System Level Up+

System Level Up+
Chapter 31 : Fendy


__ADS_3

Setelah membeli truk pick up sebelumnya, Dian meminta Pak Toni untuk mengendarainya menuju peternakannya.


Sebenarnya Dian bisa menggunakan kemampuan sistemnya untuk mengendarai truk pick up yang ia beli. Namun karena Dian membawa motor juga, akhirnya Dian meminta tolong Pak Toni.


Karena rencana Dian setelah membeli truk adalah untuk menemui Sahabat SMP nya yaitu Fendy.


Sebelumnya, Dian sudah meminta tolong Fendy untuk membuatkan brosur promosi sekaligus rekrutan untuk mencari karyawan.


Namun itu tidak selesai sampai situ saja, setelah brosur rekrutan selesai dibuat, Dian harus menyebarkan brosur itu ke seluruh kota.


Rencana Dian sebenarnya nantinya dia akan menyewa beberapa orang untuk menyebarkan brosurnya. Namun sebelum itu, Dian berencana untuk pergi ke rumah temannya sekaligus memeriksa desain brosur yang temannya buat.


"Rumah Fendy di sini kan?" Pikir Dian.


Seusai mengendarai motor menuju rumah Fendy yang dulu pernah ia kunjungi sebelumnya, Dian memarkirkan motornya di depan rumahnya.


Dulu Dian sering bermain ke tempat itu untuk mengajak Fendy bermain, namun setelah masuk SMA dan sayangnya Fendy tidak satu sekolah dengannya, Dian jadi jarang bertemu dengannya.


Rumah Fendy adalah rumah sederhana yang terletak di gang, itu adalah rumah satu lantai dengan seluruh tembok yang dicat berwarna putih dan terdapat taman kecil yang berada persis di depan rumahnya.


Merasa nostalgia sedikit karena sudah lama tidak bermain ke tempat sahabatnya, Dian perlahan mendekat ke depan pintu rumah temannya. Serambi melihat-lihat sekitar rumah temannya yang ia ingat tidak pernah berubah sejak terakhir kali Dian kemari.


*Ting Tong.


Setelah memencet bel rumah, tidak lama kemudian teman akrabnya Fendy membukakan pintunya.


"Eh? D-Dian?! Kenapa kamu ke sini?" Tanya Fendy terkejut.


Dian tersenyum karena melihat wajah sahabatnya yang sudah lama tidak ia lihat. "Halo Fen, lama ga ketemu, kayaknya udah 3 tahun ya? gimana kabarmu?" Tanya Dian.


Muka terkejut Fendy perlahan berubah menjadi normal ketika mendengar suara sahabatnya yang sudah lama tidak ia dengar. "B-baik kok, kamu sendiri gimana? kok tumben main ke sini?" Tanya Fendy.


"Aku baik kok, ini ke sini buat ngecek brosur sekalian main bentar sih. Btw Ibu Ayah gimana? Sehat?" Tanya Dian.


"Ibu sama Ayah sehat kok, mereka lagi kerja sekarang. Jadi kamu ke sini mau ngecek brosur yang kamu minta tadi ya? Ini baru aja aku selesai buat desainnya, sini masuk biar kutunjukkin." Ucap Fendy.


"Oke Fen, permisi..." Dian melepaskan sepatunya dan berjalan masuk ke dalam rumah Fendy.

__ADS_1


Saat melihat ke dalam rumah, Dian tidak mendapati adanya banyak perubahan yang berada di dalam rumah Fendy. Posisi foto keluarga, dan barang-barang lainnya masih sama saat terakhir kali Dian ke sana.


Dian diantarkan menuju kamar Fendy yang terletak persis di belakang kamar mandi, urutan ruangan rumah Fendy dimulai dari pintu masuknya yang langsung memperlihatkan ruang tamu, ruang makan dan dapur dibaliknya, dan ruangan orang tuanya serta kamar Fendy yang berhadapan dengan kamar mandi.


Setelah masuk ke dalam kamar Fendy, Dian langsung diantarkan menuju meja belajarnya. Dimana terdapat laptop yang merupakan alat yang digunakan Fendy untuk mengedit dan membuat brosur.


Fakta menariknya, Fendy adalah seorang Freelance yang sering mencari pekerjaan mengedit semenjak SMP. Dan itu membuat Fendy lumayan mempunyai banyak uang tabungan di rekening banknya.


Fendy memperlihatkan layar laptopnya ke depan Dian, dan di sana terdapat desain brosur promosi yang sudah Fendy buat beberapa saat lalu sesuai yang Dian minta sebelumnya.


"Gimana? Ini udah bagus belum?" Tanya Fendy.


Dian melihat ke desain brosur promosinya, di sana terdapat tulisan promosal mengenai perekrutan karyawan dan juga promosi terhadap usaha supplier Dian. Alamatnya di tulis di pojok kiri bawah dan juga nama pemimpin usahanya sendiri yaitu Dian.


Gajinya ditulis juga di situ, sesuai yang Dian katakan di telpon sebelumnya yaitu 3.500.000/Bulan. Nama usahanya juga tertera, yaitu Sunbright Supplier. Perekrutan dimulai dari hari ini sampai besok.


"Udah bagus sih, tapi bisa tolong edit biar lebih terang sedikit sama alamat di besarin?" Pinta Dian.


"Oh bisa-bisa, sebentar ya." Balas Fendy.


Hanya dalam beberapa detik, Fendy selesai memperbesar alamat dan mempercerah brosur promosi Dian. Ia juga menambahkan sedikit hiasan agar tidak terlihat kosong.


"Oke, kalau gitu ku save terus ku print langsung ya?" Ucap Fendy.


"Oke-oke." Balas Dian.


Fendy mempunyai alat print di rumahnya, dan itu berada di dalam kamar Fendy yang terletak persis di sebelah meja laptopnya.


"100 Lembar kan ya?" Tanya Fendy memastikan.


"Kalau dilebihin 50 bisa? Jadi 150." Pinta Dian.


"Bisa kok." Balas Fendy.


Setelah mengatur banyaknya kertas yang di print menjadi 150. Fendy langsung memulai proses print di mesinnya.


*Suara mesin print yang sedang mengeprint.

__ADS_1


Satu per satu desain brosur yang Fendy buat sebelumnya muncul di kertas HVS yang keluar dari mesin print Fendy. Proses print pun selesai setelah 5 menit.


"Oke, ini udah semuanya." Fendy mengambil plastik yang berada di lemari mejanya, dan membungkus semua brosur yang ia print.


"Thank you ya Fen, tagihannya udah ku transfer ke rekening bankmu." Ucap Dian.


*Ting! {Suara notifikasi di hp Fendy}


Melihat suara notifikasi dari hpnya, Fendy membukanya untuk memeriksa.


Fendy melihat notifikasi berupa transferan uang yang masuk ke dalam rekening banknya, dan ketika melihat jumlahnya, Fendy langsung melebarkan matanya terkejut. "Eh? 3 Juta?! Ini kebanyakan Di!" Ucap Fendy terkejut.


Dian tersenyum melihat reaksi Fendy. "Gapapa kok, aku juga mau minta bantuan kamu lagi abis ini." Ucap Dian.


"Bantuan? Emang bantuan apa?" Tanya Fendy.


"Kamu bisa sebarin brosur yang aku buat di rumah sekitar gang mu? siapa tau ada yang mau.." Pinta Dian.


"Sebarin? aku bisa tapi tetep aja ga perlu sampai ngirim 3 juta Di..." Jawab Fendy.


"Gapapa, anggap aja itu uang terima kasih. Pakai aja buat makan di luar sama orang tuamu." Ucap Dian.


"Tapi Di..." Fendy merasa tidak enak.


"Udah-udah terima aja." Ucap Dian.


Setelah dibujuk, akhirnya Fendy menerima uang yang diberikan oleh Dian.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya Fen, ini aku kasih 30 lembar di sini buat kamu sebarin ya." Ucap Dian.


"O-oke Di, cuman sekitar gang ku kan?" Pastikan Fendy.


"Iya, cuman sekitar gangmu kok." Balas Dian.


Dian mengambil motornya yang ia parkir di depan rumah Fendy, dan menyalakannya untuk segera pergi ke tempat tujuan ia selanjutnya.


"Kalau gitu aku duluan ya Fen, makasih sudah bantu" Dian menancapkan gasnya sambil melambaikan tangan ke arah Fendy yang melihat dari depan rumahnya.

__ADS_1


"Iya, hati-hati di jalan!" Ucap Fendy.


Melihat Dian sudah pergi dari rumahnya, Fendy kembali ke dalam rumahnya sambil berpikir sejenak dalam hatinya. "Transfer 3 juta, punya motor sendiri. Itu anak dapet uangnya darimana?" Pikir Fendy dalam hatinya.


__ADS_2