
Singkat cerita setelah selesai membuat brosur pemasarannya, Dian telah menyebarkannya ke sekitar kota.
Sebagian besar penyebarannya berada di gang dan komplek kecil di sekitar kota, ada juga yang berada di perkotaan namun tidak banyak.
Alasannya adalah kebanyakan orang yang menganggur dan belum mempunyai pekerjaan adalah orang-orang yang tinggal di sana.
Dian memberikan brosurnya kepada ketua RT/RW di sana, dan membayarnya sedikit untuk menyebarkannya ke rumah-rumah di dalamnya.
Alhasil keesokan harinya setelah menyebarkan brosurnya, tepatnya pada Kamis di pagi hari. Banyak orang yang berkumpul di depan peternakan Dian untuk melamar bekerja.
"Oke-oke, tolong mengantri dengan rapih dan menunggu antrian masing-masing ya." Ucap Dian.
Karena Dian tidak mempunyai bangunan selain tempat ternak ayamnya dan gudangnya, akhirnya Dian membuka wawancara di dalam gudangnya dengan satu meja dan dua kursi.
Total orang yang berkumpul adalah sekitar 30 orang, sebenarnya Dian hanya membutuhkan sekitar 15-20 orang saja. Namun karena kelebihan, dia harus menyeleksi untuk mengambil yang terbaik.
Dian memberitahu nomer antrian masing-masing orang yang ingin melamar dengan lisan, dan memberitahu mereka untuk masuk ke dalam gudang ketika dipanggil nomernya. Mereka disuruh menunggu di depan gudang sebelum nomer mereka dipanggil.
"Nomer 1, silahkan masuk!" Panggil Dian.
Orang dengan Nomer urut 1 yang mendengar namanya dipanggil, segera masuk ke dalam untuk mulai wawancara.
"Silahkan duduk di di depan saya." Beritahu Dian.
"B-baik." Jawab Nomer 1.
Nomer 1 mengambil duduk di depan Dian, dan Dian pun segera memulai wawancara untuk menyeleksi.
Pertanyaan yang ditanyakan oleh Dian cukup simpel dalam wawancaranya, diantaranya :
Kenapa ingin bekerja di sini?
__ADS_1
Apa kelebihan dan kekuranganmu?
Apa kamu punya pengalaman bekerja sebelumnya?
Lulusan apa kamu?
Apakah kamu bisa mengendarai truk atau motor?
"Oke terima kasih sudah menjawab semua pertanyaan, jika nanti kamu terpilih maka nanti nomer mu akan dipanggil setelah sesi wawancara berakhir." Beri Tahu Dian.
"Terima kasih mas." Ucap Nomer 1 serambi berjalan keluar dari gudang.
Setelah 1 jam lebih mewancarai semua pelamar kerja, akhirnya Dian telah memilih karyawan yang akan diambilnya.
"Oke terima kasih karena sudah melamar, bagi yang nomernya saya sebut, silahkan maju ke depan." Ucap Dian.
Dian mulai membacakan nomer yang ia pilih satu persatu. "29, 13, 26, 10...." Dian menyebutkan semua nomer yang ia pilih.
Setelah selesai ia pilih, Dian meminta maaf kepada yang belum diterima untuk mencoba lagi dilain kesempatan ketika Dian membuka perekrutan lagi, dan meminta yang barusan di rekrut untuk langsung mencoba di hari pertama.
__ADS_1
"Untuk 20 orang yang sudah saya pilih, saya ingin kalian untuk segera bekerja di hari pertama karena setelah ini ada kiriman, apakah bisa?" Pinta Dian.
"Bisa bos!" Jawab kedua puluh karyawan.
Para karyawan pun mulai diberi tugas masing-masing oleh Dian. Dan bagi yang bisa mengendarai truk, Dian memberikan tugas sebagai supir untuk mengirim kargo ternak.
...----------------...
Sunbright Supplier milik Dian semakin berkembang pesat. Ini sudah 3 bulan sejak usaha supply nya dibuat. Saat ini, Dian sudah mempunyai total 11 peternakan ayam yang ia kelola.
Dian juga sudah mengikuti program beasiswa yang ia daftar sebelumnya dan berhasil mengerjakan soal ujian tanpa masalah berkat bantuan sistemnya. Hasilnya akan diberikan sekitar Januari tahun depan.
"Bos, sepertinya bensin truk sudah merosot, apa perlu saya beli bensin sekarang?" Tanya Karyawan 2.
"Boleh, seperti biasa tagihannya taruh saja di rekening saya ya." Ucap Dian.
"Oke bos." Balas Karyawan 1.
Omset yang dihasilkan oleh Dian sudah berkembang sangat pesat, yang awalnya hanya sekitar 600.000-1.000.000/hari, sekarang sudah bisa menghasilkan sekitar 15 juta/hari.
Tabungannya pun sudah menembus angka 3 miliar sekarang, Dian saat ini sudah dikenal sebagai pemilik supplier ayam terbaik di kotanya.
Kira-kira 87 restoran baik di dalam kotanya ataupun luar kota sudah bekerja sama dengan Sunbright Supplier milik Dian.
Dian sudah memiliki 20 truk yang tersedia di masing-masing 11 peternakan yang ia punya, dan juga 110 karyawan yang tersebar masing-masing 10 di seluruh peternakannya.
Setiap hari kira-kira ada 20 lebih permintaan pengiriman ayam ke restoran di dalam kota maupun luar kota. Dan jumlah itu terus naik setiap harinya.
Karena Dian memerlukan tempat sebagai pusat administrasi pengurusan ternaknya, sekitar 1 Minggu lalu pada tanggal Senin 23 Oktober 2025, Dian membuat proyek pembangunan gedung pusat administrasinya di pusat kota.
Saat ini gedung itu masih dalam tahap pembangunan, diperkirakan akan jadi dalam 2-3 bulan kedepan.
Alhasil Dian harus kesana-kemari mengunjungi peternakannya setiap hari untuk memeriksa. Walau begitu, Dian menikmatinya dan bekerja dengan rajin setiap saat.
Dian bahkan sampai keluar dari pekerjaannya dengan Bu Rina karena waktunya yang sangat sibuk, namun sebagai baliknya. Dian bekerja sama dengan kios Bu Rina untuk mensuplai ayam ke mereka.
"Kurasa ini sudah saatnya." Pikir Dian dalam hatinya.
__ADS_1
Dian sebenarnya mempunyai rencana yang sudah ia rencanakan dari dulu, namun itu membutuhkan banyak uang dan biaya. Tetapi karena uangnya sekarang sudah banyak, Dian dapat menjalankan rencana itu tanpa masalah.
Dian menelepon salah satu orang yang ia kenal, dan berbicara bahwa dirinya sudah siap. "Dengan Bapak Rehan? iya, ini saya Dian. Seperti yang saya janjikan beberapa bulan sebelumnya, saya akan membeli mobil yang sudah saya pesan." Ucap Dian.