiga tamunya selama beberapa menit, ketiga tamu Dian pun pergi dari peternakan Dian dengan damai.


Dian menghela napas lega mengetahui bahwa pelanggannya mengerti kondisinya saat ini. Hal yang harus dilakukan oleh Dian adalah untuk menyelesaikan masalahnya saja.


********


"Hadeh, memusingkan..." Gumam Dian.


Saat ini, Dian sedang berada di salah satu klub bar yang berada di kota. Ia saat ini sedang meminum bir di sana untuk menjernihkan pikirannya.


Jujur saja, setelah ia mencoba wine saat Dinner bersama Bapak Pilos sebelumnya, Dian memutusan untuk membiasakan dirinya dengan alkohol. Karena baginya itu akan penting jika di masa depan jika ia akan sering bersosial drink dengan pembisnis lainnya.

__ADS_1


Itu juga bagus untuk melupakan masalahnya sejenak, bagaimanapun alkohol dapat membuat peminumnya merasa nyaman jika tidak dikonsumsi berlebihan.


Bar itu terletak di bawah kota, tempatnya luas, pencahayaannya redup. Dan saat ini hanya Dian saja yang sedang minum di tempat itu.


Dian juga sudah mengenal perempuan yang mengelola tempat itu. Namanya adalah Beatrice yang saat ini berumur 20 tahunan.


"Sepertinya susah, apakah kamu sudah membuat rencana untuk mengatasi hal tersebut?" Tanya Beatrice.


Sebelumnya, Dian sudah sedikit menceritakan gambaran masalah yang sedang ia alami sekarang kepada Beatrice ketika ia datang ke bar tersebut.


Beatrice mendengarkan ceritanya dari awal hingga akhir dengan baik. Namun walau begitu, ia hanya bisa mendengarkan Dian dan berbicara seadanya saja.


"Tidak, aku masih bingung apa yang harus kulakukan sekarang. Sebab aku belum pernah berurusan dengan mafia sebelumnya." Jawab Dian sebelum meneguk satu gelas bir lagi ke dalam mulutnya.


[Ding! resistensi alkohol +1]


Beatrice adalah seorang wanita blasteran amerika dan Jepang yang mempunyai paras wanita dewasa yang cantik. kulitnya putih dan tubuhnya sangatlah ramping, suara bicaranya halus dan lembut.


"Lalu bagaimana denganmu? apakah kamu juga memiliki masalah sekarang?" Tanya Dian.


Walaupun Dian tidak sering mengobrol dengan Beatrice, ia tahu gadis ini sekarang sedang dalam masalah. Walaupun perempuan tersebut selalu menunjukkan senyum, itu bukanlah senyuman biasa yang biasa ia tampilkan saat Dian masuk kemari.


"Hooooh, peka juga kamu...ya, aku memiliki masalah. Klub ini akan segera di bangkrut sebentar lagi. Itulah kenapa aku merasa depresi." Jelas Beatrice.


"Tutup? apakah karena hutang?" Jawab Dian.


"Mungkin bisa dikatakan seperti itu...memang kenapa? apakah kamu ingin menjadi pahlawan dan melunasinya? hahahaha, tidak mungkin bukan?" Tawa Beatrice.


"Memang berapa banyak?" Tanya Dian.

__ADS_1


"1 Milliar rupiah dan sudah harus dibayarkan besok. Tunggu, kenapa aku menceritakan padamu tentang ini?" Beatrice terheran.


Dian terdiam sejenak, pria itu tampak sedang memikirkan sesuatu. "Hey, jika aku bisa membayarnya untukmu, bagaimana?" Tawar Dian.


__ADS_2